Apa itu Limbah B3? Ini Jenis dan Cara Pengelolaannya yang Baik dan Benar

Saat menangani sampah limbah, Anda harus berhati-hati dan mengetahui jenis-jenis limbah yang berbahaya sehingga bisa mengancam lingkungan serta kesehatan manusia. Jenis limbah ini disebut dengan nama limbah B3.

Sayang sekali banyak sejumlah pabrik/industri yang tidak menyadari bahwa limbah yang dihasilkannya termasuk kategori limbah B3, sehingga dengan mudah mereka melepaskannya ke sungai, laut, dan badan air lain tanpa pengolahan, padahal limbah tersebut dapat membahayakan lingkungan dan mahluk hidup di sekitanya.

Berikut berbagai informasi tentang limbah B3, mulai dari pengertian, karakteristik, jenis-jenisnya, sampai dengan cara mengelola atau penanganan limbah B3 yang baik dan benar.



Pengertian Limbah B3

B3 merupakan kependekan dari bahan berbahaya dan beracun. Limbah B3 adalah suatu limbah atau buangan yang mengandung zat beracun dan berbahaya yang bisa merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan bisa mengancam kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. 

Selain dari kegiatan pabrik atau industri, limbah B3 juga bisa dihasilkan oleh rumah tangga. Beberapa limbah B3 dari rumah tangga yaitu pembersih ruangan atau kamar, pemutih pakaian, detergen pakaian, pengharum ruangan, dan masih banyak lagi.

Karakteristik Limbah B3

Adapun karakteristik limbah B3 adalah mudah meledak, reaktif, mudah menyala, korosif, infeksius, dan beracun. Untuk menentukan apakah suatu zat itu mempunyai salah satu dari beberapa karakteristik tersebut maka harus dilakukan uji karakteristik terlebih dahulu.

Misalnya pada limbah yang mudah meledak, limbah jenis ini akan berbahaya apabila meledak di suhu 25 derajat Celcius dan tekanan 760 mmHg. 

Limbah yang mudah menyala bisa diuji dengan pensky martens closed cup, sedangkan untuk karakteristik beracun pada limbah B3 bisa diuji dengan Uji Toksikologi LD50 dan TCLP. 

Jenis Limbah B3

Berdasarkan PP Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, limbah B3 bisa dibedakan berdasarkan sumber dan bahayanya. 

Berdasarkan bahayanya, limbah B3 bisa dibedakan menjadi dua jenis. Yaitu kategori 1 dan kategori 2, limbah B3 kategori 2 mempunyai bahaya yang lebih besar dibanding kategori 1. Contoh limbah B3 kategori 1 adalah benzena, metanol, kresol, aseton, tetrakloroetilen, dan sebagainya. 

Sedangkan untuk zat pencemar yang masuk dalam kategori 2 adalah kemasan bekas B3, debu dan fiber asbes putih, minyak pelumas bekas, penukar ion, filter bekas dari fasilitas pengendalian pencemaran udara, limbah elektronik, dan sebagainya.

Berdasarkan dari sumbernya, limba B3 bisa dibedakan dari sumber atau industri yang menghasilkan limbah tersebut. Ada banyak industri yang menghasilkan limbah ini dalam proses produksi mereka. Diantaranya adalah pupuk, pestisida, petrokimia, kilang minyak dan gas bumi, baja, pelebur besi dan baja, dan sebagainya. 

Cara Pengelolaan Limbah B3


Kegiatan pembangunan yang semakin meningkat menyebabkan penggunaan bahan berbahaya dan beracun (B3) di Indonesia juga semakin banyak. Hal ini tentu saja berakibat buruk pada lingkungan karena limbah B3 tersebut sangatlah berbahaya. Lalu, bagaimana seharusnya cara mengelola limbah B3 tersebut? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Pengolahan Secara Fisik

Limbah B3 bisa diolah dengan menggunakan 3 metode secara fisik. Adapun metode pengolahan limbah B3 secara fisik adalah:

  1. Menyisihkan komponen, yaitu meliputi striping, dialisa, adsorpsi, electrodialisa, kristalisaasi, leching, solvent extraction, dan reverse osmosis.
  2. Membersihkan gas, yaitu meliputi elektrostatik precipitator (ESPs), wet scrubbing, adsorpsi karbon aktif, dan penyaringan partikel.
  3. Memisahkan padatan dan cairan, yaitu meliputi sedimentasi, floatasi, filtrasi, thickening, sentrifugasi, koagulasi, dan klarifikasi. 

