Contoh Studi Biaya Pembuatan Rumah Dengan Beragam Kasus

Membangun rumah memang menjadi impian banyak orang. Sebelum mendirikannya harus diperhitungkan terlebih dahulu biaya pembuatan rumah per meter perseginya. Dengan begitu, nantinya Anda dapat menyesuaikan desain rumahnya sesuai dengan budget atau anggaran yang dimiliki.

Dibandingkan dengan sistem KPR, membangun rumah per meter atau sistem borongan dinilai biayanya lebih hemat. Nah, Apabila sudah siap budgetnya maka Anda dapat segera membuat rencana denah, preferensi biaya per metenya, menghitung luas bangunannya, dan menyusun RAB rumah.

Via abi.org.uk



Rincian Biaya Bangun Rumah Per Meter 

Apabila Anda hendak membangun rumah secara mandiri maka mengetahui rincian biaya pembangunan rumah per meter merupakan sebuah keharusan. Karena dengan begitu, Anda memperkirakan budget yang dibutuhkannya. Berikut ini ulasannya.


1. Biaya Bangun Rumah Tipe 120 Luas 150 m²

Membangun rumah memang harus memperhitungkan anggaran secara menyeluruh mulai dari material plafon rumah, material untuk lantai dan dinding, serta proses finishingnya sehingga Anda dapat memperhitungkan biaya yang akan dikeluarkan untuk membangun rumah.

Terdapat rincian biaya untuk membangun rumah tipe 120 dengan luas tanah 150 m², 1 lantai. Untuk harga bangunan per m² estimasinya Rp 4.000.000,00, biaya tukang dengan estimasi Rp. 130.000,00 per hari, sedangkan lama waktu membangun rumahnya 6 bulan

Simulasinya Anda dapat membangun rumah mewah yang mempunyai panjang 15 m dan lebar 8 m sehingga total membangun rumah tersebut yaitu Rp. 480.000.000,00 dengan cara menghitung biayanya sebagai berikut:

120 m² (ukuran rumah) x Rp. 4 juta (total biaya per meter persegi) = Rp480.000.000,00.

Baca juga: Tipe-Tipe Rumah Berdasarkan Ukurannya


2. Biaya Bangun Rumah per Meter 36 m²

Selanjutnya, terdapat tipe bangunan rumah type 36 yang merupakan bangunan dengan luas 36 meter persegi yang dapat disesuaikan dengan model dan harga bangunannya di tempat tersebut. Apabila Anda hendak membangun rumah minimalis yang berukuran 6 m x 6 m= 36 m² dengan harga per m² mencapai Rp3 juta.

Harga tersebut dapat dijadikan sebagai patokan untuk menghitung biaya rumah yang akan dibangun dengan cara menghitungnya di bawah ini:

Luas bangunan 36 m² dengan harga per m² = Rp3 juta memiliki estimasi cara menghitungnya sebagai berikut 36 m² x Rp3 juta = Rp. 108.000.000,00. Biaya ini belum termasuk harga tanah.


Biaya Bangun Rumah 2 Lantai


Via lamudi.com.ph


Untuk membangun rumah dua lantai pastinya dibutuhkan modal yang lebih besar. Hal ini disebabkan struktur konstruksi rumah 2 lantai lebih ribet. Sebagai ilustrasi berikut ini adalah biaya pembuatan rumah 2 lantai per meter perseginya:

Nah, asumsi biaya per meter untuk membangun rumah 2 lantai dengan type rumah 36 yaitu Rp. Rp2.500.000,00 sampai dengan Rp. 4.000.000,00. Nah, cara menghitungnya yaitu 2x36xRp. 4.000.000,00 yaitu Rp. 288.000.000,00.


Biaya Bangun Rumah Minimalis 3 Kamar

Via usehometips.com



Apabila Anda tertarik untuk membangun rumah dengan jumlah 3 kamar, 1 WC, dan 1 dapur  dengan ukuran 6 x 12 meter maka siapkan budget yang dibutuhkan sebagai berikut :

1. Biaya Pembelian Bata Tanah

Untuk ukuran bangunan rumah 6 x 12 dengan 3 kamar tidur maka biaya pembeliaan bata tanah diperkirakannya yaitu 20.000 bata tanah  dengan harga beli Rp. 700 per batang. Total biaya pembelian bata tanah yaitu : Rp. 20.000 x 700 = Rp. 14.000.000


2. Biaya Pembelian Besi


Selanjutnya, pembelian besi ukuran 12 M, 10 MM, dan 8 MM yang memiliki harga berbeda-beda. Untuk ukuran 12 MM  berjumlah 30 Batang dengan harga besi 12 KS yang memiliki harga normal Rp. 110.000,00.

Untuk ukuran 10 MM dibutuhkan 100 Batang dengan harga kisaran Rp. 60.000. Sedangkan untuk besi ukuran 8 MM dibutuhkan sekitar 50 Batang dengan harga Rp. 40.000.

Perhitungan total biaya besi yaitu: 

  • Besi ukuran 12 MM = 30 x Rp. 110.000 = Rp. 3.300.000
  • Besi ukuran 10 MM = 100 x Rp. 60.000 = Rp. 6.000.000
  • Besi ukuran 8 MM = 50 x Rp. 40.000 = Rp. 2.000.000


Jumlah keseluruhannya =  3.300.000 + Rp. 6.000.000 + Rp. 2.000.000 = Rp. 11.300.000


3. Biaya Pembelian Semen

Untuk membangun rumah 6x 2 dengan 3 kamar maka jumlah semen yang dibutuhkan yaitu sekitar  60 hingga 70 sak. Harga normal semen kisaran Rp. 60.000 per Sak  sehingga total biaya semen 70 x Rp. 60.000 = Rp. 4.200.000.


