Ini Lho Filosofi Rumah Adat Sulawesi Selatan, Ciri Khas, dan Desainnya!

Salah satu alasan yang membuat Indonesia dikagumi bangsa luar adalah keberagaman adat budaya dan juga etnis yang membuat rumah adat di negeri ini ada banyak macamnya. Rumah adat Sulawesi Selatan menjadi salah satu yang mengagumkan karena bentuknya yang unik dan menyimpan banyak makna.

Provinsi yang beribukota di Makassar ini menjadi salah satu yang memiliki banyak suku dan lekat dengan adat budaya yang masih cukup kental. Keberagaman suku ini membuat Sulawesi Selatan tidak hanya memiliki satu rumah adat saja tapi banyak.


Miniatur Rumah Adat Toraja, Sulawesi Selatan


Deskripsi tentang Rumah Adat Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan ditempati oleh banyak suku yang terdiri dari Duri, Maiwa, Pattae, Kajang/Konjo, Endekan, Mandar, Bugis, Makassar, Luwuk, dan juga yang paling terkenal adalah Toraja. Masing-masing suku mendiami wilayah tertentu dan memiliki rumah tradisional dengan ciri khas serta filosofi berbeda. 

Namun dari sejumlah suku di atas, ada lima suku yang paling populer dan rumah adatnya dinilai paling unik yaitu Toraja, Bugis, Makassar, Luwuk, dan juga Mandar. 

Baca juga: Rumah Adat Kalimantan Barat, Ini Inspirasinya!

Filosofi dan Ciri Khas 5 Rumah Adat Sulawesi Selatan

Rumah-rumah adat di Sulawesi Selatan bisa dengan mudah Anda jumpai jika berada di kawasan pelosok. Deretan rumah tradisional ini juga masih digunakan hingga saat ini dan terawat dengan cukup baik. Inilah masing-masing ciri khas dan filosofi dan kelima rumah adat di Sulawesi Selatan yang paling terkenal:


1. Rumah Adat Bugis

Rumah tradisional dari etnis Bugis yang mendiami wilayah Sulawesi Selatan disebut dengan "Saoraja". Keturunan asli dari suku ini sangat menjunjung tinggi warisan nenek moyang sehingga rumah-rumah adat serta budayanya masih terus dilestarikan hingga sekarang. 

Suku ini juga ada yang beragama Islam dan rumah adatnya sudah dikombinasikan dengan unsur Islam bahkan dibuat menghadap ke arah kiblat sama seperti masjid dan mushola. 

Filosofi rumah ini terdapat pada bagian atap yang bersusun tiga, yang menjadi perwakilan / simbol dari tiga kehidupan yaitu alam bawah, tengah, dan atas. Sedangkan karakteristik fisik dari rumah ini sendiri adalah:

  • Rumah berbahan kayu dengan model rumah panggung.
  • Tidak ada satupun paku dalam pembangunan rumah karena setiap materialnya sudah diatur sedemikian rupa agar bisa menyatu tanpa paku. 
  • Memiliki atap berbentuk pelana.
  • Bagian dalam rumah dibagi menjadi tiga bagian penting yaitu Rakkeang (untuk menyimpan barang berharga dan makanan), Bola (sebagai ruang tamu, kamar, dapur, dan ruang makan), serta Awasao (kandang ternak atau gudang pertanian).


2. Rumah Adat Makassar


Nama rumah adat dari suku Makassar adalah "Balla", yang memiliki ciri belasan bahkan puluhan tiang penyangga dengan ketinggian rumah hingga 3 meter dari permukaan tanah. Ciri khas lainnya adalah rumah terbuat dari jerami / ijuk, bambu, nipah, rumbia, serta memiliki atap berbentuk segitiga disebut "Tibaksela". 

