Inilah Penyebab Kemiskinan, Masalah Utama Pembangunan di Indonesia

Sampai saat ini masalah kemiskinan masih menjadi fokus perhatian dalam tugas pembangunan nasional di Indonesia. Untuk menurunkan tingkat kemiskinan, Pemerintah Indonesia harus mampu memetakan apa saja faktor atau penyebab-penyebab dari kemiskinan itu sendiri.


Mengidentifikasi Penyebab Kemiskinan


Seperti halnya mengenai pengertian kemiskinan itu sendiri yang memiliki dimensi luas, begitu pula penyebab kemiskinan. Banyak sekali faktor yang diidentifikasikan sebagai penyebab kemiskinan. Sharp (dalam Kuncoro 2004:157) mengidentifikasikan penyebab kemiskinan dipandang dari sisi ekonomi, yaitu sebagai berikut:

  1. Kemiskinan diakibatkan karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya yang menimbulkan distribusi pendapatan yang timpang.
  2. Kemiskinan diakibatkan karena adanya perbedaan dalam kualitas sumber daya manusia.
  3. Kemiskinan muncul akibat perbedaan akses dalam bentuk modal atau aset.

Selain itu, berikut ini proses identifikasi penyebab kemiskinan yang diungkapkan oleh Mafruhah (2009) adalah:

  1. Individual atau patologis, yaitu menghubungkan kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari seseorang. Sehingga muncul anggapan yang umum di masyarakat, bahwa penyebab seseorang menjadi miskin adalah karena faktor kemalasan.
  2. Keluarga, yaitu menghubungkan kemiskinan dengan kemiskinan pada generasi sebelumnya atau istilahnya kemiskinan turun-temurun. Seseorang pada keluarga miskin akan tetap menjadi miskin karena ketiadaan kesempatan pendidikan.
  3. Sub-budaya atau subcultural), yaitu menghubungkan kemiskinan dengan kebiasaan menjalankan kehidupan sehari-hari. Penyebab kemiskinan yang satu ini cenderung dikarenakan motivasi dan attitude yang terbentuk selama bertahun-tahun. 
  4. Agensi, yaitu penyebab kemiskinan ini dilakukan oleh orang lain baik secara individu maupun secara kelompok atau bahkan pemerintah sendiri yang punya andil dalam kemiskinan. Misalnya karena perang, pemerintah, dan krisis ekonomi. 
  5. Struktural, yaitu struktur sosial yang membagi-bagi kelas sosial seperti sistem kasta sehingga menghambat mobilitas sosial dan kurangnya partisipasi masyarakat kelas bawah.



Jenis dan Bentuk Kemiskinan



Kemiskinan mempunyai pengertian yang luas dan tidak mudah untuk mengukurnya. Berikut ini adalah jenis dan bentuk kemiskinan:


  1. Kemiskinan absolut, yaitu apabila pendapatan seseorang atau masyarakat dibawah garis kemiskinan atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar yang diperlukan untuk bisa hidup dan bekerja. Kemiskinan ini bersifat tetap dikarenakan telah kronis dan turun menurun. Lingkungan yang mengalami kemiskinan ini pada umumnya merupakan lingkungan kritis sumber daya alam atau terisolasi;
  2. Kemiskinan relatif, yaitu kondisi miskin karena pengaruh kebijakan pembangunan yang belum menjangkau seluruh masyarakat, sehingga menyebabkan ketimpangan pendapatan. Contohnya ketika di wilayah pesisir akan dibangun proyek reklamasi sehingga menyebabkan mata pencaharian masyakarat pesisir yang bekerja sebagai nelayan akan terkena dampaknya. Sementara itu, masyarakat di kalangan menengah ke atas memiliki kesempatan untuk mempunyai bangunan di atas lahan reklamasi yang akan dibangun oleh Pemerintah tersebut.
  3. Kemiskinan accidental, yaitu mengalami kemiskinan karena terjadi bencana alam yang menyebabkan menurunnya tingkat kesejahteraan suatu masyarakat.
  4. Kemiskinan kultural yaitu jenis atau bentuk kemiskinan yang mengacu pada persoalan sikap seseorang atau masyarakat yang disebabkan oleh faktor budaya, misalnya seseorang yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya, malas, pemboros, tidak kreatif meskipun ada pihak yang memberikan bantuan;
  5. Kemiskinan struktural yaitu situasi yang tidak mendukung untuk lebih maju, dikarenakan rendahnya akses masyarakat terhadap sumber daya. Bentuk kemiskinan ini sering kali menyebabkan tumbuh lebih subur disebabkan oleh suatu sistem sosial budaya dan sosial politik yang tidak mendukung pembebasan kemiskinan.

Faktor Penyebab Kemiskinan


Kemiskinan yang bersifat relatif, artinya penggolongan kemiskinan tergantung pada lingkungan dan bersifat dinamis yang berubah sesuai dengan perubahan lingkungannya. Begitupun yang menjadi penyebabnya, berbeda antara satu lingkungan dengan lingkungan yang lain demikian pula berbeda antar waktu.


