Pilih yang Mana Genteng Keramik Vs Tanah Liat? Ini Yang Sebaiknya Kamu Lakukan!

Memilih material bangunan yang berkualitas memang suatu hal yang tricky. Penutup atap atau genteng salah satunya. Karena jenis genteting sendiri cukup banyak. Ada genteng keramik, genteng tanah liat, dan jenis genteng lainnya. Kamu perlu kehati-hatian dalam memilih jenis genteng agar rumahmu terlindungi dengan sempurna. 

Secara khusus, kami akan menjelaskan mengenai kualitas genteng atap, yaitu genteng keramik vs genteng tanah liat, lebih bagus yang mana?


Genteng Keramik




Perbedaan Genteng Keramik Dan Tanah Liat 


Baik genteng keramik maupun genteng tanah liat sejatinya keduanya dibuat dari bahan material utama yang sama, yaitu tanah liat. Namun, karena proses pengolahannya perbedaan maka akan menghasilkan produk dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Nah, untuk mengetahui perbedaan genteng keramik vs tanah liat, simak penjelasan berikut:


1. Genteng Keramik

Sebagaimana telah disinggung di atas, genteng keramik berasal dari bahan utama berupa tanah liat yang ditambahkan dengan pasir kuarsa, zat aditif, dan pelapis. Tanah liat tersebut diolah, dicetak, dan selanjutnya dikeringkan. Kemudian, diberi pelapisan pewarna glasur untuk menghasilkan permukaan genteng yang licin dan mengkilap. Tahapan terakhir yaitu dilanjutkan dengan proses pembakaran mencapai suhu panas 1100 derajat celsius selama 16 hingga 17 jam.


2. Genteng Tanah Liat

Untuk membuat genteng tanah liat tentu bahan dasar yang dibutuhkan adalah tanah liat. Tanah liat kemudian diolah dan dicetak menggunakan mesin otomatis. Tahapan berikutnya adalah pengeringan. Bisa dilakukan secara alami, yaitu dengan angin, ataupun dengan mesin oven. Selanjutnya genteng yang sudah dikeringkan tersebut perlu dihaluskan dengan tujuan untuk membersihkan genteng dari sisa tanah yang menempel di permukaannya. Tahapan terakhir adalah pembakaran di tungku hingga mencapai suhu 600 derjata celcius agar genteng benar-benar matang sehingga produknya lebuh padat, kuat, dan juga kokoh.


Dari penjelasan di atas, maka dapat diketahui perbedaan genteng keramik vs tanah liat, yaitu genteng keramik memiliki permukaan yang lebih mengkilap karena pada saat proses pembakaran, genteng ini diberi lapisan glasur terlebih dahulu. Sedangkan genteng tanah liat memiliki warna yang lebih alami, merah kecoklatan seperti terakota.


Mengenal Keunggulan Dan Kekurangan Genting Keramik Vs Genteng Tanah Liat


A. Genteng Keramik

Karena proses pembuatannya dilakukan dengan pembakaran dengan suhu yang amat tinggi, genteng keramik ini jauh lebih awet dan tahan terhadap api. Bukan hanya itu saja, genteng keramik vs genteng tanah liat, jika dibandingkan keduanya, maka genteng keramik memiliki kelebihan sebagai berikut:

  • Memiliki warna yang lebih tahan lama atau tidak mudah memudar. 
  • Lapisan finishing pada genteng ini membuat permukaan genteng tampak lebih mewah dan mengkilap. 
  • Cocok untuk rumah hunian yang berada di kawasan tropis termasuk Indonesia. 
  • Perawatan genteg keramik sangat mudah dilakukan.
  • Bebas dari resiko serangan serangga dan mempunyai sifat ramah terhadap lingkungan.
  • Material genteng keramik memiliki kemampuan dalam menyerap suhu panas terik matahari dan menyimpan serta melepaskannya kembali ke luar ruang, sehingga ruangan rumah terasa sejuk dan adem.
  • Menggunakan sistem interlock untuk pemasangannya.
  • Memiliki model dan warna yang sangat beragam.

Meski memiliki banyak kelebihan, akan tetapi genteng keramik juga ,mempunyai kekurangan yaitu:

  • Membutuhkan struktur atap yang lebih kuat, karena bobot genteng keramik yang lebih berat dibandingkan genteng tanah liat.
  • Proses pemasangannya dibutuhkan baut agar susunan genteng atap keramik tidak mudah lenpas.

  • Genteng keramik lebih mudah pecah dan kurang tahan terhadap angin.
  • Genteng keramik tidak bisa dipasang pada atap rumah dengan kemiringan lebih dari 30° karena untuk mengurangi risiko kebocoran.


B. Gentang Tanah Liat


Genteng Tanah Liat


Meskipun jika dilihat genteng keramik lebih unggul daripada genteng tanah liat, namun genteng tanah liat ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

  • Memiliki bobot lebih ringan jika dibandingkan genteng keramik, sehingga meminimalkan beban struktur atap.
  • Mudah ditemukan di pasaran karena banyak yang memproduksi.
  • Bisa menahan udara panas dan dingin.
  • Pemasangan relatif mudah dengan sistem inter-locking, yaitu saling mengunci dan mengikat.
  • Tahan terhadap kebisingan.
  • Harga lebih murah jika dibandingkan dengan genteng keramik.


Semenata itu, kekurangan genteng liat jika dibandingkan genteng keramik adalah:


  • Rentan bocor
  • Proses pemasangannya sedikit rumit
  • Warna genteng cepat memudar
  • Genteng tanah liat lebih mudah berlumut sehingga perlu dilapisi cat.


Setelah mengenal genteng keramik vs tanah liat seperti yang telah dijelaskan di atas, tentu kamu jadi lebih paham jenis genteng apa yang terbaik untuk digunakan sebagai atap rumah hunianmu. Pilihlah jenis genteng yang menurut kamu bisa memberikan perlindungan terbaik bagi penghuni rumah. Selain itu, pilihlah jenis genteng yang paling sesuai dengan budget atau anggaran dan juga konsep rumah yang kamu ingin kamu usung.

1 Response to "Pilih yang Mana Genteng Keramik Vs Tanah Liat? Ini Yang Sebaiknya Kamu Lakukan!"

  1. kalimat tersebut ini yang dikutip dari artikel di atas :
    *Proses pemasangannya dibutuhkan baut agar susunan genteng atap keramik tidak mudah lenpas*, adalah SALAH atau KURANG TEPAT..

    pemasangan genteng keramik tidak membutuhkan sekrup dengan kemiringan ideal 30-40 derajat.
    kemiringan diatas 45 derajat baru membutuhkan sekrup.

    Yang penting untuk di-sekrup adalah genteng barisan teratas (pertemuan dengan nok) dan genteng baris terakhir terbawah.

    BalasHapus