Memilih Material Handling Equipment

Alat pemindah muatan (material handling equipment) merupakan alat yang digunakan untuk membantu para pekerja dalam memindahkan muatan atau logistik yang berat dari satu tempat ke tempat lain.

Dewasa ini banyak sekali mesin material handling yang diproduksi dalam berbagai bentuk dan fungsi yang berbeda. Dalam memilih material handling yang tepat, perusahaan atau pabrik tidak hanya memerlukan pengetahuan khusus tentang desain dan karateristik operasi suatu mesin, tetapi juga memerlukan pengetahuan yang menyeluruh mengenai sistem produksi dari perusahaannya.



Fungsi Material Handling Equipment

Alat material handling hanya memindahkan muatan dalam jumlah tertentu, dengan ukuran tertentu, dan serta jarak tertentu. Perpindahan muatan barang logistik berbantuan alat tersebut dijalankan kearah vertikal, horizontal, dan atau kombinasi keduanya.

Berikut ini adalah fungsi-fungsi dari material handling equipment:

  1. Mendistribusikan muatan keseluruh lokasi di dalam perusahaan;
  2. Memindahkan material atau muatan diantara unit proses yang terlibat dalam produksi;
  3. Membawa produk jadi (finish product) ke tempat produk tersebut akan dimuat; dan
  4. Memindahkan limbah produksi (production waste) ke tujuan yang ditentukan dalam waktu yang dijadwalkan.

3 Jenis Material Handling Equipment


Secara umum material handling equipment dapat dibagi dalam tiga jenis kelompok, yaitu:

  1. Peralatan pengangkat, yaitu material handling yang digunakan untuk memindahkan muatan satuan dalam satu batch (setumpuk). Misalnya adalah kerek, dongkrak, crane: mobile crane, tower crane, atau juga elevator.
  2. Peralatan pemindah (convenyor), yaitu material handling yang digunakan perusahaan atau pabrik untuk memindahkan muatan curah (banyak partikel, homogen) maupun muatan satuan secara kontinu. Misalnya adalah screw conveyor, belt conveyor, pneumatic conveyor, vibratory conveyor, dan sebagainnya.
  3. Peralatan permukaan dan overhead, yaitu material handling yang digunakan untuk memindahkan muatan curah dan satuan, baik batch maupun kontinu. Misalnya adalah  scrapper, excavator, bulldozer, dan lain sebagainya.


Pemilihan material handling equipment sangat penting untuk dilakukan karena berpengaruh pada proses produksi, baik masalah kelancaran proses produksi dan biaya proses produksi yang harus dikeluarkan perusahaan.

Tips Memilih Material Handling Equipment

Material handling equipment yang akan digunakan oleh pabrik hendaknya dipilih sesuai dengan kebutuhan pabrik. Selain itu, dalam memilihnya harus memerhatikan spekifikasi dari peralatan material handling tersebut serta rancangannya disesuailan dengan tata letak ruang pabrik.

Denngan bergitu tidak akan menghalangi/menghambat proses produksi yang pada akhirnya didapatkan manfaat yang maksimal bagi perusahaan.

Berikut ini adalah faktor-faktor teknis yang perlu diperhatikan saat memilih material handling equipment adalah:

1. Sifat dan bentuk muatan

Tujuan penggunaan material handling equipment sendiri adalah untuk mengefisiensikan pekerjaan bongkar muat atau pemindahan muatan. Oleh karenanya, yang harus diperhatikan saat memilih material handling adalah sifat dan bentuk muatan itu sendiri.

Jenis dari bentuk muatan yang akan dipindahkan dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Muatan tumpahan (bulk load), yaitu bahan yang ditangani dalam bentuk bulk load terdiri atas banyak partikel atau gumpalan yang homogen misal : batu bara, biji besi, semen, pasir, batu, tanah dan sebagainya.
  • Muatan satuan (unit load), yaity unit load bisa jadi bulk load yang terbungkus, seperti didalam peti kemas, karung, dan lain-lain yang dapat berbeda dalam bobot dan bentuknya.


2. Kapasitas yang dibutuhkan per jam

Kapasitas pemindahan muatan yang hampir tak terbatas dan berkisambungan dengan mudah dapat diperoleh pada jenis alat tertentu, misalnya conveyor.