Filosofi rumah ini ada di bagian atap yang jika tingkatannya ada 3, maka sang pemilik rumah adalah keturunan bangsawanan. Tapi jika tidak maka pemilik adalah orang biasa. Dibanding suku Bugis, area dalam rumah adat suku Makassar memiliki lebih banyak bagian yang terdiri dari:

  • Dego (teras)
  • Kala Balla (tubuh rumah mulai dari pintu depan hingga pintu belakang)
  • Paddaserang Dallekang (ruang tamu)
  • Paddaserang Tangnga (ruang keluarga)
  • Paddaserang Riboko (kamar anak perempuan)
  • Balla Pallu (dapur)
  • Pammakkang (loteng)
  • Siring (gudang di atas tanah tapi di bawah rumah)


3. Rumah Adat Toraja


Suku Toraja memiliki rumah adat bernama Tongkonan yang ciri khasnya memiliki atap depan dan belakang yang panjang menjulang seolah menunjuk langit. 

Anda dapat menemui desain rumah adat Toraja ini salah satunya di film Jumanji

Jika dilihat dari atas, bagian atap ini mirip dengan tanduk kerbau, tapi ada juga yang menganggapnya lebih mirip dengan perahu terbalik. Ciri khas lainnya adalah:

  • Tiang-tiang penyangga berbentuk bulat.
  • Ada batu besar persegi berukir di dekat tiang utama.
  • Bagian dinding dan lantai adalah papan kayu yang direkatkan tanpa paku.
  • Bagian atap menggunakan daun rumbia.

Salah satu filosofi rumah ini adalah harus menghadap ke arah utara, karena suku Toraja meyakininya sebagai lokasi dari Puang Matua (Yang Mahakuasa).


4. Rumah Adat Luwuk


Ciri khas rumah ini adalah memiliki banyak tiang penyangga berbahan kayu dengan konsep rumah panggung berbentuk segi empat. Keempat sisi rumah memiliki jendela dan pintu dengan ukuran yang sama persis. 

Lalu di bagian atap ada lima tingkatan yang memiliki filosofi sebagai tanda kasta dari sang pemilik rumah. Beberapa bagian rumah juga dilengkapi dengan ornamen ukir bernama parengreng yang menjadi filosofi dari umur panjang. Sedangkan area dalam rumah dibagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari:

  • Sipulung (ruangan untuk tamu)
  • Area tengah (kamar, ruang keluarga atau lainnya)
  • Area belakang (gudang dan dapur)

Baca juga: Rumah Adat Jawa Tengah (Joglo) Beserta Ciri Khasnya

5. Rumah Adat Mandar

Rumah adat suku Mandar sejatinya rumah khas dari Sulawesi Barat. Namun, beberapa orang suku Mandar juga ada yang membangun rumah ini di daerah Sulawesi Selatan.


Salah satu ciri khas rumah adat suku Mandar yang bernama Boyang adalah tiang penyangga rumah tidak bersentuhan langsung dengan tanah melainkan di atas batu datar, dan anak tangga untuk masuk ke rumah berjumlah ganjil. 

Lalu di bagian dinding identik dengan hiasan bermotif suku Mandar. Rumah adat suku ini dibagi menjadi dua yaitu:

  • Boyang Adaq (khusus keturunan bangsawan)
  • Boyang Beasa (untuk orang biasa)


Sedangkan filosofi utama dari rumah suku Mandar adalah bagian depan ada di arah terbitnya matahari karena suku ini meyakini bahwa rumah menghadap ke timur akan memiliki banyak aura positif sekaligus menjadi simbol dari keselarasan hidup untuk manusia.


Model Desain Rumah Adat Sulawesi Selatan

Tidak sedikit wisatawan asing yang ingin melihat secara langsung berbagai rumah adat Sulawesi Selatan sekaligus berkenalan dengan adat dan budayanya. Jika Anda juga tertarik untuk melakukan hal yang sama namun belum bisa datang langsung ke provinsi ini, Anda bisa cek beberapa gambar di bawah ini:

1. Rumah Adat Suku Bugis



2. Rumah Adat Suku Makassar




3. Rumah Adat Toraja



4. Rumah Adat Luwuk 





5. Rumah Adat Suku Mandar atau Boyang




Rumah adat Sulawesi Selatan identik dengan rumah panggung untuk menghindari banjir sekaligus hewan buas. Rata-rata atapnya berbentuk segitiga dan bahkan ada juga yang bersusun tergantung pada kasta dari sang pemilik. 

0 Response to "Ini Lho Filosofi Rumah Adat Sulawesi Selatan, Ciri Khas, dan Desainnya!"

Posting Komentar