Perbedaan Pondasi Dangkal dan Pondasi Dalam, Berikut Jenis-Jenisnya!

Bangunan-bangunan yang ada di sekitar kita tidak bisa berdiri begitu saja tanpa adanya pondasi sebagai bagian dari struktur bawah. Berdasarkan penggalian tanahnya pondasi dapat dibagi menjadi dua. yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. 

Sebelum pengerjaan pondasi, kontraktor biasanya akan melaksanakan survey secara langsung di lokasi. Hal ini dilakukan tidak lain untuk menentukan kelayakan tanah, kemudian bisa ditentukan  jenis pondasi yang tepat. 





Perbedaan Pondasi Dangkal dan Pondasi Dalam


Pondasi dangkal dapat diartikan sebagai pondasi yang didirikan di dekat permukaan tanah sehingga memiliki kemampuan menerima beban yang relatif lebih kecil dan secara langsung menerima beban bangunan. 

Sedangkan pondasi dalam diartikan sebagai pondasi yang didirikan sangat dalam di bawah permukaan tanah sehingga memiliki kemampuan untuk menerima beban bangunan yang lebih besar dan meneruskan beban bangunan ke tanah keras atau batuan yang sangat dalam.


A. Pondasi Dangkal


Umumnya pondasi dangkal dibuat dengan kedalaman kurang dari 1/3 lebar pondasi sampai kedalaman  kurang dari 3m. 

Sebagai acuan, penggunaan pondasi dangkal ini hanya cocok untuk tanah dengan permukaan cukup kuat dan kaku. Tidak cocok untuk tanah lunak. Dengan permukaan tanah yang kuat tersebut nantinya dapat mendukung beban yang cukup pepat. 

Adapun jenis-jenis pondasi dangkal, berikut diantaranya:


1. Pondasi memanjang (continuous footing) atau Batu Kali




Sesuai dengan namanya, pondasi ini memiliki bentuk memanjang yang difungsikan untuk untuk menopang sederetan kolom-kolom yang jaraknya berdekatan atau digunakan untuk menopang dinding memanjang. Anda dapat menggunakan batu pecah atau batu kali atau pasangan bata dan cor beton untuk menciptakan pondasi memanjang ini.

b. Pondasi telapak (spread footing)

Pondasi telapak adalah pondasi yang dibuat untuk tumpuan kolom yang berdiri sendiri. Sesuai dengan namnya, pondasi ini berbentuk menyerupai telapak yang terbuat dari beton bertulang dengan ketebalan tertentu. Pondasi telapak ini tidak hanya untuk bangunan berlantai satu, namun bangunan bertingkat juga bisa.

c. Pondasi raft atau rakit (raft foundation)




Pondasi raft adalah pondasi yang dibuat dari besi tulangan dan dibentuk menyerupai rakit. Meskipun termasuk dalam jenis pondasi dangkal, pengaplikasian pondasi raft ini cocok untuk tanah lunak yang dirasa mempunyai daya dukung tanah rendah. 


B. Pondasi Dalam


Pondasi Dalam biasanya digunakan sebagai struktur bawah bangunan dengan pemasangan pada kedalaman lebih dari 3 m di bawah elevasi permukaan tanah. 

Struktur bawah ini mampu mentransfer beban ke lapisan yang lebih dalam untuk mencapai kedalaman yang tertentu sampai didapat jenis tanah bebatuan yang berada jauh di dalam. Sistem pondasi ini mendukung daya beban struktur bangunan sehingga jenis tanah yang tidak cocok di dekat permukaan tanah dapat dihindari.

Adapun jenis Pondasi Dalam adalah sebagai berikut:


d. Pondasi Tiang Pancang




Pondasi tiang pancang atau pile adalah jenis pondasi dalam yang relatif panjang sehingga dapat digunakan untuk menopang bangunan bertingkat. 

Pondasi ini akan bekerja dengan mengirimkan beban pondasi melalui lapisan tanah ke tanah yang lebih dalam atau lapisan batuan yang memiliki daya tahan tinggi.

Dalam membuat pondasi tiang maka pihak kontraktor membutuhkan data sebagai berikut:

  • Data tentang tanah dasar yang didapat dari pengujian Sondir dan Boring.
  • Informasi mengenai daya dukung tiang tunggal dan tiang kelompok.
  • Analisa gesekan negatif kulit tiang (negative skin friction) yang merupakan bagian dari beban tambahan.


e. Pondasi Sumuran (Pier)




Pondasi sumuran biasa disebut dengan cyclob dan juga dikenal dengan kaison. Pondasi ini tersusun atas pipa beton yang ditanam dalam tanah membentuk sumur kemudian dicor di tempat yang dicampur dengan batu kali, batu belah dan beton sebagai isinya. 

Pondasi ini biasanya diaplikasikan pada lahan konstruksi dengan kedalaman lapisan tanah kerasnya berkisar 3-5 meter.

Itulah ulasan mengenai perbedaan pondasi dangkal dan pondasi dalam beserta jenis-jenisnya. Perbedaan yang paling mencolok antara pondasi dangkal dan pondasi dalam dapat dilihat dari  nilai kedalaman (Df) dibagi lebarnya (B). Untuk pondasi dalam  Df/B > 4, sedangkan untuk pondasi dangkal Df/B ≤ 1.

0 Response to "Perbedaan Pondasi Dangkal dan Pondasi Dalam, Berikut Jenis-Jenisnya!"

Posting Komentar