Pengertian Assembling, Tugas Operator Assembly, Dan Teknik Assembly

Dunia industri dan manufaktur saat ini semakin berkembang pesat, terutama dengan semakin banyaknya produk-produk teknologi yang hadir di pasar. Salah satu proses yang tidak boleh terlewatkan dalam pekerjaan industri adalah assembling. Assembling adalah proses penggabungan atau penyambungan dua atau lebih komponen dengan cara mekanik menjadi sebuah unit produk yang bisa difungsikan sesuai dengan semestinya.

Assembling sangat penting dalam proses produksi, terutama pada industri yang memproduksi produk dengan jumlah besar, seperti pemesinan, komputer, handphone, sepeda motor dan jenis sambungan lain yang banyak rakitannya. Proses assembling akan dilakukan oleh operator assembly dengan menggunakan beberapa cara, tergantung pada jenis produk dan komponennya.


Tugas Operator Assembly







Operator assembling adalah pekerja di industri manufaktur yang bertanggung jawab untuk merakit bagian/komponen produk tertentu menjadi sebuah unit produk baru.

Seorang operator assembling memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat beragam, yaitu:

  • Menyiapkan dan menempatkan bagian/komponen untuk perakitan;
  • Memastikan setiap bagian terpasang bersama dengan akurat;
  • Membaca pengukuran;
  • Memeriksa detil;
  • Mengukur komponen yang sudah selesai dan menulis perbandingannya;
  • Menyusun komponen dengan detail yang disepakati;
  • Menjaga dan merawat peralatan;
  • Memecahkan permasalahan malfungsi perlengkapan;
  • Melakukan quality control;
  • Memperhatikan dan melindungi ketersediaan stok cadangan;
  • Merekam aktivitas pada formulir produksi; dan 
  • Berkoordinasi dengan divisi lain di jalur perakitan untuk menentukan ketelitian, kecepatan, dan kedayagunaan.

Berikut adalah contoh pekerjaan assembling di beberapa industri, yaitu industri fashion atau produk pakaian, industri elektronik, dan industri otomotif.

1. Industri Fashion atau Produk Pakaian

Industri fashion atau produk pakaian juga membutuhkan pekerjaan assembling dalam produksi pakaian. Salah satu contohnya adalah pekerjaan penjahitan. Pekerjaan ini meliputi menyatukan kain, potongan-potongan baju, dan aksesoris lainnya menjadi sebuah produk jadi. 

Selain itu, pekerjaan lain yang terkait dengan assembling dalam industri fashion adalah pemasangan kancing, resleting, dan jahitan lainnya pada baju atau pakaian. 

2. Industri Elektronik

Industri elektronik merupakan industri yang memproduksi berbagai jenis barang elektronik seperti handphone, komputer, televisi, dan lainnya. 

Operator assembly akan memasang komponen elektronik seperti chip, resistor, transistor, dan sebagainya pada sebuah PCB (Printed Circuit Board). 


3. Industri Otomotif

Industri otomotif memproduksi berbagai jenis kendaraan bermotor seperti mobil, motor, truk, dan sebagainya. Pekerjaan assembling dalam industri otomotif meliputi pemasangan komponen-komponen mesin seperti blok mesin, transmisi, sistem pendingin, dan sistem kelistrikan pada kendaraan. Selain itu, pekerjaan assembling juga meliputi pemasangan aksesoris kendaraan seperti ban, jok, dashboard, dan lainnya.

Dalam melaksanakan tugasnya, operator assembling harus mempunyai keterampilan teknis yang baik, termasuk kemampuan membaca gambar teknik, memahami alat-alat dan bahan yang digunakan, serta kemampuan menggunakan alat-alat yang sesuai untuk memastikan hasil perakitan yang akurat dan berkualitas tinggi. Hal ini sangat penting untuk menjamin produk yang dihasilkan memiliki tingkat kualitas yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.


Jenis Assembling






Jenis assembling dapat dibagi menjadi dua, yaitu:


1. Assembliing Permanen

Assembling permanen adalah suatu proses yang penting dalam pembuatan berbagai produk, mulai dari kendaraan hingga perangkat elektronik. Proses ini melibatkan penggabungan elemen secara tetap dan tidak bisa dipisah kecuali dengan menghancurkannya. 

Assembling permanen terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  • Welding (pengelasan), yaitu salah satu jenis assembling permanen yang paling umum. Ini melibatkan penggabungan dua atau lebih logam dengan bantuan panas bersuhu tinggi. Ada beberapa jenis pengelasan, termasuk las karbit/asetilin, las listrik, dan las CO.
  • Soldering (Penyolderan), yaitu proses penggabungan dengan menggunakan kawat solder atau tenol yang dicairkan. Langkah ini umumnya diterapkan pada elemen elektronik. Penyolderan menghasilkan pengikatan permanen antara elemen yang disolder.
  • Paku Keling, yaitu menyatukan dua atau lebih benda dengan melibatkan penggunaan logam berbentuk paku yang kemudian ditempa hingga membentuk setengah lingkaran. Paku keling umumnya digunakan untuk menyambung kerangka kendaraan seperti mobil, truk, kapal, dan pesawat terbang.
  • Adhesive Bonding, yaitu proses penggabungan elemen dengan media lem. Teknologi ini telah lama digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada pembuatan perabot rumah tangga, elektronik, dan peralatan medis.

