Apa itu Hutan Mangrove? Ini 12 Manfaat Tanaman Bakau!

Penggunaan istilah “mangrove” untuk penyebutan ekosistem hutan di daerah sepanjang pantai sebenarnya sudah tepat digunakan daripada hutan “bakau”. Karena bakau merupakan salah satu dari jenis tumbuhan lain yang hidup di hutan mangrove. Lalu, apa itu sebenarnya hutan mangrove dan apa saja manfaat tanaman bakau?

Hutan mangrove dapat diartikan sebagai suatu ekosistem hutan yang tumbuh di dua kawasan gabungan sekaligus, yaitu komponen daratan dan komponen lautan. Di dalam hutan mangrove tersebut juga hidup berbagai kelompok flora dan fauna yang saling bergantung satu dengan yang lainnya.



Apa itu Hutan Mangrove?

Hutan mangrove adalah kelompok jenis tumbuhan (vegetasi) yang tumbuh di daerah sepanjang garis pantai tropis sampai sub-tropis dan didonimasi oleh tanaman bakau dengan fungsi dan manfaatnya yang luar biasa bagi suatu daerah kawasan pantai. 

Jadi, ringkasnya hutan mangrove adalah suatu jenis hutan yang ditumbuhi pepohonan secara khusus tumbuh di daerah pasang surut terutama tempat dimana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik.

Tanaman-tanaman dalam hutan mangrove ini umumnya tumbuh di pantai yang terlindung, laguna, ataupun muara sungai sehingga tanamannya akan tergenang saat terjadi pasang dan bebas dari genangan pada saat surut.

Tanaman-tanaman di hutan mangrove ini akan tumbuh bertoleransi dan beradaptasi terhadap garam karena memang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur.


Ciri-Ciri Hutan Mangrove



Adapun karakteristik dari hutan mangrove adalah sebagai berikut :

  1. Jenis vegetasi mangrove tumbuh pada daerah pasang surut (intertidal) dengan sifat tanahnya yang berlumpur, berlempung, dan berpasir.
  2. Daerah kawasan hutan mangrove akan tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari maupun bagian daerahnya yang hanya tergenang pada saat terjadi kenaikan air laut atau pasang.
  3. Terdapat pasokan air tawar yang cukup dari darat sehingga memasuki kawasan hutan mangrove.
  4. Terlindungi dari arus pasang surut yang kuat dan gelombang air laut yang besar.
  5. Air bersalinitas payau dengan kadar 2-22 per mil hingga asin mencapai 38 per mil.


Manfaat Tanaman Bakau dan Ekosistem Mangrove

Keberadaan tanaman bakau dalam sebuah ekosistem hutan mangrove memiliki begitu banyak manfaat. Namun, masyarakat banyak yang belum menyadarinya. Berikut ini adalah sejumlah manfaat tanaman bakau yang tumbuh dalam ekosistem mangrove:

1. Menjadi habitat bagi satwa langka



Tanaman bakau yang tumbuh dalam sebuah ekosistem hutan mangrove sering menjadi habitat jenis-jenis satwa. Mereka tediri dari 100 jenis burung hidup di daratan lumpur yang luas berbatasan dengan hutan mangrove. 

Salah satu jenis burung langka yang menjadikan hutan mangrove sebagai habitatnya adalah Blekok Asia (Limnodrumus semipalmatus).


2. Mencegah terjadinya bencana alam

Kekuatan akar tanaman bakau dalam sebuah vegetasi hutan mangrove dapat melindungi kawasan sekitarnya, termasuk bangunan yang berdiri di daerah intertidal tersebut. Vegetasi alami tersebut mampu mencegah kerusakan yang diakibatkan terpaan badai atau angin yang bermuatan garam melalui proses filtrasi.

3. Pengendapan lumpur

Tanaman bakau mampu membantu proses pengendapan lumpur. Dengan demikian, air laut akan terjaga kualitasnya karena terhindar dari endapan lumpur erosi. 

Mengendapnya lumpur secara cepat akan mampu menghilangkan racun dan unsur hara air karena bahan-bahan tersebut seringkali terikat pada partikel lumpur.

