DPR Protes Pengadaan Helikopter di Kementrian Perhubungan


Jakarta - Dinilai helikopter belum dibutuhkan, pengadaan helikopter di Kementrian Perhubungan mendapatkan protes dari DPR. Yoseph Umar Hadi yang merupakan Anggota Komisi V DPR RI, menjelaskan sebaiknya Kementerian Perhubungan memesan lebih banyak kapal laut daripada helikopter. Karenanya Yoseph menilai Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut yang memesan helikopter, akan lebih banyak menggunakan kapal.

"Dalam rangka pengadaan lelang helikopter, lebih baik memesan kapal laut," ujar Yoseph, saat dihubungi, Jumat (13/11/2015).

Yoseph menilai Kementerian Perhubungan tidak efisien dalam menggunakan anggarannya. Jika ingin memakai kapal laut, lebih baik untuk meminjam di Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Laut yang sudah memilikinya.

"Kalau helikopter bisa memberitahukan Kemenhan koordinasi ada pencurian laut, ikan di laut, bajak laut, angkatan laut juga bisa minta tolong," kata Yoseph.

Yoseph memaparkan jika semua Kementerian dan Lembaga melakukan pengadaan lelang helikopter, akan ada banyak pengadaan yang hanya membuang-buang uang negara.

"Kalau masing-masing kementrian membeli helikopter, disana beli disini beli tidak efektif," ujarnya.

Sebelumnya telah diketahui Kementerian Perhubungan telah melelang paket satu helikopter di Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai senilai Rp 267.728.876.500. Selain itu, dua unit helikopter bersayap putar dengan Flight Inspection System (Console Aviionics) di Direktorat Kalibrasi Kelayakan Udara dengan nilai harga sekitar Rp 500 miliar.

Baca juga : Lelang Menjurus ke Merk Tertentu, Pengadaan Helikopter di Kemenhub Diduga Melanggar UU

Uchok Sky Khadafi  selaku Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) menyampaikan tiga helikopter yang akan dilelang senilai Rp 767,7 miliar. Dari pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukannya atas dokumen lelang, Uchok mengaku banyak menemukan pelanggaran atas peraturan pemerintah dengan konsekuensi dapat merugikan negara.

"Ada dugaan potensi kerugian negara sebanyak 20 hingga 30 persen dari total anggaran tiga pengadaan helikopter itu," kata Direktur Center of Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi.

0 Response to "DPR Protes Pengadaan Helikopter di Kementrian Perhubungan"

Posting Komentar