Cara Segmentasi Pasar dan Contohnya

Segmentasi pasar merupakan strategi yang diambil oleh perusahaan untuk membagi kelompok konsumen yang memiliki perbedaan kebutuhan, karakteristik, ataupun perilaku yang berbeda di dalam suatu pasar tertentu. Adapun cara segmentasi pasar dan contohnya akan dijelaskan pada uraian di bawah ini.

Contohnya ada sebuah perusahaan alat tulis yang menyasar konsumen pelajar dan ada perusahaan alat tulis yang mempunyai segmen pasar untuk keperluan kantor. Tentu saja segmentasi untuk pemasaran alat tulis kantor dan pelajar sangat berbeda, mekipun produk yang dihasilkan serupa. 




Pengertian Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar (Market segmentation) adalah mengidentifikasi dan memilih–milih kelompok pembeli yang berbeda–beda yang mungkin meminta produk dan atau bauran pemasaran yang tersendiri.


Jenis-jenis Segmentasi Pasar Konsumen

Segmentasi pasar dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Segmentasi georgrafis, yaitu pembagian pasar yang dilakukan perusahaan berdasarkan wilayah geografis seperti negara, negara bagian, provinsi, atau lingkungan rumah tangga. 
  2. Segmentasi demografis, yaitu pembagian pasar yang dilakukan perusahaan menjadi kelompok–kelompok berdasarkan variabel–variabel demografis seperti usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan dan kelas sosial. 
  3. Segmentasi psikografis, yaitu pembagian pasar yang dilakukan perusahaan berdasarkan gaya hidup atau kepribadian akan nilai. 
  4. Segmentasi perilaku, yaitu pembagian pasar yang dilakukan perusahaan berdasarkan pengetahuan, sikap, pemakaian, atau tanggapan konsumen terhadap suatu produk. 

Prosedur atau Cara Penentuan Segmentasi Pasar


Segmentasi pasar tersebut sangat penting dan berpengaruh besar terhadap keberhasilan pemasaran produk. Semakin akurat segmentasi pasar, maka semakin besar peluang kesuksesan bisnis yang dijalankan perusahaan. 

Terdapat tiga langkah dalam menentukan segmentasi pasar agar target yang diinginkan sesuai, yaitu sebagai berikut:

1. Tahapan Survei

Perusahaan mengadakan wawancara kepada konsumennya untuk mendapatkan penjelasan terkait dengan kebutuhan dan keinginan mereka Selain itu, bagian produksi perlu mengadakan focus group discussion (FGD) untuk mendapatkan pemahaman atas motivasi, sikap, dan perilaku konsumen. 

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk tahapan survei ini adalah:

  • Kuesioner, yang digunakan untuk mengumpulkan data;
  • Brand awareness atau kesadaran merek;
  • Cara pemakaian produk;
  • Media grafis responden.

2. Tahapan Analisis

Perusahaan menganalisis infromasi yang telah didapatkan pada tahapan sebelumnya.  Terdapat dua analisis yang harus dikerjakan, yaitu

  • Analisis faktor, yaitu untuk mencari variabel-variabel mana yang berkorelasi tinggi;
  • Analisis cluster, yaitu untuk menciptakan atau mengetahui masing-masing kelompok-kelompok pasar yang memiliki perbedaan karakteristik.

3. Tahap Pembentukan

Masing-masing kelompok segmentasi pasar tersebut dibentuk berdasarkan perbedaan sikap, perilaku, demografis, dan psikografis. Masing–masing segmen pasar dapat diberi nama bedasarkan sifat-sifat dominannya.

Segmen pasar dapat dibagi kedalam enam segmen pasar berdasarkan reaksi pasar, yaitu:

  • Konsumen yang pasif dan senang tinggal dirumah;
  • Konsumen yang aktif dan gemar berolah raga;
  • Konsumen yang berkecukupan dan mempunyai kontrol diri dalam membelanjakan uangnya;
  • Konsumen pendukung kebudayaan;
  • Konsumen yang aktif dan senang tinggal dirumah; dan
  • Konsumen yang aktif mengikuti kegiatan bermasyarakat.

Syarat Segmentasi Pasar Yang Efektif


Segmentasi pasar penting dilakukan agar perusahaan mampu memasarkan produknya secara tepat sasaran. Jika perusahaan melakukan segmentasi pasar yang tepat, secara tidak langsung perusahaan turut dapat meningkatkan efektivitas pemasaran produk perusahaan. 

