13 Fungsi, Manfaat, Dan Kelebihan Bambu Petung

Indonesia merupakan salah satu negara yang bisa ditumbuhi pohon bambu dengan subur. Di dunia ini sedikitnya terdapat 159 jenis bambu dan 88 diantaranya merupakan endemik Indonesia. Salah satu bambu Indonesia yang dikenal dunia adalah bambu petung karena memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan jenis bambu lain.

Bambu petung atau bambu betung memiliki nama ilmiah Dendrocalamus Asper. Bambu petung memiliki nama-nama tersendiri pada tiap-tiap daerah, seperti awi bitung (Sunda), pring petung (Jawa), awo petung (Bugis), dan bambu swanggi (Papua).

Bambu petung sendiri dapat tumbuh hingga mencapai panjang 14 meter. Memiliki ruas yang berkisar antara 50-70 cm, dengan diameter bambu 6 – 17 cm. Dengan tebal lapisan dinding bambu 10-15, bambu petung ini biasa tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan pada ketinggian 2000 mdpl. 


Klasifikasi Bambu Petung


Asal mula tumbuhan bambu petung masih menjadi perdebatan, akan tetapi pohon diperkirakan berasal dari wilayah Asia Tenggara. Kemudian, dikenalkan ke berbagai negara mulai dari Ghana, Benin, Kongo, Kenya, sampai Madagaskar. Sesuai dengan asal mulanya, saat ini bambu petung banyak ditemukan di wilayah Asia tropis.

Sementara itu klasikfikasi atau kelas bambu petung dalam ilmu botani dapat dijelaskan di bawah ini:

  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas: Liliopsida (Berkeping satu / Monokotil)
  • Sub Kelas: Commelinidae
  • Ordo: Poales
  • Famili: Poaceae (Suku rumput-rumputan)
  • Genus: Dendrocalamus
  • Spesies: Dendrocalamus Asper Backer



Fungsi Dan Kelebihan Bambu Petung


Bambu petung ini memiliki banyak fungsi dan kelebihaan. Secara garis besar terdapat 5 fungsi bambu petung, yaitu sebagai tumbuhan penahan tebing, pengikat tanah agar tidak mudah longsor, mencegah terjadinya abrasi sungai, penampung dan meresapkan air ke dalam tanah, dan sebagai habitat satwa liar.






Terdapat sejumlah kelebihan bambu petung ketika dibandingkan jenis bambu lainnya, yaitu:

  1. Batang bambu petung kuat, ulet, lurus, rata, keras, mudah dibelah, mudah dibentuk dan mudah dikerjakan, serta ringan.

  2. Dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan kayu struktural untuk bahan konstruksi tiang, konstruksi rumah, perancah atau scaffolding, rangka gudang tembakau, dan juga jembatan.

  3. Cocok digunakan sebagai bahan bangunan dan kontruksi di daerah rawan gempa.

  4. Memiliki batang atau buluh yang tebal sehingga lebih kuat dan awet sebagai penyangga bangunan.

  5. Bambu petung laminasi memiliki ketahanan yang bagus baik dari serangan rayap, jamur, dan lain sebagainya.

  6. Memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena dapat diolah menjadi furnitur, alat musik, sumpit, peralatan rumah tanggan, alat panahan, dan produk kerajinan lainnya.

  7. Ruas batang bambu betung dipakai sebagai wadah untuk air dan/atau sebagai alat memasak.

  8. Batang bambu petung yang sedang atau biasa dikenal rebung dapat dimakan dan memiliki rasa yang lebih enak, manis, dibandingkan jenis rebung bambu lainnya.







Cara Budidaya Bambu Petung






Bambu Betung dapat tumbuh subur pada tanah-tanah aluvial yang lembab. Namun bukan berarti bambu petung ini tidak bisa tumbuh di tempat-tempat kering. Bambu petung ini dapat tumbuh dengan baik pada berbagai jenis tanah.

Karena kelebihan bambu petung yang cukup banyak, membuat bambu ini banyak diincar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Banyak kegiatan penabangan bambu petung di wilayah hutan tanpa upaya budidaya. Alasan mereka adalah karena minimnya pengetahuan tentang budidaya bambu.

Bambu betung bisa dibudidayakan dengan cara setek rhizom, setek buluh (batang), setek cabang, layering (cangkok dan runduk), dan kultur jaringan. Budidaya bambu petung yang paling sering dlakukan adalah dengan setek cabang dan setek cabang karena mempunyai beberapa kelebihan diantaranya adalah dapat menghasilkan bahan tanaman yang cukup banyak, dan tidak memerlukan tempat yang luas.

0 Response to "13 Fungsi, Manfaat, Dan Kelebihan Bambu Petung"

Posting Komentar