Cara Menghitung Kebutuhan Material Kolom (Disertai Studi Kasus)

Dalam merancang sebuah bangunan, kita sering dihadapkan dengan masalah perhitungan berapa kebutuhan material untuk pembuatan kolom. Sehingga dengan pembuatan kolom yang sesuai standar bahan materialnya akan mampu menopang ruang yang kita rancang. Apalagi bila bangunan bertingkat yang pasti membutuhkan kolom yang memiliki kekuatan yang bagus nan kokoh.






Dalam membuat kolom kontraktor harus dapat memperhitungkan terlebih dahulu kebutuhan material yang akan digunakan, karena jika pelaksana salah memperhitungkan material yang dibutuhkan untuk pembuatan koloma maka hasil bangunan yang telah dikerjakan tidak akan berdiri kokoh.


Kolom merupakan tiang yang berfungsi untuk menyalurkan tekanan, yang berasal dari rangka atap yang mengarah ke pondasi bangunan itu sendiri. Anda harus memperhitungkan kebutuhan material yang akan dipakai, ketika membuat kolom tersebut.

Cara Menghitung Kebutuhan Material Kolom dalam Proses Pembangunan


Apabila kebutuhan material bangunan yang dibutuhkan salah perhitungan maka bangunan itu tidak akan berdiri sebagaimana mestinya. Itulah sebabnya dibutuhkan cara penghitungan kebutuhan material ketika membuat kolom.

Langkah pertama yang harus Anda hitung dalam penghitungan kebutuhan material kolom ini adalah menghitungnya volumenya terlebih dulu. Rumus yang dipakai dalam menghitung volume ini adalah PxLxT.

Berikut ini adalah contoh studi kasus perhitungan kebutuhan material kolom dari mulai semen, pasir, material split/kerikil, sampai besi tulangan:

Biasanya panjang serta lebar kolom yang dibutuhkan dalam membangun rumah adalah 15 cm atau 0,5 m. Sedangkan untuk ukuran tingginya biasanya adalah 3,5 m. Maka, hasil dari ukuran volume kolom itu sendiri adalah 0,15 x 0,15 x 3,5 = 0,079m3 per satu kolom. Jika dalam pembuatan bangunan dibutuhkan sekitar 30 kolom, maka 30 x 0,079 = 2,37 m3

Nah, dari sini maka dapat kita cari tahu kebutuhan material yang akan di gunakan untuk pembuatan kolomnya.

Ukuran dari penghitungan kolom tersebut tergantung dari ukuran rumah yang akan dibangun, ukuran itu menjadi ukuran rata-rata yang biasa dipakai dalam pembangunan rumah. Jika Anda sudah mengetahui hasil volume kolomnya maka Anda bisa mencari kebutuhan material dalam pembangunan tersebut.

Berikut ini beberapa kebutuhan material yang harus ada dalam pembangunan rumah, lengkap dengan cara penghitungannya:

1. Kebutuhan Material Semen

Jika mengacu pada kebutuhan semen yang digunakan untuk pembuatan beton bertulang, maka 1 zak semen sama dengan 50 Kg jika menggunakan satuan Kg. Hal itu juga mengacu pada SNI 2008, yang dimana 1 m3 adalah 276 Kg.

Jadi, Anda hanya tinggal menghitung 276 x 2,37 yang hasilnya yaitu 654,12. Kemudian hasilnya dibulatkan lagi supaya menjadi mudah, yaitu menjadi 654 atau sekitar 13 zak semen.

Maka, kebutuhan material semen yang nanti akan Anda gunakan dalam proses pembuatan kolom, adalah sekitar 30 kolom. Namun apabila jumlah kolom yang Anda gunakan dalam pembangunan rumah itu kurang dari 30 maka Anda tinggal mengubah jumlah kolomnya saja.

2. Kebutuhan Material Pasir

Biasanya perhitungan dalam kebutuhan material pasir untuk pembuatan beton bertulang adalah menggunakan satuan m3. Sama dengan menghitung kebutuhan material semen, kebutuhan material pasir ini juga mengacu pada SNI 2008.

Ukuran dari SNI adalah 1 m3 adalah 828 Kg, sehingga Anda hanya perlu menghitung 828 x 2,37 dengan hasil 1962 Kg. Perhitungan itu dilakukan apabila Anda sudah mengetahui hasil volume dari beton bertulang yang akan dibuat tadi.

Sedangkan untuk hasil perhitungan berat jenis dari material pasir tersebut yaitu 1400 Kg per m3 , kemudian hitung lagi 1962 : 1400 hasilnya yaitu 1,4 m3 .

Maka, material pasir yang Anda butuhkan dalam pembangunan ini adalah sekitar 1,4 m3 untuk jumlah kolom sekitar 30. Sama dengan perhitungan material semen tadi, jika jumlah kolomnya di bawah 30 maka kurangi jumlah kolom tersebut.

3. Kebutuhan Material Split atau Kerikil

Satuan m3 juga digunakan dalam menghitung kebutuhan material split/kerikil dalam pembangunan. Menurut acuan dari SNI ukuran 1 m3 itu adalah 1012 Kg.

Apabila Anda sudah tahu hasil dari volume beton bertulang yang nanti akan digunakan, maka kalikan saja 1012 x 2,37 yang hasilnya yaitu 2389 Kg. Untuk berat jenis dari kerikil itu sendiri cara penghitungannya adalah 1350 Kg per m3 . Maka 2398 : 1350 hasilnya yaitu 1,78 m3 .

Maka kebutuhan material split/kerikil yang Anda butuhkan adalah sekitar 1,78 m3 dengan hitungan jumlah kolom 30. Jika jumlah kolomnya kurang dari itu maka ubah saja jumlah kolom tersebut.

4. Kebutuhan Material Besi Tulangan Pokok

Dalam menghitung besi tulangan untuk pembangunan biasanya akan dipakai satuan Kg dan juga m. Ada sekitar 4 buah besi tulangan pokok di dalam 1 kolom, sehingga cara menghitungnya yaitu 4 x 30 yaitu 120 buah besi tulangan pokok.

Apabila panjang dari besi tulangan pokok ini sekitar 3,5 maka panjang keseluruhannya adalah 120 x 3,5 hasilnya adalah 420 m. Selanjutnya 420 : 12 hasilnya menjadi 35 batang besi.

Bisa juga dengan menghitung 35 batang besi yang dikalikan dengan berat jenis besi yaitu 7,4 dan hasilnya adalah 259 Kg. Maka, jumlah material besi tulangan pokok yang Anda perlukan adalah sekitar 35 batang besi dengan jumlah 259 Kg untuk jumlah kolom 30.

Cara menghitung kebutuhan material kolom tersebut di atas mengambil ukuran rata-rata yang biasa digunakan dalam penghitungan kebutuhan material dalam pembangunan rumah. Namun, ukurannya tetap disesuaikan lagi dengan pembangunan rumah yang Anda lakukan.

1 Response to "Cara Menghitung Kebutuhan Material Kolom (Disertai Studi Kasus)"