Pengolahan Secara Kimia

Selain diolah dengan menggunakan metode pengolahan fisik, limbah B3 juga bisa diolah dengan menggunakan metode kimia. Dengan menggunakan metode kimia, ada beberapa proses yang harus dilewati dalam pengolahan limbah B3, yaitu:

  1. Solidifikasi atau stabilisasi
  2. Reduksi-oksidasi
  3. Absorpsi
  4. Prolisa
  5. Penukaran ion
  6. Pengendapan
  7. Elektrolisasi
  8. Netralisasi

Proses pengolahan limbah secara fisik dan kimia yang paling banyak dipakai adalah stabilisasi dan solidifikasi.

Proses ini memungkinkan terjadinya perubahan bentuk fisik dan sifat kimia lewat tambahan senyawa tertentu yang dapat digunakan untuk membatasi dan juga memperkecil pelarutan dan penyebaran daya racun limbah. Biasanya proses ini ditemukan pada bahan seperti semen, kapur, dan termoplastik. 

Pengolahan Secara Biologi

Cara mengolah limbah B3 yang terakhir adalah dengan menggunakan metode biologi. Pengelolaan dengan metode ini dikenal dengan sebutan fitoremediasi dan bioremediasi. Fitoremediasi adalah pemakaian tumbuhan dalam proses akumulasi berbagai bahan berbahaya dan beracun dari tanah.

Sedangkan bioremediasi adalah pemakaian mikroorganisme dan bakteri sebagai bahan untuk penguraian limbah B3. Kedua cara ini tidak kalah efektif untuk mengatasi pencemaran lingkungan oleh limbah B3.

Selain itu, biaya yang dibutuhkan untuk melakukan proses ini lebih terjangkau apabila dibandingkan dengan metode fisik dan kimia. Namun meskipun, metode biologi ini mempunyai kelemahan karena prosedur alaminya.

Apabila dilakukan pengelolaan limbah B3 dalam jumlah yang banyak, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengolahnya juga lama. Selain itu, menggunakan makhluk hidup dalam hal ini tumbuhan dalam proses ini bisa membawa senyawa beracun yang berbahaya ke rantai makanan. 

Cara Membuang Limbah B3 yang Baik dan Benar

Selain menggunakan 3 cara di atas, Anda juga bisa membuang limbah B3 di tempat tertentu dan dengan menggunakan metode tertentu. Berikut ini beberapa cara dan tempat untuk membuang limbah B3 adalah:

1. Kolam Penyimpanan

Khusus untuk limbah B3 cair, Anda bisa membuangnya di kolam asalkan sudah diberi lapisan pelindung yang berfungsi mencegah perembesan limbah. Senyawa yang ada pada limbah B3 akan mengendap ke dasar. 

2. Sumur Dalam

Pembuangan limbah pada injeksi atau sumur dalam akan membuat limbah terperangkap dalam lapisan dan bisa meminimalisir pencemaran air dan tanah. Risiko dari metode ini adalah terjadinya korosi atau bocor pada pipa yang akan membuat limbah merembes ke lapisan tanah luar.

3. Landfill Khusus Limbah B

Terakhir Anda bisa memasukkan limbah B3 ke dalam drum atau tong yang akan dikubur ke landfill khusus untuk limbah B3. Landfill ini dilengkapi berbagai peralatan monitoring untuk mengawasi dan mengontrol kondisi limbah B3. Namun karena penanganannya yang ekstra ini membutuhkan biaya yang besar. 

Nah itulah tadi penjelasan tentang Limbah B3, semoga informasi yang kami sampaikan diatas tadi bermanfaat, terima kasih.

0 Response to "Apa itu Limbah B3? Ini Jenis dan Cara Pengelolaannya yang Baik dan Benar"

Post a Comment