Ketentuan Lapangan Tolak Peluru Disertai Gambarnya

Tolak peluru adalah salah satu nomor yang diperlombakan dalam nomor lempar pada cabang olahraga atletik. Sesuai dengan namanya, maka pemain berdiri di lapangan untuk mendorong peluru dengan satu tangan menuju tujuan sektor lemparannya.

Lapangan olahraga tolak peluru mempunyai bentuk lingkaran dengan ukuran panjang diameternya adalah 2,135 meter. Berikut ini selengkapnya mengenai ketentuan lapangan tolak peluru beserta aturan permaianannya.


Ukuran dan Spesifikasi Lapangan Tolak Peluru


Berikut ini kami berikan gambar lapangan tolak peluru dan penjelasan detail pada tiap-tiap bagian lapangan:



Keterangan gambar lapangan tolak peluru di atas bisa diuraikan penjelasannya di bawah ini:

  • Lingkaran lapangan tolak peluru terbuat dari bahan yang dapat dilengkungkan seperti besi, baja atau bahan lainnya. Adapun tebal lingkaran tersebut minimumnya adalah 6 mm dan harus dicat putih.
  • Gairs tengah lingkaran lapangan tolak peluru adalah 2.135 m.
  • Bagian atas lapangan lingkaran tolak peluru harus rata dengan permukaan tanah luarnya.
  • Lingkaran lapangan pada bagian dalamnya dibangun dengan menggunakan semen, aspal atau bahan material konstruksi lain yang padat, tetapi tidak licin.
  • Permukaan dalam lingkaran lapangan tolak peluru harus datar, yaitu dengan ketentuan lebih rendah 20 mm-6 mm dari bibir atas lingkarannya.
  • Pada bagian kanan dan kiri lingkaran dibuatkan garis dengan lebar 5 cm dan dibuat menjulur sepanjang 0,75 m dengan menggunakan cat. 
  • Dilengkapi dengan balok penahan yang terbuat dari kayu atau bahan lain. Bentuk balok penahan dibuat dengan menyesuaikan dalam sebuah busur/lengkungan. Panjang balok penahan berisar antara 1,21- 1,23 m di dalam, dengan lebar balok 11,2-30 cm, dan tebalnya adalah 9,8-10,2 cm. 
  • Sektor yang digunakan sebagai daerah tujuan lemparan para pemain membentuk sudut 45 derajat dari titik tengah lingkaran tolak.


Spesifikasi Peluru dalam Permainan Tolak Peluru

Berikut ini adalah spesifikasi peluru menurut IAAF yang harus digunakan dalam olahraga tolak peluru:

  • Terbuat dari material padat besi utuh keras (solid iron), tembaga atau kuningan atau logam lain yang tidak lebih lunak dari pada kuningan atau kulit suatu bahan metal yang keras;
  • Peluru diisi dengan timah atau bahan lain.
  • Peluru berbentuk bulat bola dengan permukaan yang halus licin. 
  • Nilai kekerasan dan tingkat kekerasannya N7 (tidak kurang dari 1.6um atau mikrometer) sehingga peluru bisa halus licin.
  • Berat peluru yang digunakan untuk putri 3 kg, 4 kg dengan diameter 95-110 mm. Sedangkan untuk putra peluru yang digunakan memiliki berat 5 kg, 6 kg, atay 7 kg dengan diameternya 110-130 mm.

Atletik Tolak Peluru via www.insidethegames.biz

Aturan Permaianan Tolak Peluru


Sebagai nomor lempar, tolak peluru mempunyai karakteristik sendiri ddalam permaianannya yaitu peluru tidak dilemparkan, akan tetapi ditolakkan atau didorong oleh bahu pemain dengan satu tangannya.

Cara memegang peluru tidak seperti memegang pasir. Melainkan, pemain meletakkan peluru pada pangkal jari-jarinya. Peluru diletakkan pada keempat jari pemain, yaitu tiga jari dan ibu jari, dengan cara sedikit ditekuk di bawahnya. Namun, untuk jari kelingking dan ibu jari agak jauh lebih ke dalam sedikit sehingga peluru tidak sampai jatuh dari cengkeraman jari-jari pemain.

Pemain tolak peluru tidak diperkenankan meninggalkan lingkaran lapangan sebelum peluru jatuh ke tanah. Pemain harus keluar dalam posisi berdiri melalui lingkaran bagian belakang. 

Jika dalam perlombaan tersebut terdapat lebih dari 8 peserta maka diberikan kesempatan 3 kali tolakan, dan 8 orang terbaik masuk ke babak berikutnya untuk melakukan tiga kali kesempatan menolak lagi.

Itulah ulasan mengenai lapangan tolak peluru dan gambarnya, serta spesifikasi peluru yang digunakan. Bagi kamu yang ingin membangun lapangan tolak peluru, ketentuan-ketentuan di atas haruslah dipatuhi karena merupakan ukuran standar dalam pembuatan lapangan atletik ini.

0 Response to "Ketentuan Lapangan Tolak Peluru Disertai Gambarnya"

Posting Komentar