Sementara itu pada crane jalan (crane gantung) atau truk yang mempunyai kapasitas angkat yang cukup tinggi sangat cocok dan efisien apabila digunakan untuk siklus kerja dengan gerak balik muatan kosong

3. Cara penyusunan muatan pada tempat asal, akhir, dan antara

Menyusun muatan pada proses pemindahan termasuk faktor yang harus diperhitungkan dalam memilih material handling equipment. Bagaimana posisi penyusunan muatan sebelum diangkat dan setelah diangkat tidak boleh diabaikan.

Bahkan beberapa jenis material handling equipment dapat memuat dan membongkar muatan barang logistik secara mekanis sedangkan lainnya membutuhkan alat bantu tambahan khusus. Misalnya muatan curah yang dapat ditumpuk, tetapi harus diambil ketika akan memindahkannya lagi untuk kemudian dialihkan ke tempat lain di dalam jalur yang dilalui peralatan material handling ini.

4. Arah dan jarak perpidahan

Keadaan dari lingkungan baik luas dan desain gedung atau keadaan permukaan tanah, tempat pengoperasian dan tempertur lokasi kerja perlu diperhatikan. Berbagai jenis alat dapat mengangkat beban dalam arah vertikal atau arah horizontal.

Panjang jarak lintasan atau lokasi pengambilan muatan juga sangat penting dalam pemilihan material handling equipment. Dalam perencanaan, muatan diangkat kemudian dipindahkan mengikuti arah jembatan (girder), yang kemudian diturunkan dan diposisikan pada lantai atau mesin-mesin perkakas yang diperlukan.

Berbagai jenis alat dapat memindahkan muatan ke arah horisontal atau vertikal maupun dalam sudut tertentu. Dengan demikian, untuk arah yang vertikal atau hampir vertikal, diperlukan pengangkat,
crane, elevator, timba atau talam; untuk gerakan horisontal diperlukan: truk bermesin atau tangan, fasilitas penggerak tetap, berbagai jenis convenyor, dan sebagainya.

Ada beberapa alat yang dapat bergerak mengikuti jalur yang berliku dan ada pula yang bergerak lurus mengikuti jalur yang satu arah. Panjang jarak perpindahan, lokasi dari tempat pengambilan muatan, percabangan dari jalur perpindahan ke tempat tujuan juga sangat penting dalam penentuan pemilihan material handling yang tepat.

5. Kondisi lokal perusahaan atau pabrik

Lokasi yang spesifik termasuk luas dan bentuk lokasi, jenis dan desain gedung, keadan permukaan tanah, susunan yang mungkin untuk unit pemrosesan, debu, dan kelengasan (humidily) lingkungan, adanya uap dan berbagai jenis gas lainnya, temperatur dan sebagainya.

Pemilihan alat material handling ditentukan juga oleh rencana perluasan perusahaan, jangka waktu penggunaan alat tersebut (permanen atau temporer), jenis sumber energi yang tersedia, masalah sanitasi, keselamatan dan kenyamanan kerja (K3).

Setelah perusahaan memilih material handling equipment berdasarkan faktor-faktor teknis di atas, peralatan tersebut kemudian perlu dibandingkan dari sudut pandang engineer dan ekonominya.

Dalam evaluasi ekonomis berbagai jenis alat, baik investasi awal maupun operasional yang dibutuhkan harus dipertimbangkan. Biaya investasi awal meliputi, harga perlengkapan sendiri, biaya pemasangan dan pengangkutan, serta biaya konstruksi yang diperlukan dalam pemasangan dan operasinya.

Biaya operasional mencakup:
  1. Gaji dan tunjangan dari pekerja
  2. Biaya listrik yang dipakai
  3. Biaya pelumasan, pembersihan, peralatan khusus, dan bahan lainnya
  4. Biaya perbaikan dan pemeliharaan

Perlengkapan material handling yang dipilih harus memenuhi semua tuntutan proses produksi sekaligus menjamin tingkat mekanis yang tinggi serta penggunaan tenaga kerja yang efisien. Dengan begitu, pemilihan mesin atau alat material handling yang tepat dapat menghasilkan investasi modal yang menguntungkan.

Demikianlah penjelasan mengenai cara memilih material handling equipment, semoga bermanfaat dan maju terus untuk industri di indonesia!

0 Response to "Memilih Material Handling Equipment"

Post a Comment