Kemiskinan sekurang-kurangnya disebabkan oleh hal-hal berikut ini, yaitu:
  1. Rendahnya taraf pendidikan, yaitu fasilitas pendidikan yang tidak dapat dijangkau menyebabkan kemampuan pengembangan diri terbatas dan menyebabkan sempitnya lapangan kerja yang dapat dimasuki.
  2. Rendahnya derajat kesehatan, yaitu taraf kesehatan dan gizi yang rendah yang didapatkan dari sejak kecil sehingga menyebabkan rendahnya daya tahan fisik, daya pikir dan prakarsa.
  3. Rendahnya produktivitas masyarakat dan minimnya tingkat pembentukan modal/aset dan atau investasi;
  4. Terbatasnya kesempatan kerja atau lapangan kerja.
  5. Tidak adanya keinginan atau kesempatan bagi masyarakat miskin untuk melakukan kegiatan usaha dikarenakan rendahnya kepemilikan aset dan juga terbatasnya akses terhadap faktor produksi. 
  6. Konsisi keterisolasian, yaitu ketidakberdayaan ekonomi yang dialami oleh masyarakat miskin karena terpencil dan terisolasi. Sulitnya atau tidak dapat dijangkau oleh pelayanan pendidikan dan kesehatan menyebabkan lambatnya kemajuan di daerah tersebut.
  7. Tidak adanya atau lemahnya tata pemerintahan yang bersih dan baik (good governance) seperti pemerintah yang korup, kebijakan pembangunan yang bias perdesaan dan bias sektor, dsb.
  8. Terjadinya konflik sosial yang bersifat horisontal dan vertikal yang terjadi di beberapa daerah. Misalnya konflik di daerah Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua, Nangroe Aceh Darusalam, dll.
  9. Pengelolaan sumber daya alam yang berlebihan yang hanya dikuasai oleh golongan tertentu  dan tidak berwawasan lingkungan.

Kemiskinan bukan saja dikarenakan tidak adanya sumber-sumber ekonomi; melainkan tidak adanya hak (entitlement) atas sumber kegiatan perekonomian itu. Kemiskinan terjadi seringkali bukan karena tidak cukupnya lowongan kerja di suatu wilayah, melainkan karena penduduk miskin (poverty giving most people no option) tidak memiliki hak untuk mengakses kebutuhan-kebutuhan dasar, seperti berikut ini:

  • Kebutuhan pendidikan; 
  • Kesehatan; dan 
  • Kebutuhan ekonomi, kepemilikan alat-alat produksi yang terbatas, penguasaan teknologi dan kurangnya keterampilan.


Upaya Pengentasan Kemiskinan



Hampir di semua negara, khususnya negara berkembang, kemiskinan merupakan salah satu problem sosial yang amat serius yang harus selalu diupayakan untuk bagaimana cara mengatasinya. Itulah sebabnya, upaya penanggulangan kemiskinan selalu menjadi program politik oleh sejumlah politikus yang akan maju menjadi kepala daerah.


Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2005 tentang Percepatan Program Penanggulangan Kemiskinan. Kebijakan itu dimunculkan dengan berbagai program antara lain:

  1. Program Penanggulangan Kemiskinan Perdesaan/Perkotaan (P2KP); 
  2. Jamkesmas;
  3. Subsidi dan keluarga harapan;
  4. PNPM Mandiri;
  5. Kredit Usaha Rakyat (KUR); 
  6. Pengadaan rumah murah sebagai program Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

Sedangkan berikut ini adalah hal pokok yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah ketika ingin membuat program pemberdayaan masyarakat miskin:
  1. Program pemberdayaan masyarakat harus mampu menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang;
  2. Program yang dibuat Pemerintah dapat memperkuat kapasitas dan potensi sumber daya yang dimiliki masyarakat atau kelompok yang akan diberdayakan (empowering), misalnya melalui peningkatan taraf pendidikan, peningkatan derajat kesehatan, serta peningkatan akses terhadap sumber-sumber kemajuan; dan
  3. Kebijakan yang dibuat sebagai bentuk upaya melindungi (mencegah) terjadinya persaingan usaha yang tidak seimbang, menciptakan keadilan, serta menciptakan kebersamaan dan kemitraan antara badan usaha yang sudah maju dengan yang masih belum berkembang.

Upaya penanggulangan kemiskinan melalui program pemberdayaan bukan hanya sekedar pendekatan, melainkan menjadi faktor utama program pembangunan untuk menekan angka kemiskinan. Pemberdayaan diterapkan dengan fokus pada berlangsungnya proses yang utuh, proses yang mengutamakan aksi-refleksi, proses yang konkrit dan bukan hanya sebagai cita-cita


Sumber:

  1. Kuncoro. Mudrajad .2004. Otonomi dan Pembangunan Daerah, Erlangga, Jakarta
  2. Mafruhah, Izza, 2009, Multidimensi Kemiskinan. Surakarta: Sebelas Maret University Press
  3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2005, tentang Percepatan Program Penanggulangan Kemiskinan

0 Response to "Inilah Penyebab Kemiskinan, Masalah Utama Pembangunan di Indonesia"

Posting Komentar