Mudah Memahami Apa itu Jasa, Karakteristik, Jenis Beserta Contohnya

Pada dasarnya, jasa adalah kegiatan usaha yang bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dengan tujuan kepuasan konsumen. Penyedia jasa sangat dibutuhkan keberadaannya dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Sebagai contoh, jasa transportasi, logistik, kesehatan, dan lain sebagainya.

Lalu, bagaimana kita bisa membedakan antara bidang usaha barang dan bidang usaha jasa? Berikut ini kami paparakan penjelasan mengenai karakteristik jasa dan jenis-jenis bidang usaha jasa.

DHL, Salah Satu Perusahaan Jasa Logistik


Karakteristik Jasa

Untuk membedakannya dengan penyedia barang, kita harus mengetahui apa saja karakteristik dari jasa itu sendiri. Adapun karakteristik jasa adalah sebagai berikut:

1. Tidak berwujud (intangibles)

Sebelum pelanggan melakukan pembelian atau pembayaran kepada penyedia jasa atas jasa yang diberikannya, jasa bersifat tidak berwujud, artinya tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, atau didengar. Berbeda ketika kita membeli produk atau barang, di mana objek tersebut berbentuk yang bisa dilihat, dirasa, diraba atau didengar. 

Nah, untuk mengurangi ketidakpastian dalam pembeliannya, konsumen memperhatikan tanda-tanda atau bukti-bukti kualitas jasa tersebut, yang berasal dari fasilitas berupa sarana dan prasarana, orang atau konsumen yang pernah memakai jasa tersebut, peralatan yang digunakan, materi komunikasi, simbol atau harga. 

Oleh karena itu penyedia jasa menghadapi tantangan bagaimana mengelola informasi untuk mewujudkan produk yang tidak berwujud tersebut agar bisa sampai ke konsumen dengan review atau testimoni yang positif.

2. Tidak dapat dipisahkan (inseparability)

Ciri-ciri bagian kedua dari jasa adalah tidak dapat dipisahkan dari proses produksi dan konsumsinya. 

Penyedia jasa akan mejualnya terlebih dahulu, setelah adanya transaksi antara penyedia dan konsumen, maka kemudian diproduksi atau dikonsumsi secara bersamaan. 

Interaksi atau kontrak yang diberlakukan antara penyedia jasa dan konsumen akan dapat mempengaruhi hasil dari jasa tersebut. Dengan demikian, perusahaan jasa perlu memperhatikan proses rekruitmen, kompensasi serta pelatihan dan pengembangan karyawannya. 

Sebagai contoh, perusahaan jasa konstruksi atau kontraktor melakukan kontrak untuk pembangunan gedung sekolah. Maka, kontraktor tersebut harus memilih karyawan yang tepat untuk mengerjakan bangunan gedung tersebut agar menghasilkan bangunan yang berkualitas baik. Selain itu, kontraktor juga perlu berkoordinasi secara khusus dengan konsumennya dalam proses jasa tersebut mulai dari , desain yang diinginkan, bahan/material yang digunakan, dan lain sebagainya.

3. Keanekaragaman (variability):

Jasa adalah kegiatan usaha yang bersifat sangat beraneka ragam karena merupakan nonstandardized output. Produk jasa yang dihasilkan sangat mungkin dalam banyak variasi, sehingga hasil yang diterima oleh konsumen satu dengan lainnya terkadang sangatlah berbeda. Bahkan, ketika dikerjakan oleh orang yang sama sekalipun.

Misalnya, jasa developer website. Mungkin dari segi Content Management system (CMS) atau bahasa pemrograman yang digunakan sama, namun hasil yang akan diterima akan berbeda karena content dan brief (arahan) yang diberikan oleh konsumen juga berbeda. 

4. Produk Jasa Tidak tahan lama (perishability):

Hasil produk jasa bersifat tidak tahan lama. Terkadang diperlukan perpanjangan (renew), top up, dan sebagainya. Sebagai contoh, penyedia jasa atau provider telekomunikasi, di mana kita sebagai pelanggannya harus mengisi pulsa ketika pulsa habis dan ingin digunakan. Dan satu lagi contohnya adalah penyedia jasa domain dan hosting, di mana penggunanya harus melakukan perpanjangan domain dan hosting agar websitenya bisa terus dapat diakses.


Jenis-Jenis Jasa dan Contoh Kegiatan Usaha dalam Bidang Jasa


Sesuai dengan sifat jasa yang sangat beragam, jenis jasa pun sangat bervariasi dan akan terus mengikuti perkembangan zaman. Nah, secara umum jenis-jenis jasa dapat dibedakan menjadi beberapa macam, meliputi:

  1. Jasa Beauty, beberapa contohnya adalah penyedia jasa perawatan kecantikan, salon, dan lainnya.
  2. Jasa Konstruksi, beberapa contohnya adalah jasa konstruksi baja, jasa konstruksi bangunan tahan gempa, dan lain-lain.
  3. Jasa Komunikasi, beberapa contohnya adalah provider telekomunikasi, telepon, telegram, internet.
  4. Jasa Usaha Rumah Tangga, beberapa contohnya adalah jasa cleaning service, jasa tukang kebun, dan lain-lain.
  5. Jasa Layanan Distribusi dan Transportasi, beberapa contohnya adalah taxi, jasa pengiriman barang, rental mobil, dan lain sebagainya.
  6. Jasa Rekreasi dan Hiburan, conrohnya adalah kebun binatang, pantai, bioskop, tempat karaoke, tempat hiburan, dan lain-lain.
  7. Jasa Layanan Kesehatan, contohnya adalah profesi perawat, dokter, dan lain-lain.
  8. Jasa Konsultan Huku, sebagai contoh adalah notaris, PPAT, advokat, dan lain-lain
  9. Jasa Keuangan, contohnya adalah perbankan, asuransi, leasing, dan lain sebagainya.
  10. Dan lain-lain

Itulah ulasan mengenai pengertian jasa dan karakteristiknya. Kegiatan usaha dalam bidang jasa di atas dapat kamu gunakan sebagai referensi atau ide untuk memulai usaha. Sesuaikan dengan minat usaha yang akan kamu jalani, namun tidak perlu khawatir untuk modal awal yang dibutuhkan tentunya lebih minim dibandingkan jika kamu melakukan usaha di bidang produk/barang.

1 Response to "Mudah Memahami Apa itu Jasa, Karakteristik, Jenis Beserta Contohnya"