Upaya Penanganan Sampah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) dan Contohnya

Penanganan masalah sampah merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Apalagi permasalahan sampah tidaklah hanya sekedar bagaimana mengolah atau mengelola sampah, tetapi juga terkait dengan masalah budaya dan sosiologi masyarakat. 

Sebagian besar masyarakat di Indonesia tidak perduli tentang sampah. Kebiasaan buruk yang biasa meraka lakukan adalah membuang sampah sembarangan, kurang peduli, mementingkan diri sendiri dan tidak memiliki pengetahuan dalam upaya penanganan sampah.

Upaya penanganan sampah yang sampai saat ini menjadi cara yang paling efektif adalah dengan menggunakan metode 3R atau Reduce (kurangi), Reuse (gunakan kembali), Recycle (daur ulang). Berikut ini kami berikan uraian mengenai penjelasan perbedaan reduce, reuse, dan recycle yang disertai dengan contohnya.




Pengertian Reduce dan Contoh Kegiatannya


Reduce atau kurangi menjadi langkah pertama dari penerapan 3R yang harus dilakukan, yaitu dengan mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. 

Ini adalah aksi nyata agar sampah tidak sampai diproduksi. Reduce merupakan upaya preventif atau pencegahan agar sampah tidak dihasilkan. Jadi, bukan upaya penanganan sampah yang dilakukan setelah sampah muncul.

Contoh kegiatan reduce sampah yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan bisa dimulai oleh setiap orang adalah sebagai berikut:

  • Membawa tas kain belanja yang awet atau bisa berulang kali dipakai daripada memilih menggunakan kantong belanja dari kresek yang hanya digunakan sekali pakai.
  • Tidak menggunakan sedotan plastik saat minum, 
  • Menggunakan wadah makan/minum yang bisa digunakan berulang kali.
  • Menggunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya penggunaan botol kecap yang bisa diisi ulang.
  • Mengurangi penggunaan bahan sekali pakai.
  • Menggunakan produk tanpa kemasan non organik, seperti memilih abu atau arang dan jaruk nipis sebagai sabun cuci piring atau perabotan dapur daripada produk industri yang banyak dijual di pasaran.
  • Menggunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat.
  • Mengindari pembelian produk atau barang-barang yang kurang perlu.


Dalam aksi reduce sampah ini yang perlu diperhatikan adalah kualitas produknya. Contohnya tas kain untuk belanja yang harus dibuat dengan kualitas terbaik agar awet, tidak cepat rusak sehingga tidak menghasilkan sampah baru yang lebih tidak ramah lingkungan dan butuh waktu lebih lama untuk terurai di dalam tanah daripada kantong plastik itu sendiri.

Tantangan dari penerapan reduce ini adalah kedisiplinan. Padahal kenyataannya, dengan kedisiplinan maka akan tercipta budaya di masyarakat yang tertib untuk tidak menghasilkan sampah yang melimpah setiap harinya.

Pengertian Reuse dan Contoh Kegiatannya

Reuse adalah upaya penanganan sampah dengan menggunakan kembali sampah yang telah digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. 

Contoh kegiatan reuse mirip dengan reduce sampah, karena memang keduanya bisa dikategorikan sebagai tindakan preventif agar tidak menghasilkan sampah lebih banyak. Berikut ini adalah contohnya:

  • Memilih produk atau barang yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. Misalnya, menggunakan reusable diapers daripada popok bayi sekali pakai.
  • Menggunakan produk atau barang yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Misalnya botol bekas minuman digunakan sebagai wadah detergen.
  • Menggunakan kembali sisi kertas yang masih kosong untuk menulis atau untuk media fotokopi.
  • Menggunakan sampah kertas yang masih bersih untuk packaging seperti untuk membungkus bumbu-bumbu dapur, dan lain sebagainya.
  • Menggunakan urug atau sampah gragal bangunan untuk digunakan kembali sebagai media atau material pelengkap konstruksi.
  • Menjual atau memberikan produk atau barang yang sudah jadi sampah tersebut kepada loakan atau pihak yang memerlukan.

Tantangan dari penerapan reuse ini adalah kebanyakan orang lebih memilih menerapkan gaya hidup serba instan yang biasanya identik dengan produk berkemasan non organik sekali pakai.

Pengertian Recycle dan Contoh Kegiatannya




Recycle (daur ulang) sampah merupakan tahapan ketiga dari kegiatan 3R, setelah reduce dan reuse tidak berhasil. 

Recycle adalah upaya penanganan sampah dengan cara mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat atau bernilai guna.

Uniknya, tahapan recycle ini lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia, daripada tahapan reduce atau reuse. Masyarakat bahkan mengenal recycle sebagai cara utama mengolah sampah non organik menjadi karya baru hand made, atau kerajinan tangan. Padahal, kenyataannya bukan seperti itu.

Sayangnya dalam prakitk di lapangan, kebanyakan recycle seperti menghasilkan sampah non organik jenis baru yang kemudian diletakkan di tempat yang lebih istimewa. Kok bisa seperti itu? 

Ya benar, kebanyakan setelah sampah didaur ulang menjadi karya jadi, masyarakat kemudian hanya menggunakannya sekali pakai misalkan untuk show atau pagelaran seni dan selanjutnya diletakkan di lemari. Oleh karenanya, jika bisa produk recycle tersebut tidak hanya digunakan sebagai bahan pajangan. Mungkin, untuk inspirasi agar masyarakat termotivasi untuk melakukan aksi recycle tidaklah mengapa. 

Penerapan recycle sampah yang paling efektif adalah dengan melalui proses industri. Karena dengan proses produksi, maka recycle sampah non organik bisa menjadi produk baru hasil pabrik. Meskipun mengalami penurunan kualitas bahan, yang terpenting hasil produknya bisa dimanfaatkan kembali dengan baik. Contohnya produk kertas daur ulang. 

Contoh kegiatan recycle sampah yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

  • Mengolah sampah kertas menjadi produk kertas atau karton kembali.
  • Mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.
  • Menggunakan ban bekas dan botol plastik bekas untuk pot tanaman.
  • Mengolah sampah non organik menjadi produk yang bermanfaat seperti barang hand made atau barang hasil industri.


Tantangan dari penerapan recycle adalah bagaimana semua sampah non organik di Indonesia bisa didaur ulang menjadi barang hand made atau barang hasil industri.

Upaya penanganan sampah dengan 3R atau Reduce, Reuse dan Recycle sebenarnya sederhana dan dapat dilakukan oleh siapapun, profesi apapun, di mana saja, dan kapan saja serta tidak membutuhkan biaya yang mahal. Namun dari penerapan 3R yang dilakukan secara konsisten ini bisa memberikan dampak positif bagi upaya penanganan sampah yang sering menjadi permasalahan kita semua.

0 Response to "Upaya Penanganan Sampah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) dan Contohnya"

Posting Komentar