Mengenal Jenis Dan Perbedaan Mur Dan Baut

Fungsi mur dan baut dalam assembly (perakitan) adalah sebagai elemen penyambung atau pengikat yang membantu menjaga kestabilan suatu struktur atau komponen. Namun, dari sebagian kita sering bingung tentang perbedaan mur dan baut.

Mengetahui perbedaan keduanya ini cukup penting, agar tahu masing-masing fungsi dari dua komponen yang tidak bisa dipisahkan tersebut. Muda dan baut dipasangkan agar berguna untuk menciptakan "kuncian". Mur digunakan untuk memperkuat sambungan antar bagian dan memastikan kestabilan, sedangkan baut digunakan untuk mengatasi gaya tarik dan tekan pada bagian yang diikat. Keduanya bekerja sama untuk memastikan bahwa suatu konstruksi atau peralatan tetap aman, stabil, dan normal.





3 Perbedaan Mur dan Baut 


Tujuan mengetahui perbedaan mur dan baut adalah agar Anda bisa menentukan penggunaan yang tepat pada suatu konstruksi atau peralatan. Selain itu, dengan mengetahui perbedaan antara mur dan baut, Anda juga dapat memastikan bahwa kualitas dan keamanan konstruksi tetap terjaga. Pengetahuan tentang kedua elemen ini juga berguna dalam menentukan jenis bahan, ukuran, dan desain suatu assembly yang sesuai untuk mencapai hasil yang optimal.







1. Posisi Ulir dan Cara Kerjanya

Ulir adalah bagian penting dalam mur dan baut, yang membantu untuk memastikan kedua bagian tersebut terikat dengan kuat dan aman. Ulir pada mur berada pada bagian dalam sehingga tidak terlihat dari luar. Sedangkan pada baut, ulir berada di luar.

Perbedaan posisi ulir dan baut ini tidak terlepas dari fungsi dan cara kerja dari ulirnya. Baut akan masuk ke cincin dari mur dan diputar, sehingga ulir kedua bahan akan saling menyatu dan membentuk ikatan yang kuat. Ini berbeda dengan mur yang ulirnya berada dalam sehingga ikatan antara kedua material tidak terlihat dari luar.


2. Panjang Ulir

Perbedaan mur dan baut selanjutnya adalah masih terkait dengan ulir. Selain posisinya yang berbeda, panjang antara ulir mur dan ulir pada baut juga berbeda. 

Panjang ulir pada mur akan seiring dengan panjang bagian silindernya. Jika bagian silinder pada mur panjang, maka ulir pada mur akan lebih panjang pula. Ini sangat penting untuk memastikan bahwa bagian mur dan bagian yang akan disatukan terikat dengan kuat dan aman.

Sedangkan untuk baut, variasi panjang ulir bisa berbeda-beda. Beberapa jenis baut memiliki ulir yang berlangsung dari bagian bawah kepala hingga ujungnya, sedangkan jenis lain hanya memiliki ulir pada setengah panjang batang. Walaupun berbeda-beda, tetap saja ulir pada baut memiliki fungsi yang sama, yaitu memastikan kedua bagian terikat dengan kuat dan aman.


3. Ukuran Mur dan Buat Berbeda


Secara visual, kita bisa melihat perbedaan ukuran antara kedua jenis ini. Mur cenderung memiliki ukuran yang relatif sama dan tidak terlalu panjang. Ini membuatnya cocok untuk aplikasi yang memerlukan pemasangan dengan jarak yang lebih pendek.

Sedangkan baut, yang terdiri dari bagian kepala dan badan yang berulir, memiliki berbagai macam varian ukuran. Baut memiliki ukuran yang lebih panjang daripada mur, dan membuatnya cocok untuk aplikasi yang memerlukan pemasangan dengan jarak yang lebih jauh.

Perbedaan ukuran ini mempengaruhi bagaimana kedua jenis ini digunakan dan pada situasi apa saja. Dalam menentukan pilihan mur dan baut, penting untuk mempertimbangkan ukuran yang diperlukan dan jenis aplikasi yang akan dilakukan.


Jenis Baut dan Mur


A. Jenis Baut


Berikut adalah beberapa jenis baut yang sering digunakan, antara lain:


1. Carriage Bolts




Baut ini sering digunakan untuk penggabungan bahan berjenis kayu. Struktur lehernya berbentuk persegi empat dan kepalanya berbentuk kubah. Bentuk ini berfungsi sebagai pengerat komponen dan membuat sambungan kuat.


2. Square Head Bolts






Baut ini memiliki kepala berbentuk segi empat dan populer digunakan dalam berbagai pekerjaan konstruksi dan industri berat.


3. Flange Bolts




Baut ini memiliki struktur bubungan (flens) di bagian bawah kepalanya. Struktur ini dirancang untuk memberikan kekuatan tambahan pada sambungan baut dengan menggunakan washer.


4. Hex Bolts




Baut ini memiliki kepala berbentuk segi enam dan sering digunakan dalam berbagai pekerjaan reparasi dan konstruksi. Jenis bahan baku baut ini bervariasi sesuai dengan komponen yang hendak digabungkan.


Dengan memahami jenis-jenis baut ini, anda dapat memilih jenis baut yang sesuai dengan kebutuhan dan membuat sambungan yang kuat dan tahan lama.


B. Jenis Mur


Mur merupakan bagian penting dalam memperkuat dan mengikat bagian-bagian mesin atau konstruksi. Ada beberapa jenis mur yang memiliki fungsinya masing-masing. Berikut ini adalah tiga jenis mur yang sering digunakan.


1. Mur Segi Enam



Mur segi enam memiliki bentuk seperti hexagonal plain nut dan sering digunakan dalam berbagai industri. Bentuk ini memudahkan dalam proses instalasi dan memiliki tingkat kekuatan yang baik.


2. Castellated Nut



Jenis mur ini memiliki kepala bagian atas yang berbentuk mahkota dan memiliki slot pengunci. Kepala berbentuk mahkota ini berfungsi mengatur dan mengunci posisi mur agar tetap stabil.


3. Mur Pengunci




Lock nut atau mur pengunci memiliki dimensi yang lebih tipis daripada jenis mur lainnya. Fungsinya sebagai pengunci bagian bawah mur utama dalam menghubungkan bagian-bagian yang terpisah.

Baut dan mur memiliki peran masing-masing dalam membangun mesin atau konstruksi. Pemilihan baut dan mur yang tepat akan mempengaruhi kekuatan dan stabilitas suatu konstruksi atau mesin. Pastikan untuk mempertimbangkan spesifikasi dan kebutuhan sebelum memilih baut dan mur yang akan digunakan.

0 Response to "Mengenal Jenis Dan Perbedaan Mur Dan Baut"

Posting Komentar