9 Model Pagar Batu Alam Beserta Keunggulannya

Batu alam memiliki banyak fungsi. Salah satunya dapat digunakan sebagai material penyusun pagar sebuah bangunan/rumah. Pagar batu alam ini akan mampu mempercantik tampilan eksterior sebuah rumah karena memberikan kesan natural. 

Tak hanya itu, pagar batu alam akan memiliki ketahanan yang bagus, bahkan bisa sampai puluhan tahun. Memang ada beberapa batu alam yang sifatnya menyerap air sehingga bisa memungkinkan untuk ditumbuhi lumut. Jangan khawatir, berikut akan diulas mengenai jenis pagar batu alam yang cocok digunakan di Indonesia yang memiliki iklim tropis.



Keuntungan Penggunaan Pagar Batu Alam


Salah satu bahan material konstruksi pagar yang sedang trend saat ini adalah batu alam. Lalu, apa saja sih sebenarnya kelebihan penggunaan pagar batu alam? Berikut ini ulasannya:

  • Memiliki variasi corak, tekstur, dan warna yang beragam sehingga memudahkan untuk dilakukan inovasi mix and match antara berbagai jenis batu alam, atau bahkan dengan bahan-bahan pabrikasi lainnya. 
  • Dapat dikombinasikan dengan bahan-bahan konstruksi lainnya, seperti model pagar batu alam dengan kombinasi besi.
  • Dapat menampilkan desain pagar yang unik dan berbeda.
  • Melengkapi khasanah arsitektur dan lansekap dalam ruang lingkup dunia konstruksi.
  • Tak hanya mempercantik tampilan eksterior rumah, pagar batu alam juga mampu melindungi dan memberikan rasa aman bagi penghuni di dalamnya.
  • Pagar batu alam jauh lebih stabil dan tahan lama, bisa bertahan sekitar 20 sampai 30 tahun. 

9 Jenis Pagar Batu Alam yang Cocok dengan Iklim di Indonesia


Pagar batu alam menjadi pilihan bagi sebagian besar masyarakat. Mereka menilai pagar batu alam ini lebih menarik, tampilannya natural, efektif dan terjangkau daripada pelapis semen karena tidak harus menganggarkan untuk biaya pengecatan. 

Nah, sebenarnya batu alam jenis apa saja yang bisa digunakan sebagai bahan material penyusun pagar? Berikut ini 9 jenis pagar batu alam yang akan mempercantik tampilan rumah Anda.



1. Pagar tembok dari batu sabak



Memang namanya terdengar aneh, tetapi batu sabak ini yang digunakan sebagai bahan material pagar ini dapat menambahkan kesan alami pada rumah Anda.

Batu sabak merupakan batu alam lempeng yang tipis sehingga ketika diaplikasikan sebagai pagar maka harus ditumpuk-tumpuk berlapis. Jangan khawatir, batu alam ini memiliki daya tahan yang bagus dan sangat kokoh.

Ada beragam warna dari batu sabak ini yaitu hitam agak coklat, abu-abu muda, hijau, dan merah tua. Untuk perawatannya, pagar batu alam ini tidak rewel sehingga Anda tidak perlu melakukan pengecatan dan coating rutin.


2. Pagar batu alam dari batu kewal



Dari berbagai macam material yang bisa dipilih sebagai konstruksi tembok pagar batu alam, batu kewal mungkin bisa menjadi pilihan yang cocok untuk Anda. Batu kewal merupakan batuan beku hasil erupsi lava letusan gunung merapi sehingga memiliki bentuk kasar dan tidak rata. Bentuk dan teksturnya yang tidak rata seperti bongkahan batu tersebut akan memberikan kesan alami yang mampu mempercantik pagar.

Ketika dijadikan tembok pagar rumah, batu kewal umumnya akan ditambahkan dengan pemakaian glossy coating. Tujuannya adalah agar terlihat basah seperti layaknya di alam bebas.

Harga batu kewal lebih mahal dibanding tipe batu lain karena memang keberadaannya yang sulit ditemukan atau terbatas. Karena merupakan jenis volcanic stone, batu kewal hanya bisa Anda temukan di daerah gunung vulkanik, seperti di wilayah Kab. Lumajang.

Untuk mengaplikasikan batu kewal sebagai pilihan material pagar batu alam bukanlah hal mudah karena dibutuhkan seseorang yang ahli di bidangnya. 


3. Pagar Tembok dari Batu Andesit



Di Indonesia, batu andesit ini cukup banyak digunakan sebagai material pagar. Hal ini disebabkan batu ini dinilai memiliki daya tahan yang cukup baik dan minim perawatan. Seperti batu kewal, batu andesit ini juga berasal dari lelehan lava gunung berapi yang sudah membeku.

Ada dua jenis batu andesit yang tersebar di pasaran, yaitu batu andesit polos dan andesit bintik hitam. Keduanya dapat diaplikasikan sebagai pagar batu alam minimalis. Untuk taampilan yang lebih maksimal. Anda dapat memberikan sentuhan akhir berupa poles doff atau kilap.


4. Pagar Tembok dari Batu Palimanan



Selanjutnya Anda dapat menggunakan batu palimanan sebagai material pagar batu alam minimalis modern. Tampilannya yang elegan sangat cocok ditempatkan di bagian depan rumah sebagai pagar. Karena memiliki warna yang terang dan berpori-pori cukup besar, sebaiknya pagar batu alam palimanan ini harus segera diberi zat pelapis khusus sebagai finishing pembangunan pagar.

