Mengenal Shop Drawing yang Penting untuk Bidang Konstruksi

Bekerja di perusahaan kontraktor tentu familiar dengan shop drawing. Gambar tersebut menjadi gambar teknis lapangan dan menjadi acuan bekerja. Setiap melaksanakan proyek konstruksi bangunan tentu Anda mengenal yang namanya gambar teknik, gambar satu namun berbeda sesuai dengan fungsinya. Yang bertugas dalam membuat gambar teknis lapangan adalah kontraktor yang mana harus mengajukan approval ke MK atau konsultan pengawas atau owner. Dengan penjelasan ini tentunya Anda sudah paham tentang shop drawing ini, kapan pembuatannya, dan juga dibuat oleh siapa.

Via Freepik

Pentingnya Shop Drawing untuk Konstruksi

Mungkin masih banyak orang awam yang menganggap bahwa kontraktor hanya melaksanakan pekerja konstruksi saja sebagaimana yang sudah tertuang di dalam gambar kerja. Memang pekerjaannya secara umum adalah seperti itu namun ada beberapa prosedur yang harus dikerjakan oleh kontraktor dalam menangani proyek tersebut dan melibatkan beberapa orang di dalamnya seperti owner, konsultan pengawas, dan juga kontraktor itu sendiri.

Untuk bisa merencanakan proyek konstruksi dengan baik, Anda membutuhkan shop drawing dimana hal ini sangat vital karena menjadi jembatan antara desain dan juga pelaksanaan. Oleh sebab itu pembuatan gambar ini harus dibuat dengan detail agar pelaksana bisa mudah memahami desain dari gambar tersebut dan paham apa yang harus dilaksanakan tanpa harus mengalami salah tafsir atau miss komunikasi.

Untuk melaksanakan setiap proyek, gambar shop drawing dibutuhkan agar bisa diaplikasikan di dalam lapangan. Sedangkan yang menjadi gambar kerja atau kontrak merupakan gambar khusus acuan dasar yang menjadi produk perencana untuk shop drawing. Sayangnya fakta di lapangan tidak selalu demikian. Banyak kontraktor yang memperbesar gambar shop drawing berupa gambar kontrak, disesuaikan dengan ukuran dan skalanya yang diubah. Mereka menganggap bahwa gambar kerja atau kontrak ini menjadi gambar yang siap dilaksanakan sehingga kontraktor hanya tinggal melakukan copy paste dan melakukan penggantian kop saja. Kondisi ini bisa menyebabkan risiko yang cukup besar terutama dalam proses audit.

Pentingnya shop drawing ini harus dipahami oleh semua pihak yang terkait yaitu kontraktor, konsultan pengawas atau MK atau owner. Pembuatannya pun harus memperhatikan beberapa objek pengguna seperti supervisor, mandor, dan juga pekerja. Bagi yang akan melaksanakan project tersebut harus memperhatikan kemampuan. Selain itu juga bisa memahami gambar dan juga memersepsikan apa yang tertuang di dalam gambar tersebut, namun untuk mandor akan memiliki pemahaman yang berbeda. Dengan pemahaman ini tidak akan banyak membuang waktu untuk melakukan diskusi gambar dan juga menghindari adanya kesalahan dalam pelaksanaan akibat kesalahan persepsi ini. Shop drawing akan menjadi jembatan dan juga media yang sangat efektif untuk menjalin komunikasi yang baik terutama bagi pelaksana agar tidak menimbulkan kesalahan komunikasi.

Perbedaan dengan As Built Drawing

Pemodelan suatu proyek konstruksi bangunan dilakukan dimulai dengan tahapan pada perencanaan sehingga pada fase ini dihasilkan suatu produk perencanaan yaitu DED (Detailed Engineering Design) dan As Built Drawing sebagai shop drawing sebelum melaksanakan konstruksi.

Banyak yang belum bisa membedakan apa yang menjadi perbedaan antara shop drawing dengan as built drawing ini. Ada beberapa poin mendasar yang menjadi perbedaannya seperti berikut ini:

1. Yang membuat

Perbedaan pertama adalah pembuatnya. Khusus gambar shop drawing dibuat oleh desainer atau perencana namun ada juga yang dikerjakan oleh kontraktor itu sendiri. Gambar tersebut akan dibuat sesuai dengan tahap pekerjaan tidak langsung 1 bundel, kadang juga disertai dengan soft copy berupa gambar dengan program tertentu. Khusus untuk as built drawing akan dibuat oleh pelaksana pembuat bangunan bisa perusahaan atau kontraktor bangunan.

