Penghitungan Mutual Check Awal (MC-0)

Mutual check awal atau biasa yang disebut MC-0 merupakan kegiatan penghitungan kembali volume item pekerjaan dan disesuaikan antara gambar rencana dengan kondisi lapangan. Sehingga mendapatkan volume actual sesuai dengan kondisi real pekerjaan.

Hasil daripada perhitungan tersebut, baik ada kelebihan volume atau kekurangan volume akan dituangkan dalam sebuah laporan kerja yang dinamakan laporan Mutual Check Awal (MC-0).


Penghitungan MC-0 suatu pekerjaan menjadi salah satu kelengkapan yang wajib dibuat dan dilaksanakan karena ini akan berpengaruh terhadap pekerjaan yang nantinya akan dilaksanankan apakah mengalami perubahan, volume bertambah atau berkurang dan ataukah tetap.

Pengertian dan Tujuan MC-0


Mutual Check (MC-0) atau MC 0% adalah pelaksanaan pemeriksaan bersama untuk menghasilkan laporan setiap jenis item uraian pekerjaan yang aktual.

Pelaksanaan MC-0 ini meliputi:
  • Pengukuran (setting out)
  • Penggambaran dan perhitungan hasil pengukuran
  • Perhitungan biaya 
Laporan MC-0 ini dilengkapi dengan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan Bersama (MC 0%), Berita Acara Serah Terima Lapangan (BA MC 0%), Schedule, dan Rekap MC 0%.

Sedangkan tujuan pelaksanaan MC-0 ini adalah untuk menghitung ulang seluruh komponen pekerjaan agar didapatkan volume pekerjaan yang real serta actual sehingga potensi kekurangan volume atau kelebihan volume dapat dihindarkan.

Isi/bagian MC-0


Membuat mutual check nol (MC-0) secara umum akan disesuaikan dengan standarisasi harga satuan yang telah dilampirkan pada surat penawaran yang termuat di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau BoQ. 

Pada mutual check nol (MC-0) memiliki beberapa bagian yang perlu diketahui yaitu:
  1. Nama Paket pekerjaan dan Alamat, dicantumkan sebagai pengenal atau identitas suatu proyek.
  2. Jenis uraian pekerjaan. Pada umumnya uraian pekerjaan ini memuat beberapa bagian yang akan dihitung seperti mobilisasi, manajemen dan keselamatan, pengalaman lingkungan hidup, manajemen mutu.dan lain sebagainya.
  3. Harga Satuan, yang perlu dicantumkan adalah ukuran atau satuan pekerjaan misalnya zak, m, ton, kg, liter, buah, jam, dan lain sebagainya. Harga satuan ini akan berpengaruh terhadap total harga/pembiayaan pekerjaan.
  4. Volume Kontrak. Volume kontrak ini pada umumnya sudah ditetapkan sebelumnya. Volume ini dapat mempengaruhi jumlah dari biaya total item pekerjaan. 

Lebih jelasnya isi dari mutual check nol (MC-0) ini merupakan sebuah bentuk laporan dari semua jenis item pekerjaan antara kontrak kerja dan kajian/perhitungan teknis yang akan dilaksanakan di lapangan. Jadi dengan membuat MC-0, maka dapat diketahui setiap perbandingan dengan volume kontrak kerja dengan kajian atau perhitungan teknis yang akan dilaksanakan.

Pelaksanaan Konstruksi dari Mulai MC-0 Sampai Laporan MC-100


Pelaksanaan proyek pekerjaan konstruksi dilakukan setelah penandatanganan perjanjian kontrak kerja. Setelah itu akan dilaksankan Mutual check nol (MC-0) antara pihak kontraktor dan direksi pekerjaan.

Selanjutnya hasil perhitungan pemeriksaan didiskusikan di tingkat bagian pelaksana. Kesimpulan diskusi dari pembahasan dapat mengarah ke dalam tiga kelompok, yaitu:
  1. Gambar desain cocok dengan lapangan tanpa perlu perubahan. Gambar ini dapat langsung dipakai untuk pelaksanaan.
  2. Gambar desain sebagian kurang cocok tapi masih dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan disebut revisi kecil atau ringan. 
  3. Gambar desain secara prinsip tidak cocok dengan kondisi di lapangan sehingga diperlukan desain ulang disebut revisi besar atau total.
Kontraktor kemudian akan membuat gambar kerja (shop drawing) untuk diajukan kepada direksi atau konsultan sampai mendapatkan persetujuan.

Dari hasil arahan pihak bagian pelaksana, selanjutnya direksi pekerjaan menyiapkan Draft MC-0% dan final MC-0%.

Jika di dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat adendum/amandemen, maka pihak Penyedia jasa dapat mengajukan lagi diperlukannya perhitungan mutual check 50 %, dan yang terakhir adalah MC 100%  atau Mutual Check Akhir.

Mutual check yang dilakukan dengan benar akan mampu menekan kemungkinan terjadinya adendum kontrak. Jika mutual check dilakukan secara amburadul, maka akan terjadi selisih angka kuantitas pekerjaan yang signifikan yang bisa jadi akan mengarah untuk dilakukannya CCO (Contract Change Order).

Baca juga: Pengertian Contract Change Order (CCO)
                   Contoh Adendum Kontrak


Contoh Surat Permohonan Mutual Check Awal (MC-0)


Jika pemenang tender konstruksi telah melakukan Pre Award Meeting dan penandatanganan surat perjanjian kerja (SPK)/kontrak, sebaiknya yang harus segera dilakukan adalah mengajukan permohonan mutual check lapangan.

Pengajuan permohonan MC-0 ini harus segera dilakukan agar pengukuran ulang lapangan (uitzet) dapat segera dilakukan untuk mengantisipasi amburadulnya data quantity di lapangan.

Berikut ini adalah Contoh Surat Permohonan Mutual Check Awal (MC-0) :

Surabaya, 20 Novermber 2020

Nomor
Lampiran

Kepada Yth :
Pejabat pembuat Komitmen (PPK)
Kegiatan Pengadaan Konstruksi Renovasi Gedung dan Bangunan Kantor
Di-
Tempat

Perihal : Permohonan Pelaksanaan Mutual Check Awal (MC-0) Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Renovasi Gedung dan Bangunan Kantor

Sehubungan dengan Kontrak Konstruksi Renovasi Gedung dan Bangunan Kantor Nomor : 0400/SPK/RG-SBY/XI/2020 tanggal 17 November 2020, disampaikan bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut diatas akan segera kami mulai pelaksanaannya, maka sehubungan dengan hal tersebut kami memohon agar dapat dilakukan perhitungan Mutual Check Awal (MC-0) di lapangan.

Demikian Permohonan ini disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


Itulah ulasan mengenai pengertian MC-0 dan isi strukturnya, semoga mudah dipahami dan dimengerti.

0 Response to "Penghitungan Mutual Check Awal (MC-0)"

Post a Comment