Standar Ukuran Masjid: Mimbar, Ruang Salat, Tempat Wudu, Toilet, dan Lainnya

Masjid sebagai tempat ibadah umat muslim biasanya memiliki beberapa bagian dengan fungsinya yang berbeda-beda. Ketika membangun sebuah masjid, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah standar ukuran masjid agar jamaah dapat beribadah dengan nyaman.


Umumnya masjid terdiri dari mihrab, mimbar, tempat salat jamaah laki dan perempuan, tempat wudu dan toilet. Beberapa masjid juga dilengkapi dengan area untuk meletakkan alas kaki agar tidak berantakan. Lantas, berapa standar ukuran masing-masing bagian tersebut? Berikut penjelasannya.

Ukuran Standar Mimbar


Tidak sedikit yang belum mengetahui apa itu mimbar. Bahkan beberapa orang tidak bisa membedakan antara mihrab dan mimbar. Meskipun keduanya terletak di bagian depan, mihrab dan mimbar memiliki fungsi berbeda.


Mimbar adalah panggung kecil yang berada di bagian depan dalam masjid. Mimbar berfungsi sebagai tempat bagi imam saat berkhotbah sehingga dapat terlihat oleh seluruh jamaah. Mimbar biasanya dilengkapi dengan tempat duduk yang memudahkan imam saat memberi khutbah.

Tampak Depan


Sementara itu, mihrab merupakan bagian menjorok yang berfungsi sebagai tempat imam memimpin salat. Mihrab juga biasa digunakan untuk menandakan arah kiblat, yaitu Ka'bah di Kota Suci Mekah.


Tampak Dari Atas


Pada dasarnya ukuran mimbar masjid menyesuaikan dengan ukuran mihrab. Semakin lebar mihrab, maka Anda bisa membuat mimbar yang lebih lebar. Namun ukuran standar yang biasa digunakan adalah 80 x 70 x 120 cm. Beberapa mimbar juga berukuran 90 x 80 x 125 cm.


Selain ukuran, keindahan mimbar juga layak untuk diperhatikan. Tidak heran jika saat ini banyak masjid modern yang menggunakan mimbar kayu jati yang dilengkapi dengan ukiran dan kaligrafi. Tentu saja dekorasi ini semakin menambah nilai estetik interior masjid.


Standar Ukuran Masjid: Ruang Salat, Tempat Wudu, dan Toilet


Selain mimbar, masih ada beberapa bagian lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan, terutama masalah ukuran. Misalnya saja tempat salat yang secara langsung mempengaruhi kapasitas jamaah yang bisa ditampung.


Berikut ini beberapa standar ukuran masjid pada beberapa bagian yang lain:


1. Ruang Salat




Ruang salat merupakan bagian inti pada setiap masjid. Ruangan ini berfungsi untuk mendirikan salat bagi jamaah. Meskipun terkadang terdapat sekat untuk memisahkan ruang salat bagi jamaah laki-laki dan perempuan, ukuran standar masing-masing bagian sangat penting untuk dipertimbangkan.


Ruang salat biasanya dibuat terbuka agar jamaah bisa membentuk saf-saf selama melaksanakan salat. Ada beberapa aturan ketika membuat ruang salat, antara lain harus menghadap kiblat dan tidak terdapat penghalang yang dapat memutus saf.


Berbicara mengenai ukuran ruang salat tentunya tidak dapat dipisahkan dari ruang yang dibutuhkan oleh masing-masing individu ketika menunaikan salat. Secara umum seseorang membutuhkan ruang dengan lebar 60 cm dan panjang 120 cm. Ketika duduk, lebar yang dibutuhkan menjadi 80 cm.


Agar jamaah dapat mendirikan salat dengan nyaman, maka panjang ruangan dapat ditentukan dengan kelipatan 120 cm sehingga jarak saf depan dan belakang tidak terlalu rapat. Ruangan juga disarankan berbentuk persegi panjang agar jamaah dapat membentuk saf panjang menghadap kiblat.


