Mengenal Jenis-Jenis Lantai Mezzanine yang Bisa Jadi Referensi

Area ruangan yang sempit membutuhkan solusi cerdas untuk memaksimalkan fungsi area tersebut. Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan konsep lantai mezzanine yang dapat menambah jumlah lantai dan kapasitas ruangan. 

Pemilik bangunan baik itu gedung maupun rumah harus bersiasat bagaimana cara mendesain bangunan yang nyaman. Lantai mezzanine ini mampu mewujudkan ruang terbatas menjadi berkapasitas lebih besar.


Apa itu Lantai Mezzanine?


Lantai mezzanine adalah sebuah lantai tambahan yang letaknya berada di antara lantai dan plafon atau lantai satu dengan lantai dua jika bangunan tersebut bertingkat sehingga secara tidak langsung menambah kapasitas ruang dan jumlah lantai kerja. 

Jadi mezzanine ini bisa dikatakan sebagai sebuah balkon di dalam ruang.

Tujuan dan Fungsi Mezzanine


Pembuatan mezzanine ini sendiri memiliki beberapa tujuan, seperti berikut ini:

  • Menambah tempat atau ruangan, namun tidak perlu menambah jumlah lantai bangunan. 
  • Menghemat biaya konstruksi, karena jika ingin menambah lantai bangunan tentu biaya yang dikeluarkan lebih banyak. 
  • Untuk menyediakan tempat untuk bersantai, ruang bermain atau ruang keluarga, ruang kerja, dan ruang baca atau perpustakaan pribadi karena suasananya lebih tenang. 

Jenis Lantai Mezzanine



Jika kamu berniat membangun lantai mezzanine, tapi masih binggung dengan fungsi yang pas untuk nanti digunakan sebagai apa, berikut ini ide dari jenis-jenis lantai mezzanine yang mungkin bisa dijadikan inspirasi dan referensi:



1. Mezzanine Ruang Kerja

Mezzanine Ruang Kerja via nexusworkspace.co.uk



Bila luas kantor yang terbatas, kamu bisa menambahkan ruangan lantai mezzanine ini untuk didesain sebagai area kerja. Seperti pada gedung kantor di atas, area kerja dibangun di antara lantai bawah dan atasnya.

Tambahkan tangga atau dekorasi lainnya yang kamu suaki agar desain mezzanine tampak lebih menarik. Desain ruang kerja di lantai mezzanine sedemikian rupa agar dapat menjadi fungsional dan nyaman.



2. Mezzanine Perpustakaan

Mezzanine Perpustakaan via loftanddesign.pl


Bila ruangan rumah mu sudah tidak ada space yang bisa dimanfaatkan untuk meletakkan koleksi-koleksi buku, bukan hal yang mustahil menghadirkan perpustakaan mini dengan desain mezzanine. 

Agar aman untuk anak-anak, tambahkan pembatas yang dilengkapi dengan railing (handrail) untuk sandaran tangan atau tubuh dengan desain yang kuat.

Pada lantai mezzanine yang difungsikan sebagai perpustakaan ini pun, kamu dapat menambahkan kursi ataupun sofa sebagai area baca. 


3. Mezzanine Gaya Jembatan

Via Pinterest.com



Selain sebagai ruang tambahan pada sebuah bangunan, lantai mezzanine juga bisa berfungsi sebagai bridge link atau jembatan penhubung antara ruangan yang berada di lantai yang sama. 


4. Mezzanine Kamar Tidur
Via Pinterest.com


Model mezzanine yang satu ini khusus untuk kamu yang menginginkan tambahan ruang kamar tidur seperti layaknya di apartemen. Gunakan tangga sebagai akses ke ruang tidur. 

Pembangunan lantai mezzanine untuk kamar tidur juga tidak sulit untuk dilakukan. Agar lebih fungsional, kamu dapat menambahkan tempat tidur dan lemari layaknya kamar tidur di lantai biasa. Rencanakan desain yang minimalis dengan sentuhan warna putih sehingga memberikan kesan lapang atau tidak sempit.


5. Mezzanine di atas Pantry atau Dapur

Via pinterest.com


Pada umumnya pantry atau dapur tidak membutuhkan ketinggian penuh sampai plafon. Kamu dapat memanfaatkan ketinggian ruang tersebut dengan menambahkan lantai mezzanine.


Cara Membangun Lantai Mezzanine

 
Lantai mezzanine bisa dibuat pada bangunan bertingkat maupun yang tidak bertingkat, tergantung dari desainnya. 

Sebelum mambangunnya, perhatikan syarat utama dari pembangunan mezzanine ini, yaitu ukuran jarak antara plafon atau atap dan lantai yang digunakan harus tinggi, minimal lima meter. 