4. Penambah unsur hara

Ekosistem hutan mangrove mampu memperlambat aliran air sehingga terjadi pengendapan. Seiring dengan tersebut unsur hara yang berasal dari berbagai sumber akan mengendap dan menambah kesuburan pada tanah atau areal pertanian di sekitar pantai.

5. Penambat bahan-bahan pencemar (racun)

Beberapa spesies yang hidup dalam hutan mangrove memiliki kemampuan yang secara aktif membantu proses penambatan racun. Mangrove mampu berfungsi sebagai biofilter yaitu secara alami akan mampu menyaring, mengikat dan memerangkap polusi atau bahan pencemar baik berupa sampah maupun limbah buangan pabrik atau rumah tangga.

6. Konservasi sumber alam dalam kawasan (in-situ) dan luar kawasan (ex-situ)

Hasil alam in-situ dalam sebuah ekosistem hutan mangrove dapat dimanfaatkan secara langsung yang mencakup semua fauna dan hasil pertambangan atau mineral. 

Sementara itu sumber alam ex-situ yang dapat dimanfaatkan mencakup semua produk alamiah di hutan mangrove yang digunakan oleh masyarakat di kawasan pantai tersebut. Selain itu hutan mangrove juga menjadi sumber makanan bagi organisme lain.

7. Sebagai sumber plasma nutfah (bank genetik)

Manfaat tanaman bakau dalam hutan mangrovee selanjutny adalah sebagai sumber plasma nutfah. Hutan mangrove mampu mampu memberikan kehidupan liar bagi jenis-jenis satwa komersial dan juga berbagai koleksi jenis tanaman mangrove langka khususnya. 

10. Sebagai sarana rekreasi dan pariwisata



Ekosistem hutan mangrove memiliki nilai estetika tersendiri yang tidak dimiliki oleh objek wisata lainnya, baik dari faktor alamnya maupun dari kehidupan yang ada di dalamnya. 

Kamu dapat mengunjungi berbagai objek wisata hutan mangrove yang telah dikembangkan baik oleh pemerintah maupun oleh swakelola masyarakat pesisir ataupun oleh pihak swasta. Di antara objek wisata hutan mangrove yang sudah berdiri yaitu di Muara Angke (DKI), Sinjai (Sulawesi Selatan),  Denpasar (Bali), Banyuwangi (Jawa Timur), Probolinggo (Jawa Timur), Cikeong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), dan masih banyak lagi daerah lainnya.

Dengan kekhasannya, hutan mangrove memberikan atmosfir yang yang berbeda dengan obyek wisata lainnya. Karakteristik hutan mangrove yang lokasinya di peralihan antara darat dan laut mempunyai keunikan dalam berbagai hal. Wisatawan dapat menggunakan alat transportasi seperti perahu untuk menikmati keindahan hutan mangrove.

9. Sarana Pendidikan dan Penelitian

Hutan mangrove dapat dimanfaatkan sebagai objek penelitian dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mahasiswa dapat secara langsung terjun ke "laboratorium lapang" ini untuk meneliti ekosistem hutan mangrove.

10. Penyerapan karbon

Proses fotosintesis pada tumbuhan berproses dengan cara mengubah karbon anorganik ( 𝑂2 ) menjadi karbon organik dalam bentuk bahan vegetasi. Kemudian bahan ini akan membusuk dan selanjutnya terlepas ke atmosfer sebagai 𝐢𝑂2

Hal ini berbeda dengan hutan mangrove yang justru bahan organiknya tidak mudah membusuk. Karena itu, ekosistem hutan mangrove ini memiliki manfaat sebagai penyerap karbon dibanding dengan sumber karbon.

11. Memelihara iklim mikro

Manfaat tanaman bakau selanjutnya adalah kemampuannya untuk memilihara iklim mikro melalui evapotranspirasi, yaitu dengan menjaga kelembaban dan curah hujan kawasan tersebut.

12. Mencegah berkembangnya tanah sulfat masam

Keberadaan hutan mangrove dapat mencegah teroksidasinya lapisan horizon sulfidik (pirit) sehingga tanahnya akan terlindungi dari sulfat masam.

0 Response to "Apa itu Hutan Mangrove? Ini 12 Manfaat Tanaman Bakau!"

Post a Comment