Manfaat Batu Apung untuk Filter Air

Batu apung menjadi komoditas batuan yang tidak sedikit sejumlah industri membutuhkannya. Karena, batu apung ini memiliki manfaat yang beragam seperti sebagai media untuk filter air, media tanam hingga pelembut bahan tekstil.

Karena bisa berfungsi sebagai media filter air, maka batu apung dapat dimanfaatkan untuk material penyaring / filter air pada kolam ikan koi, proses desalinasi, atau bahkan penyaring air minum.




Deskripsi tentang Batu Apung



Batu Apung atau Pumis (Pumice) adalah jenis batuan vulkanik kering atau lava cair yang memadat atau mengeras yang berasal dari letusan gunung berapi. 

Batu apung merupakan material alam yang terbentuk dari letusan gunung berapi yang mendingin secara cepat, kemudian gas yang terperangkap membentuk pori-pori pada batu ini. Oleh karenanya, batu ini dapat mengapung di dalam air. 

Jadi, batu apung ini terbentuk karena mengalami pembekuan di luar atau disebut sebagai batuan beku efusit.

Struktur dari batu apung berupa silika, piroklastik kaca yang memiliki sifat mikrovesikular yang tinggi, dan felsik yang dapat mencakup riolit, daktit, andesit, fonolit, pantellerit, trasit, dan (lebih jarang) basal.

Bagaimana Batu Apung Terbentuk?


Batu apung terbentuk ketika gunung berapi meletus hebat sehingga mengeluarkan lava/magma cair yang sangat panas. Gas terlarut dalam magma (terutama air dan karbon dioksida) membentuk gelembung ketika tekanan tiba-tiba menurun. Hal ini seperti terjadi ketika kita membuka minuman berkarbonasi dari tutupnya, di mana gelembung-gelembungnya naik ke atas. Selanjutnya, magma mendingin dengan cepat dan menghasilkan batuan padat yang berpori.

Sementara itu batu apung dapat juga dihasilkan dari adanya batu apung yang hancur berkeping-keping menjadi batu apung yang lebih kecil yang terjadi secara alami.

Jenis Batu Apung



Secara umum terdapat dua jenis batu apung berdasarkan warnanya, yaitu batu apung merah dan putih. Berikut perbedaan keduanya:
  1. Batu apung merah, yaitu batu apung berwarna merah yang karakteristiknya memiliki struktur pori-pori atau rongganya lebih besar. Oleh karenanya, jenis batu apung ini memiliki kemampuan daya serap yang lebih bagus jika dibandingkan dengan batu apung putih.
  2. Batu apung putih, yaitu batu apung berwarna putih yang memiliki tingkat kepadatan yang lebih baik dibandingkan batu apung merah. Batu apung jenis ini memiliki tingkat lebur yang rendah sehingga banyak digunakan sebagai media filter air untuk aquarium dikarenakan tidak meninggalkan endapan yang banyak. 


Ukuran Batu Apung


Batu apung memiliki ukuran yang bervariasi. Batu apung tersedia dari ukuran yang terkecil dalam bentuk serbuk halus hingga terbesar yang memiliki ukuran diameter 7cm. Adapun detail pengelompokkan ukuran batu apung adalah sebagai berikut:

  • Batu Apung serbuk / tepung (chips)
  • Batu Apung diameter 5-7 mm
  • Batu Apung diameter 1-2 cm
  • Batu Apung diameter 3-4 cm
  • Batu Apung diameter 5-7 cm



Kegunaan Batu Apung


Selain sebagai filterisasi air, batu apung memiliki beragam manfaat yaitu:
  1. Sebagai alat gosok untuk membersihkan bagian kulit mati, khususnya bagian tumit kaki.
  2. Sebagai bahan bangunan, misalnya bahan agregat dalam pembuatan beton ringan dan salah satu bahan baku semen.
  3. Sebagai media hidroponik karena mampu mempertahankan kelembaban lingkungan sekitarnya, termasuk media untuk menanam anggrek, bonsai, sukulen, dan kaktus.
  4. Sebagai rumah bakteri aquascape.
  5. Sebagai bahan abrasif sehingga mampu menghaluskan permukaan barang dalam keperluan industri. Sebagai contoh batu apung digunakan sebagai alat gosok dalam perindustrian celana jeans.

Manfaat Batu Apung untuk Filter Air


Batu apung merupakan batuan vulkanik berpori yang dapat menyerap kotoran micro yang berada pada molekul air. Kemampuan daya resapnya tergantung pada volume pengaplikasian batu apung itu sendiri. Semakin banyak, maka daya serap batu apung semakin berkualitas.

Batu apung adalah media filtrasi air yang sangat serbaguna dan banyak digunakan dalam aplikasi sistem filterisasi air, yaitu mulai dari:

  • Desalinasi, ialah proses menghilangkan kadar garam berlebih dalam air laut untuk kemudian diperoleh air yang siap untuk dikonsumsi binatang;
  • Perawatan reverse osmosis air laut atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO); 
  • Digunakan untuk sistem filter/penyaringan air pada kolam ikan koi; dan
  • Penyaringan air minum.



Adapun cara kerja filter batu apung yaitu menggunakan prinsip dasar penyaringan gravitasi cepat yang diambil dari air baku melalui media granular. Batu apung ini dapat digunakan dalam filter media tunggal ataupun bersamaan dengan material pasir dan kerikil yang biasanya tergantung pada kualitas air yang akan difilter. 

Keadaan kualitas air di Indonesia, terutama di kota-kota besar, saat ini memanglah tidak sebagus seperti dahulu. Maka dari itu, kegunaan media filtrasi batu apung ini dapat digunakan untuk memecahkan masalah penyaringan yang sulit dan mahalnya alat resapan metic. 

0 Response to "Manfaat Batu Apung untuk Filter Air"

Posting Komentar