Dengen pemberian zat pelapis tersebut, pagar akan memiliki daya tahun yang kuat terhadap serangan pertumbuhan lumut. Jangan lupa untuk melapisinya secara rutin ketika zat pelapisnya sudah mulai memudar. Harga batu alam palimanan ini cukup terjangkau dibandingkan dengan harga jenis pagar batu alam lainnya.

Secara tampilan eksteriornya, batu palimanan ini cocok dipadukan dengan tumbuhan hijau. Bentuk dan teksturnya yang tidak berlebihan membuat model pagar batu alam ini sangat cocok untuk Anda yang menyukai desain minimalis.

5. Pagar batu alam bronjong


Selanjutnya batu alam yang cocok dipakai untuk pagar rumah adalah batu bronjong. Batu-batu tersebut dimasukkan ke dalam kotak kawat bronjong dengan ukuran tertentu. Jenis batu alam ini tidak hanya cocok digunakan sebagai pagar rumah, namun juga dapat diaplikasikan pada bangunan seperti pabrik/industri.

Untuk pengaplikasiannya, pagar batu bronjong dikombinasikan dengan kawat baja berlapis galvanis atau kawat PVC sehingga akan terbentuk menyerupai ‘kandang-kandang’ batu. 

Selain dapat digunakan sebagai material pagar, batu bronjong ini juga dapat difungsikan sebagai penahan longsor. 


6. Pagar Tembok dari Batu Kali



Batu kali meriupakan sebuah material alam berupa bongkahan bebatuan yang berasal dari sungai atau pegunungan. 

Seringnya batu kali dipakai sebagai fondasi dan juga pagar rumah/bangunan. Untuk penempatan sebagai pagar, batu kali ini cocok dipasang di dekat kolam renang atau air mancur. Pasti bakalan menambah kesejukan area sekitarnya!

Karakter batu kali adalah memiliki daya tahan yang kuat sehingga tidak mudah rusak ataupun patah karena perubahan-perubahan cuaca yang sering terjadi. Oleh karenanya, pagar dengan material batu kali ini bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan terbaik untuk Anda.


7. Pagar Batu Alam dengan Kombinasi Besi



Sebagaimana disinggung sebelumnya bahwa pagar dari batu alam ini dapat dikombinasikan dengan bahan konstruksi lain, seperti besi. Pagar batu alam yang dikombinasikan dengan besi ini akan menampilkan kesan minimalis sehingga sangat cocok jika diaplikasikan pada rumah dengan desain minimalis pula.

Dengan memadukan batu alam dan besi, pagar batu alam jenis ini tentu saja akan membuat rumah Anda menjadi lebih menarik, elegan, dan juga indah. 

Sebagai antisipasi saja, rumah dengan model pagar batu alam yang dikombinasikan dengan besi ini tentu saja membutuhkan biaya lebih. Karena Anda harus membeli dua jenis material utama yaitu, batu alam dan juga besi. 

Namun, jika Anda menginginkan tampilan rumah minimalis modern yang elegan, kenapa tidak untuk memiliki model pagar batu alam dengan kombinasi besi ini.


8. Pagar Batu Alam Templek 


Pagar batu templek merupakan pagar tembok yang terbuat dari batu alam templek yang berupa lempengan-lempengan batu.

Karena memiliki bentuk yang acak dengan ukuran yang beragam mulai dari 10 cm sampai 70 cm, proses pemasangannya membutuhkan seoarang ahli. Ketika sudah terpasang, pagar batu alam ini akan terlihat seperti puzzle yang tersusun indah dan unik dengan menampilkan kesan natural.

Selain berpola acak, ada juga batu templek yang berbentuk persegi namun harganya lebih mahal karena bisa mempermudah proses pemasangan pada konstruksi pagar bangunan.


9. Pagar Batu Alam Limestone




Limestone merupakan batuan yang berasal dari dasar laut. Proses pembentukannya bahkan sudah terjadi sejak 30 sampai 500 juta tahun lalu melalui adanya endapan mahluk hidup di dasar laut seperti dari kerang, ikan purba dan kalsium. Dengan prosesnya yang panjang terssebut akhirnya terbentuklah  lapisan batu kapur yang dinamakan limestone atau batu alam serai bali putih ini.

Batu alam ini sangat cocok untuk diaplikasikan sebagai dinding pagar. Karakteristiknya yang keras akan membuat pagar batu limestone ini tidak mudah roboh. Selain itu, ukurannya yang acak tidak beraturan akan memberikan nilai daya tarik tersendiri ketika sudah dipasang menjadi sebuah konstruksi pagar.


Cara Maintenance Pagar Batu Alam


Adapun perawatan yang dibutuhkan agar pagar batu alam ini awet dan terhindar dari serangan lumut adalah:

  • Membersihkannya dengan menggunakan sikat kawat. Jika kotorannya masih membandel Anda bisa menggunakan sabun khusus penghilang noda dan jamur. Setelah itu, Anda dapat mencuci pagar batu alam ini sampai bersih dan kemudian dikeringkan.
  • Agar pagar batu alam tetap awet dan indah dibutuhkan proses coating. Coating ini dapat dilakukan setiap 2 -3 tahun sekali.


Itulah sejumlah informasi mengenai berbagai model pagar batu alam dan keunggulannya. Semoga berbagai alternatif pilihan di atas dapat memudahkan Anda untuk memilih jenis pagar batu alam yang cocok untuk rumah idaman Anda.

0 Response to "9 Model Pagar Batu Alam Beserta Keunggulannya"

Posting Komentar