4. Biaya Pembelian Seng

Untuk biaya seng yang dibutuhkan untuk menutup atap rumah minimalis ukuran 6x12 dari berbagai merk yang ada di pasaran yaitu sekitar Rp. 4.000.000 sampai Rp. 5.000.000.


5. Biaya Pembelian Batu Kerikil dan Pasir

Biaya pembelian batu kerikil dan pasir yang dikeluarkan yaitu sekitar Rp. 2.000.000 sudah menjangkau secara keseluruhan.

6. Biaya Pembelian Pintu

Pembelian pintu untuk 3 pintu kamar, 1 pintu depan dan 1 pintu belakang membutuhkan biaya 5 x Rp. 500.000 = Rp. 2.500.000.


7. Biaya Cat Dinding

Biaya cat dindng yang dibutuhkan sesuai dengan warna dan merk cat yaitu sekitar Rp. 700.000 saja.


8. Biaya Upah Tukang

Untuk membangun rumah dengan jumlah 3 kamar membutuhkan biaya sekitar Rp. 30.000.000 sampai Rp. 40.000.000 secara keseluruhan sampai selesai.


Total Biaya Bangun Rumah Minimalis 3 Kamar

  • Bata Tanah     Rp. 14.000.000
  • Besi     Rp. 11.300.000
  • Semen     Rp. 4.200.000
  • Seng     Rp. 5.000.000
  • Pintu     Rp. 2.500.000
  • Cat     Rp. 700.000
  • Upah Tukang     Rp. 40.000.000
  • Kerikil dan Pasir Rp. 2.000.000

Total Rp. 81.700.000



Biaya Borongan Bangun Rumah Per m2


Adapun rincian biaya pembuatan rumah dengan sistem borongan per meter perseginya adalah sebagai berikut:


1. Persiapan Pembangunan Awal

Pembangunan awal harus menyiapkan direksi keet (kantor proyek/lapangan), pemagaran, dan bouwplank per meter dengan rincian biaya Rp. 53.000,00 per m2, Rp. 32.000,00 per meter, dan Rp. 33.000,00 per meter. 

2. Membangun Pondasi

Berikutnya, biaya yang harus diperhitungkan yaitu membangun pondasi dimulai dari melakukan galian tanah yang memerlukan biaya Rp. 90.000,00 per m3.

Kemudian, pekerjaan yang harus dilakukan yaitu memasang batu kali agar pondasi memiliki kekuatan dengan biaya Rp. 100.000,00 per m3, melakukan urugan tanah leveling lantai dengan biaya Rp. 50.000,00 per m3 , dan melakukan pekerjaan lantai dengan biaya Rp. 20.000,00 per m2.

3. Memasang Beton bertulang

Biaya untuk memasang beton bertulang sangat bervariasi, yaitu mulai dari pekerjaan untuk beton sloof, beton bertulang praktis, dan beton bertulang ring balk yang masing-masing harganya yaitu 55.000,00 per meter, Rp. 45.000,00 per meter, dan Rp. 75.000,00 per meter.

4. Melakukan Pemasangan bata

Perhitungan pemasangan bata yaitu sebesar Rp. 50.000,00 per m2, kemudian biaya pasang plesteran Rp.35.000,00 per m2, dan kegiatan acian dengan biaya Rp. 25.000,00 per m2

5. Pemasangan Kusen

Untuk pemasangan pekerjaan kusen pintu yaitu memiliki estimasi biaya Rp. 110.000,00 per unit. Sedangkan pemasangan daun pintu memiliki biaya sebesar Rp. 150.000,00. 

Nah, biaya pemasangan kusen jendela yaitu Rp. 75.000,00, sedangkan pemasangan daun jendela yaitu Rp.77.000,00 per unit.

Baca juga: Jenis Kusen Pintu dan Jendela dari Kayu, Alumunium, dan uPVC

6. Pekerjaan Memasang Rangka atap

Terdapat pekerjaan rangka atap yang mempunyai estimasi biaya sebesar Rp. 98.000,00 per m2, biasanya memasang rangka atap juga disertai dengan pemasangan talang yang mempunyai estimasi biaya Rp. 45.000,00 per meter.

Dari penjelasan diatas maka Anda dapat memperhitungkan biaya pembuatan rumah borongan per meternya dengan hitungan estimasi biaya sebagai berikut ini.


  • Luas bangunan 100 m² sekitar Rp300 juta sampai dengan Rp 350 juta.
  • Luas bangunan 101- 300 m² sekitar Rp 325 juta sampai dengan Rp 375 juta.
  • Luas bangunan 301 m² sekitar Rp 350 juta sampai dengan Rp 400 juta.

Demikianlah penjelasan mengenai biaya pembuatan rumah dengan berbagai ukuran per meternya, jumlah kamar, dan jumlah lantai bangunannya. Semoga Bermanfaat.

0 Response to "Contoh Studi Biaya Pembuatan Rumah Dengan Beragam Kasus"

Posting Komentar