2. Isi

Shop drawing akan menampilkan isi mendetail dan menyeluruh dari bangunan yang akan dibangun tujuannya adalah bangunan bisa dibangun. Untuk as built drawing merupakan gambar koreksi, perbaikan, revisi, dan juga gambar pelaksana yang ada karena proyek bermasalah ketika dikerjakan. As built drawing ini juga akan menerangkan pihak mana yang akan mengerjakan proyek ini seperti sub kontraktor, supplier, dan lain sebagainya yang ikut andil dalam pembangunan proyek ini.

3. Waktu pembuatan

Dari waktu pembuatan pun berbeda. Untuk shop drawing akan diserahkan di awal pembuatan proyek, selain itu juga dipakai sebagai dokumen lelang maupun tender, untuk as built drawing ini akan dibuat atau diserahkan di akhir proyek bangunan.


Perbedaan dengan Construction Drawing/Gambar Konstruksi

Setelah Anda tahu perbedaan dari shop drawing dengan as built drawing ini, ada baiknya jika Anda tahu perbedaannya dengan gambar konstruksi. Gambar konstruksi atau construction drawing adalah gambar pengembangan dari tender yang membuat keputusan desain sebuah bangunan dari berbagai pihak yang terlibat. Gambar konstruksi akan bisa menjadi jembatan komunikasi antara desainer dengan kontraktor, mandor, tukang, dan juga client maupun owner proyek itu sendiri. Perubahan maupun penyesuaian dari desain bangunan akan banyak terjadi di gambar konstruksi ini sehingga pembuatannya cukup memakan waktu. Perubahan gambar konstruksi lebih baik daripada harus mengubah bangunan yang sudah jadi namun tidak sesuai dengan keinginan.

Perbedaan shop drawing dengan gambar konstruksi
Perbedaan lainnya adalah gambar konstruksi dibuat untuk menjelaskan suatu bangunan yang strukturnya dibuat secara keseluruhan. Untuk shop drawing hanya digunakan untuk komponen yang ada pada bangunan tersebut lebih detail. Memang masih banyak yang bingung dengan kedua gambar tersebut karena fungsinya sama yaitu menambah informasi pada konstruksi. Namun shop drawing jauh lebih detail daripada yang konstruksi misalnya jenis profil baja dan ukuran yang diperlukan. Tidak hanya itu saja detail yang bisa disajikan adalah jenis lampu maupun detail dari utilitas pendukung lainnya. Dengan adanya gambar ini kontraktor dan juga pelaksana di lapangan akan tahu jelas material apa yang harus digunakan dan berapa banyak material yang dibutuhkan.

Alur Pembuatan/Flow Chart Shop Drawing

Hal terakhir yang harus Anda ketahui dari shop drawing ini adalah alur pembuatannya. Alur yang pertama adalah kontraktor harus melihat gambar kontrak untuk konstruksi dan RKS atau Rencana Kerja dan Syarat-syarat, setelah itu dari file soft copy ini gambar akan diolah oleh kontraktor menyesuaikan kondisi kapangan, site instruksi terbaru, dan juga RKS. Gambar itu akan dilengkapi berbagai bentuk dan ukuran sehingga cukup jelas dan tidak membingungkan ketika dijadikan sebagai dasar untuk melaksanakan pekerjaan.

Selanjutnya adalah kontraktor mengajukan gambar yang sudah dibuat kepada MK/konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuan ataupun dibutuhkan revisi. Jika dirasa ada yang kurang jelas dengan meminta persetujuan dari konsultan, maka bisa juga langsung meminta persetujuan owner yang menjadi pemilik proyek. Jika sudah disetujui, maka gambar dikembalikan ke kontraktor. Kontraktor inilah yang nantinya menjadi distributor shop drawing ke personil lapangan seperti pengukuran, pelaksana, sub kontraktor, mandor, maupun pihak lainnya yang memiliki kepentingan dengan gambar. Gambar asli disimpan kontraktor dijadikan sebagai arsip sedangkan yang dibagi adalah gambar fotokopiannya.

Demikianlah beberapa informasi tentang shop drawing dalam bidang konstruksi, semoga bermanfaat.

0 Response to "Mengenal Shop Drawing yang Penting untuk Bidang Konstruksi"

Post a Comment