Tidak semua pelaksanaan penentuan segmentasi pasar itu bermanfaat, untuk itu agar efektif, segmentasi pasar harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Dapat diukur, yaitu daya beli masyarakat dan profil segmen dapat diukur.
  2. Besar, yaitu segmen atau ceruk pasar cukup besar sehingga cukup menguntungkan dengan program pemasaran yang akan dirancang perusahaan.
  3. Dapat diakses, yaitu segmen pasar dapat dijangkau oleh perusahaan secara efektif.
  4. Dapat dibedakan, yaitu segmen–segmen secara konseptual dapat dikategorikan dan memiliki marketing mix (bauran pemasaran) yang berbeda.
  5. Dapat diambil tindakan, yaitu program–program pemasaran cukup efektif dan dapat dirumuskan untuk menarik dan melayani segmen–segmen tersebut.


Cara Memilih Strategi Segmentasi Pasar yang Cocok


Dalam menjalankan usahanya, perusahaan dapat mempertimbangkan lima pilihan pola strategi segmentasi pasar yang cocok, yaitu :

1. Konsentrasi Segmen Tunggal

Perusahaan dapat memilih sebuah segmen pasar tunggal tentunya dengan kelebihan dan kekurangan yang akan didapatkan.

Adapun kelebihan dari segmen pasar tunggal yaitu:

  • Melalui pemasaran yang terkonsentrasi pada segmen tunggal, perusahaan akan lebih terfokus pada kebutuhan segmen tersebut dan memiliki posisi pasar yang kuat di segmen tersebut. 
  • Perusahaan dapat menghemat biaya operasional karena adanya spesialisasi produksi, distribusi dan promosinya. 
  • Jika perusahaan tersebut menjadi pemimpin di segmen tersebut, perusahaan dapat menghasilkan tingkat pengembalian investasi yang tinggi. 
Sementara itu, kekurangan dari segmen pasar tunggal yang diambil perusahaan adalah ketika segolongan konsumen mendadak berhenti membeli atau adanya pesaing yang masuk dan menyerang segmen tersebut, maka penghasilan perusahaan yang memproduksi produk tersebut menurun tajam. Dengan kekurangan ini, banyak perusahaan lebih suka beroperasi untuk menjangkau segmen pasar di lebih dari satu segmen.

2. Spesialisasi Selektif

Pada pola strategi ini perusahaan memilih sejumlah segmen, di mana secara objektif masing–masing segmen tersebut menarik dan memadai. Strategi cakupan multi–segmen dalam spesialiasi selektif ini  memiliki keuntungan pendiversifikasian risiko usaha yang masing-masing berpotensi untuk menghasilkan uang/pendapatan.

3. Spesialisasi Produk

Perusahaan berkonsentrasi untuk menghasilkan produk tertentu yang dijual ke beberapa segmen pasar. Melalui strategi spesialisasi produk ini, perusahaan akan dapat membangun reputasi yang kuat di bidang produk tertentu. Namun, kekurangannya adalah produk tertentu tersebut mungkin saja akan tergantikan oleh produk yang sejenis yang lebih canggih.

4. Spesialisasi Pasar

Pada pola strategi ini perusahaan akan berkonsentrasi untuk menyediakan berbagai kebutuhan dari suatu kelompok pelanggan tertentu. Melalui strategi spesialisasi pasar ini, perusahaan akan mendapatkan reputasi yang kuat karena mengkhususkan diri dalam melayani kelompok pelanggan itu dan menjadi saluran pemasaran bagi semua produk baru yang mungkin digunakan oleh kelompok pelanggan ini. 

5. Cakupan Seluruh Pasar

Perusahaan berusaha menghasilkan berbagai macam produk yang dapat digunakan untuk seluruh kelompok pelanggan dengan menyediakan semua produk yang mungkin mereka butuhkan. Biasanya strategi ini hanya dilakukan oleh perusahaan yang sangat besar karena mmebutuhkan modal yang besar.

Itulah ulasan mengenai apa yang dimaksud segmentasi pasar. Untuk melakukan pemasaran yang efektif, perusahan harus memahami kebutuhan dan keinginan konsumennya. Sebuah perusahaan perlu melakukan segmentasi pasar guna untuk dapat menyediakan kebutuhan dan keinginan konsumennya yang bervariasi.

0 Response to "Cara Segmentasi Pasar dan Contohnya"

Post a Comment