Hal ini untuk mempermudah pembangunan mezzanine dan juga agar lantai ini bisa difungsikan dengan baik.

Jika ingin membuat ruang mezzanine sebaiknya sudah membuat perencanaan sebelum bangunan didirikan. Karena hal ini akan memudahkan untuk pembuatan desain dan konsep yang ingin diterapkan. 

Ruang mezzanine dibuat dalam bentuk melayang yang membutuhkan perhitungan yang cermat terutama tentang pembagian beban serta luas bentangan. 

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika ingin membangun lantai mezzanine:



1. Luas Ruangan


Ukuran luas lantai mezzanine tidak boleh penuh karena hanya dibangun dengan menggunakan sebagian ruang yang disediakan. Luas mezzanine biasanya dibangun hanya sepertiga dari luas ruangan.

Pastikan posisinya sejajar atau sebaris dengan ruang yang berada di tempat tersebut sehingga keberadaan lantai mezzanine tidak membuat sebuah ruangan jadi sempit bin sumpek.


2. Sirkulasi Udara

Hal lain yang perlu diperhatikan saat membangun lantai mezzanine adalah sistem sirkulasi udaranya. Ruang mezzanine pastinya akan menjadi lebih panas. Untuk itu dibutuhkan ventilasi yang cukup serta pengaturan jarak yang tidak terlalu dekat dengan plafon atau lantai di atasnya.  


3. Pemilihan Tangga

Tangga digunakan sebagai akses naik atau turun dari/ke lantai mezzanine. Jika ruangannya sempit, kamu bisa memilih tangga hemat-ruang atau tangga loteng yang dilengkapi dengan handrail. Selain itu, tangga spiral bisa menjadi alternatif pilihan lain.

4. Tinggi

Tinggi ruangan yang akan dibuatkan mezzaine harus juga diperhatikan demi terciptanya kenyamanan dan keindahan.

Adapun tinggi ruangan yang dibutuhkan untuk tempat mezzanine dibangun adalah tak kurang dari 5 meter, karena mezzanine akan mengambil bagian sekitar dua setengah atau tiga meter termasuk langit-langit rumah.


5. Pencahayaan


Pencahayaan mezzanine sebaiknya disesuaikan dengan fungsi mezzanine itu sendiri. Jika lantai mezzanine difungsikan untuk lantai tambahan area parkir, maka pencahayaan bisa dimaksimalkan dengan cahaya alami seperti dipasang jendela.

Selain cahaya alami, pasang juga lampu LED pada langit-langit agar pencahayaan maksimal, khususnya untuk lantai mezzanine di dalam rumah hunian.


6. Material

Empat material untuk menyusun struktur lantai mezzanine yang dapat kamu pilih, yaitu kayu, beton, baja, dan besi.

Jika menggunakan bahan beton, kelebihan yang dimiliki adalah punya tampilan yang lebih nyata, kuat, dan bisa diandalkan jika dibandingkan dengan menggunakan bahan lain. 

Jika kamu memilih material kayu, pastikan kayu yang akan digunakan untuk lantai mezzanine ini mempunyai kualitas yang baik, ukuran yang besar dengan ketebalan yang cukup agar lantai tambahan bisa kokoh berdiri dengan kuat.

Pada bagian atasnya tambahkan kayu papan atau multiplek yang punya ukuran tebal minimal 18 millimeter sebagai lapisannya. Agar terlihat indah lapisan ini bisa ditutup dengan karpet yang warnanya disesuaikan dengan interior di sekelilingnya agar bisa bisa tampil maksimal, tampak cantik dan selaras.



Biaya yang Harus Disiapkan Untuk Membangun Mezzanine


Sebenarnya kontraktor mezzanine pada masing-masing daerah memasang tarif atau biaya yang bervariatif untuk jasa pemasangannya. Hal ini juga tergantung dari material yang digunakan dan ornamen yang ada di dalamnya.

Secara umum di pulau Jawa biaya untuk pembuatan lantai mezzanine ini berkisar 15-25 juta rupiah.

Itulah ulasan mengenai apa itu lantai mezzanine, cara membuat lantai mezzanine. Mezzanine dahulunya hanya digunakan pada bangunan pergudangan (warehouse) dan pabrik. Warehouse yang memiliki ketinggian atap atau plafon yang cukup tentunya sayang sekali jika tidak ditambahkan lantai mezzanine sebagai tempat untuk menyimpan stok gudang. 

Namun. seiring perkembangan zaman, mezzanine kini juga dimanfaatkan untuk penambahan lahan parkir, ruang kerja, ruang bermain, perpustakaan mini, atau bahkan kamar tidur.

0 Response to "Mengenal Jenis-Jenis Lantai Mezzanine yang Bisa Jadi Referensi"

Post a Comment