Seperti halnya mimbar, tidak ada standar baku mengenai ukuran ruang salat karena disesuaikan dengan luas bangunan. Namun kapasitas masjid ditentukan oleh luas area lantai dibagi dengan area yang dibutuhkan oleh setiap jamaah.

Baca juga: Ukuran Karpet Sajadah Masjid, Model dan Harganya

2. Tempat Wudu



Berbicara mengenai standar ukuran masjid tidak dapat dilepaskan dari tempat wudu. Tempat ini menjadi bagian esensial pada sebuah masjid pasalnya umat muslim diwajibkan menyucikan beberapa bagian tubuh melalui wudu. Oleh karena ini, kenyamanan tempat ini harus diperhatikan dengan baik.


Fungsi utama tempat wudu adalah untuk berwudu atau membasahi dan membersihkan beberapa bagian tubuh. Mengingat wudu merupakan syarat sahnya salat, setiap jamaah harus melakukan wudu sebelum mendirikan salat.


Ukuran tempat wudu sangat bervariasi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Namun perlu diperhatikan jarak antar kran adalah 82 cm agar jamaah bisa berwudu dengan nyaman. Selain itu, jarak antara kran dengan tempat berdirinya adalah sekitar 50 cm.


Dengan memperhatikan ukuran ideal ini, Anda bisa menyesuaikan ukuran tempat wudu dengan kapasitas jamaah. Dengan demikian, jamaah tidak perlu berdesak-desakan atau mengantre terlalu lama untuk berwudu.


Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah mengenai lokasi tempat wudu. Idealnya tempat wudu berada di antara area melepas sepatu dan ruang salat. Dengan kata lain, tempat wudu masuk ke dalam zona bersih agar jamaah tidak perlu bolak-balik keluar masuk zona bersih dan zona non-bersih.


3. Toilet





Toilet masjid tidak jauh berbeda dengan toilet pada umumnya. Perbedaan yang paling signifikan adalah toilet dibuat terpisah untuk jamaah laki-laki dan perempuan. Tidak ada ukuran baku mengenai toilet masjid karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah bilik.


Kendati demikian, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika membuat toilet, antara lain:


  • Toilet tidak boleh menghadap kiblat atau dekat mihrab.
  • Setiap bilik harus menyediakan semprotan air yang diletakkan pada sisi kanan.
  • Bilik harus menjaga privasi jamaah.
  • Tidak disarankan menggunakan urinoar karena berkaitan dengan adab.


Baca juga: Cara Mudah Pasang Toilet Duduk dan Jongkok: Ini Keunggulannya Masing-Masing!


4. Batas Suci




Meskipun terdengar sepele, tempat melepas alas kaki merupakan salah satu elemen penting dalam pembuatan masjid. Seperti yang diketahui, jamaah diharuskan melepas sepatu atau sandal sebelum memasuki area suci. Oleh karena itu, fasilitas ini memudahkan jamaah untuk meletakkan alas kaki.


Karena berfungsi sebagai lobi masjid, area ini harus mampu mengakomodasi jamaah dalam jumlah besar. Disarankan pula untuk meletakkan rak sepatu agar area tetap rapi dan jamaah bisa beribadah dengan khusyuk. 


Idealnya, terdapat area seluas 2 m di depan masing-masing rak sepatu untuk memudahkan jamaah meletakkan dan mengambil alas kaki. Selain itu, disarankan pula untuk meletakkan tempat duduk di sekitar area (tidak termasuk ruang seluas 2 m yang disebutkan sebelumnya).


Jika lobi berada di tempat tertutup, ada baiknya untuk membuat ventilasi agar bau sepatu tidak menyebar ke dalam ruangan. Anda bisa meletakkan kipas penyedot udara untuk menjaga agar udara tetap bersih.


Secara garis besar tidak ada aturan baku mengenai standar ukuran masjid karena ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, misalnya lahan yang tersedia. Namun mengetahui desain standar masjid secara keseluruhan bisa membantu Anda mewujudkan masjid yang nyaman bagi para jamaah.

0 Response to "Standar Ukuran Masjid: Mimbar, Ruang Salat, Tempat Wudu, Toilet, dan Lainnya"

Posting Komentar