√ Cara Mudah Menghitung 1 Kubik Hebel Butuh Berapa Mortar

Berfungsi sebagai perekat instan, mortar dibutuhkan untuk pemasangan bata ringan. Bagi sebagian orang mungkin masih menanyakan berapa mortar yang dibutuhkan per kubik hebelnya. Dengan mengetahui 1 kubik hebel butuh berapa mortar maka pemilik proyek akan dengan mudah menyusun rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan.

Mortar pasangan hebel ini memiliki kelebihan seperti memiliki daya rekat yang baik, hemat pemakaian dan waktu pengerjaannya yang lebih cepat dan efisien. Nah, jika penasaran yuk simak penjelasan mengenai cara menghitung kebutuhan mortar untuk pasangan hebel seperti penjelasan di bawah ini.


Mengenal Fungsi Mortar Untuk Perekat Bata Ringan


Terbuat dari pasir silika yang dicampur dengan zat foam membuat bata ringan ini memiliki rongga pada bagian dalamnya. Meskipun ukurannya jauh lebih besar dibandingkan bata merah namun untuk beratnya lebih ringan.

Untuk pemasangannya sendiri dibutuhkan perekat. Nah, perekat pasangan yang paling cocok adalah semen instan atau semen mortar. Dibandingkan adukan semen PC dan pasir, semen instan mortar ini terbilang lebih efisien.

Sebenarnya menghitung kebutuhan mortar untuk pasangan bata ringan jauh lebih mudah. Karena tidak dibutuhkan pasir seperti pada pemasangan dinding bata merah. Sebelum menghitung 1 kubik hebel butuh berapa mortar, Anda harus mengetahui dahulu ukuran ketebelan bata ringan. Karena ukuran tersebut nantinya berpengaruh terhadap luas bidang permukaan perekatnya.

Sementara itu alat yang digunakan untuk pengerjaan ini adalah roskam bergerigi atau trowel  yang berfungsi untuk meratakan mortar pada permukaan hebel. Cara pengaplikasiannya yaitu mencampur semen mortar dan air secukupnya, lalu dioleskan/diratakan dengan menggunakan roskam ke bidang permukaan bata ringan.



Menghitung Kebutuhan 1 Kubik Hebel, Berapa Mortar yang Dibutuhkan


Setelah memutuskan menggunakan bata ringan sebagai material pasangan dinding, tentunya Anda juga harus tahu bagaimana menghitung kebutuhan semen mortarnya.

Setiap merk produk semen mortar mempunyai daya sebar per kilogram yang berbeda-beda. Sebagai ilustrasi, semen mortar kemasan 40kg mempunyai daya sebar rata-rata 10 m2 – 16 m2/sak sedangkan semen mortar 50kg mempunyai daya sebar 12,5m2, di mana  tergantung pada tebal bata ringan yang digunakan. 

Sebagai contohnya, Pak Andi menggunakan bata ringan dengan ketebalan 10 cm, maka 1 kubik bata ringan tebal 10 cm dapat menjadi luasan dinding 10 m2, berarti jika menggunakan 1 m3 bata ringan tebal 10 cm akan membutuhkan semen mortar sebanyak 1 sak kemasan isi 40 kg dengan spesi atau aplikasi pemakaian 3mm.

Dari ilustrasi perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa jika setiap 1 kubik (m3) bata ringan akan dibutuhkan 1 sak semen mortar dengan kemasan isi 40 kg. Sedangkan untuk semen mortar kemasan 50 kg/saknya, di mana 1 sak semen mortar mempunyai daya sebar sebesar 12,5 m2. Artinya, setiap 1 m2 pasangan dinding bata ringan membutuhkan 4 kg semen mortar untuk ukuran bata ringan 60 cm x 20 cm x 10 cm. 


Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Bata Ringan/Hebel, 1 Kubik Isi Berapa Hebel?

null

Contoh Cara Menghitung Kebutuhan Mortar Per Kubik Hebel


Pak Hasyim mempunyai dinding dengan panjang 40 m dan tinggi 3 m. Nah, berapa kebutuhan semen mortar dan air untuk perekat bata ringan yang dibutuhkan Pak Hasyim jika mortar yang digunakan adalah kemasan 40kg/sak?


Luas dinding = 40m x 3m = 120 m2. Maka dengan bata ringan berukuran 60cmx20cmx10cm yang dibutukan adalah sebanyak 12 m

Semen mortar = 120 m2 x 4 kg/m2 = 480 kg. Konversi ke sak = 480/40 = 12 sak (1 sak = 40 kg).

Air yang dibutuhkan adalah 480 kg/5 kg = 96 liter.


Cara menghitung kebutuhan semen mortar untuk pasangan bata ringan di atas sangat sederhana untuk dilakukan. Untuk hasil yang maksimal, Anda dapat menggunakan jasa profesional yang sudah berpengalaman dalam hal pemasangan dinding hebel. Lakukan pengecekan secara ketat untuk memastikan mereka dengan baik.

0 Response to "√ Cara Mudah Menghitung 1 Kubik Hebel Butuh Berapa Mortar"

Posting Komentar