Sistem Plumbing: Fungsi, Peralatan, dan Perancangannya

Pembangunan gedung bertingkat di kota-kota besar semakin hari, semakin mengkhawatirkan, khususnya terkait dengan permasalahan perolehan air bersih dan sistem pembuangan air kotornya. 

Banyak gedung-gedung yang tidak memiliki standar yang baik dalam hal perencanaan sistem air bersih dan air kotor, yang dikenal dengan istilah plumbing. Sehingga inilah yang menyebabkan berkurangnya air tanah di perkotaan dan merupakan salah satu penyebab tercemarnya sungai-sungai yang ada di  sekitarnya. 


Pengertian Sistem Plumbing

Plumbing adalah teknologi pemasangan pipa dan peralatannya untuk menyediakan air bersih dengan tekanan yang cukup dan disalurkan ke tempat yang dikehendaki, dan menyediakan sistem pembuangan air kotor dengan tanpa mencemari lingkungan sekitar sehingga tercipta kondisi higienis dan kenyamanan yang diinginkan.

Secara keseluruhan instalasi sistem plumbing ini dilaksanakan di dalam gedung yang kemudian dihubungkan dengan sistem saluran kota yang berkaitan dengan instalasi air bersih dan instalasi pembuangan air kotor.


Fungsi Sistem Instalasi Plumbing


Berikut ini adalah beberapa fungsi dari sistem instalasi plumbing pada gedung bertingkat:

  1. Menyediakan sistem penyaluran air bersih ke tempat-tempat yang dikehendaki dengan tekanan yang cukup.
  2. Menyediakan sistem penyaluran air buangan dari tempat-tempat tertentu tanpa mencemarkan bagian penting lainnya. 
  3. Menyediakan sistem ven yang dipasang untuk sirkulasi udara ke seluruh bagian dari sistem pembuangan
  4. Menyediakan sistem pencegah kebakaran.
  5. Menyediakan sistem penyaluran air hujan.
  6. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana guna memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada pengguna sebuah bangunan atau gedung.

Peralatan dan Perancangan Sistem Plumbing


Dalam perancangan sistem plumbing memerlukan beberapa peralatan sehingga nantinya akan mampu membentuk sistem plumbing yang baik. Berikut ini adalah jenis peralatan plumbing dalam artian khusus, yang meliputi :

  1. Peralatan untuk penyediaan sistem penyaluran air bersih / air minum.
  2. Peralatan untuk penyediaan air panas.
  3. Peralatan untuk pembuangan dan ventilasi.
  4. Peralatan saniter (plumbing fixtures).

Alat plumbing terdiri dari semua peralatan baik yang dipasang di dalam ataupun di luar gedung guna untuk menyediakan atupun menerima air.

Berikut ini adalah peralatan utama yang dibutuhkan dalam sistem pemipaan:


1. Pipa

Yaitu alat yang digunakan untuk menyalurkan air. Pihak kontraktor jasa instalasi plumbing menentukan jenis pipa yang akan digunakan berdasarkan tekanan yang dibutuhkan untuk mengalirkan air tersebut.

2. Katup

Ada berbagai jenis katup yang bisa digunakan pada instalasi plumbing untuk gedung atau bangunan tinggi, yaitu:

  • Gate Valve

Katup ini berfungsi untuk membuka dan menutup aliran pada pipa. 

  • Globe valve 

Sama seperti halnya gate valve, katup jenis glove valve ini digunakan untuk membuka dan menutup aliran pada pipa. Akan tetapi, ketika fluida atau air melewati globe valve, aliran akan membentuk pola huruf S sehingga air akan tertahan dan tekanan yang terjadi tidak meningkat.

  • Check Valve

Katup jenis ini digunakan untuk menahan aliran balik apabila pompa berhenti beroperasi. Dalam pemasangan check valve harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi water hammer.
  • Pressure Reducing Valve (PRV)
Jenis katup PRV ini berfungsi untuk mengurangi tekanan statik dalam pipa. Dengan demikian, tekanan fluida yang dihasilkan tidak melebihi batasan maksimum, yakni 4,0 kg/cm2. Pemasangan PRV ini dilakukan pada cabang pipa dari shaft yang masuk ke tiap lantai.


3. Peralatan Tambahan

Peralatan tambahan yang dibutuhkan dalam sistem instalasi plumbing antara lain:
  • Manometer, yaitu alat yang dipasang pada discharge pipe yang berfungsi untuk mengatur tekanan air di dalam pipa.
  • Flexible Joint, yaitu alat yang dipasang pada suction pipe dan discharge pipe yang berfungsi untuk meredam getaran yang terjadi pada saat pompa dioperasikan. Karena getaran yang terlalu tinggi dapat merusak sambungan pipa sehingga dibutuhkan alat flexible joint ini.
  • Strainner, yaitu alat yang dipasang pada suction pipe yang berfungsi untuk menyaring kotoran kecil berupa pasir, kerikil, dan lain sebagainya agar tidak masuk ke dalam pompa.


Pihak manajemen konstruksi yang diwakili oleh Konsultan Perencana melakukan perancangan sistem plumbing bersamaan dengan tahapan-tahapan perencanaan gedung itu sendiri. 

Perusahaan konstruksi harus memperhatikan secara seksama hubungan sistem pemipaan tersebut dengan bagian-bagian kontruksi gedung serta dengan peralatan lainnya yang ada dalam gedung tersebut, seperti peralatan pendingin udara (air conditioning), instalasi listrik, dan lain sebagainya.

Perancangan sistem plumbing ini sangat tergantung pada kebutuhan dan fungsi dari bangunan yang akan didirikan, apakah bangunan tersebut akan difungsikan sebagai rumah sakit, apartemen, hotelm ataukah perkantoran. Dengan begitu, pihak kontraktor jasa pemasangan sistem plumbing dapat melakukan perhitungan terkait dengan kebutuhan air yang diperlukan oleh gedung itu.

Gedung dan lingkungan sekitarnya harus dirancang dengan baik sehingga mampu menampilkan daya tarik bagi pengunjung dan penggunanya. Demikian juga berlaku bagi sistem plumbing pada gedung harus dirancang sesuai standar yang telah ditetapkan sehingga mampu terhindar dari timbulnya berbagai masalah perpipaan di kemudian hari. Selain itu, sistem plumbing yang memenuhi standar dapat menjamin keamanan dan keselamatan para penggunanya.

0 Response to "Sistem Plumbing: Fungsi, Peralatan, dan Perancangannya"

Post a Comment