2. Assembling Tidak Permanen


Adalah penyatuan benda dengan media berulir seperti baut, mur, dan skrup. Operator assembly akan mengencangkan media berulir ke permukaan benda yang akan disatukan. Hasil rakitan tersebut bisa dipisahkan kembali tanpa perlu menghancurkannya, kecuali jika ulir tersebut telah rusak dan tidak bisa lagi digunakan.



Teknik Assembling Dalam Berbagai Industri





Berikut ini adalah teknik assembling yang biasa digunakan oleh operator assembly dalam mengerjakan pekerjaannya:



1. Weld Assembly (Pengelasan atau Perakitan Las)

Pengelasan adalah proses penggabungan logam dengan memanaskan kedua bagian logam tersebut hingga meleleh, kemudian digabungkan menjadi satu. Proses pengelasan ini banyak digunakan dalam industri dan dapat menghasilkan penggabungan yang kuat dan sistemis.

Proses penggabungan logam ini memiliki keunggulan dalam bidang daya tahan dan kekuatannya.


2. Perakitan Mekanis (Perangkat Keras)


Perakitan mekanis adalah salah satu jenis assembly yang menggunakan berbagai fitur pengencang seperti baut, mur, skrup, dan lain sebagainya. Proses ini sangat baik untuk perakitan yang tidak permanen.

Salah satu keuntungan perakitan mekanis adalah kemampuannya untuk mengurangi biaya produksi dan mempercepat waktu pemasangan. 

Proses perakitan mekanis ini sangat baik untuk beberapa aplikasi, diantaranya:

a. Perakitan Sasis

Perakitan sasis pada kendaraan, baik itu mobil maupun motor, seringkali menggunakan perakitan mekanis. Hal ini memungkinkan penggantian bagian-bagian yang rusak dengan lebih mudah dan efisien.

b. Rakitan Kotak atau Box Perkakas

Rakitan kotak seringkali membutuhkan perakitan yang fleksibel untuk memungkinkan penyesuaian dan pemasangan kembali bagian-bagian yang terdapat di dalamnya.



3. Rivet Assembly 

Rivet assembly merupakan salah satu jenis perakitan yang menggunakan rivet atau pin untuk menghubungkan dua atau lebih benda. Rivet merupakan sebuah pin yang terbuat dari logam yang ujungnya ditekuk atau ditekan setelah dimasukkan ke dalam lubang pada benda yang akan dirakit.

Proses Rivet Assembly sangat baik untuk perakitan objek yang memerlukan daya untuk memindahkan serta mengatur bermacam tipe bahan. Hal ini memungkinkan penggunaan Rivet Assembly pada berbagai macam bahan, termasuk logam, kayu, dan plastik.

Sebagai contohnya, Rivet Assembly sangat cocok untuk perakitan struktur bangunan, terutama untuk menghubungkan bahan yang berbeda seperti baja, aluminium, dan kayu. Perakitan ini juga mampu menahan beban berat dan tahan lama.



4. Brazing Assembly

Proses penyambungan dengan menggunakan brazing merupakan salah satu teknik penyambungan logam yang banyak digunakan dalam industri. Operator assembly akan memanfaatkan logam untuk digunakan sebagai  pengisi yang melebur pada suhu tertentu untuk mengikat dua benda logam bersama-sama. Teknik brazing sering digunakan untuk mengikat dua jenis logam yang berbeda, dan proses ini juga mempertahankan kekuatan sambungan antara kedua logam.

Brazing dilakukan dengan memanaskan logam pengisi pada suhu tertentu hingga meleleh, lalu menempelkan logam tersebut pada permukaan yang akan disambungkan. Setelah itu, kedua permukaan logam tersebut dipanaskan sampai suhu logam pengisi meleleh dan mengalir secara merata di antara permukaan yang akan disambungkan. 

Selanjutnya, proses pendinginan dilakukan untuk membuat sambungan antara kedua logam menjadi kuat dan tahan lama.

Salah satu keunggulan dari brazing assembling adalah kemampuannya untuk mengikat dua jenis logam yang berbeda dengan baik. Ini membuat teknik ini sangat populer dalam industri pipa ledeng, parit, bagian elektronik, dan bahkan dalam pembuatan perhiasan.

0 Response to "Pengertian Assembling, Tugas Operator Assembly, Dan Teknik Assembly"

Posting Komentar