Cara Menghitung Volume Marka Jalan Dan Studi Kasusnya

Marka jalan bukan sekadar elemen visual di tengah jalan raya, melainkan sistem yang memerlukan perhatian matang terhadap fungsionalitas dan kebutuhan cat sebagai material utamanya.

Cat thermoplastic, berwarna putih atau kuning, sebagai material utamanya bukan hanya pilihan estetika, melainkan cat ini sudah sesuai dengan standar AASHTO. Bahan ini mampu menghadapi kondisi licin saat hujan dan memberikan refleksi optimal di malam hari melalui penggunaan butiran kaca (Glassbead).

Menghitung volume marka jalan bukan hanya sekadar pengaturan bahan, melainkan juga mencakup analisis kebutuhan material yang akurat, memastikan efisiensi dan kualitas yang diinginkan.




Tujuan Perhitungan Volume Marka Jalan


Marka jalan merupakan komponen penting dalam infrastruktur sebuah jalan, dimana diperlukan perhitungan volume sebagai landasan utama untuk menilai kualitasnya. 


Berikut ini mengapa penting untuk menghitung volume marka jalan.


1. Menjamin Kualitas Marka Jalan yang Sesuai Standar

Tujuan utama perhitungan volume marka jalan adalah memastikan kualitas jalan yang sesuai standar. 

Ketebalan marka jalan menjadi penentu utama keberlanjutan dan estetika. Dengan mengukur volume, kita dapat memastikan bahwa marka jalan tidak hanya tampil menarik di permukaan jalan, tetapi juga memiliki daya tahan yang memadai untuk menghadapi tantangan cuaca dan beban kendaraan.

2. Merencanakan Kuantitas Material yang Akurat

Sebuah proyek marka jalan memerlukan perencanaan yang akurat.

Tujuan perhitungan volume adalah untuk merencanakan kebutuhan material dengan tepat. 

Pemahaman yang jelas tentang volume yang diperlukan memungkinkan kita menghindari pemborosan material yang mahal atau, sebaliknya, kekurangan bahan yang dapat merugikan proyek.

Keakuratan perhitungan ini menjadikan proyek marka jalan lebih efisien dan terencana dengan matang.


3. Meningkatkan Efisiensi Anggaran yang Terukur

Dalam dunia pembangunan, anggaran adalah aspek yang harus diperhatikan. Melalui perhitungan volume marka jalan, tujuannya adalah meningkatkan efisiensi anggaran. 

Mengetahui volume yang dibutuhkan memungkinkan manajemen anggaran yang lebih terukur, menghindari pemborosan, dan merancang alokasi dana yang efektif. 

Sebuah proyek marka jalan yang baik bukan hanya memastikan keamanan pengguna jalan, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya keuangan.


4. Menjamin Keselamatan dan Kepatuhan yang Konsisten

Marka jalan yang tepat adalah pilar keselamatan di jalan raya. Dengan perhitungan volume, tujuannya adalah tidak hanya mencakup permukaan, tetapi juga menangani aspek keselamatan secara menyeluruh. 

Pastikan marka jalan memenuhi standar yang ketat adalah langkah kritis untuk menghindari kecelakaan dan mempromosikan mobilitas yang aman bagi pengguna jalan. 


Cara Menghitung Volume Marka Jalan


Proses menghitung volume marka jalan merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa setiap sentimeter marka jalan memiliki ketebalan yang sesuai dan mematuhi standar keselamatan.

Nah, berikut ini adalah cara menghitung volume marka jalan yang tepat:


1. Pengumpulan Data Awal

Langkah pertama adalah mengumpulkan data awal dengan teliti. Data tersebut mencakup panjang, lebar, dan tinggi marka jalan yang akan dihitung volumenya. Keakuratan data ini menjadi landasan penting untuk memastikan perhitungan yang tepat dan valid.


2. Hitung Luas Permukaan

Langkah selanjutnya adalah menghitung luas permukaan marka jalan. Untuk marka dengan bentuk sederhana, rumus luas persegi atau persegi panjang dapat digunakan. Namun, jika marka memiliki bentuk yang lebih kompleks, metode geometri yang lebih spesifik harus diterapkan. 


3. Tentukan Ketebalan Marka Jalan

Ketebalan marka jalan, dimensi vertikal yang tak terlihat namun sangat berperan, perlu diukur atau diketahui dengan presisi. Ini bisa berupa ketebalan cat atau material yang menjadi inti dari marka.


4. Hitung Volume dan Cat yang Dibutuhkan


Setelah memahami luas permukaan dan ketebalan marka jalan, saatnya menghitung volume. 

Proses ini melibatkan perkalian luas permukaan dengan cat yang dibutuhkan per meter perseginya. 



Contoh Studi Kasus: Menghitung Volume dan Kebutuhan Cat Marka Jalan


Pada suatu proyek pembangunan jalan baru, perlu dilakukan perhitungan volume dan kebutuhan cat marka jalan sebagai tahap awal untuk estimasi biaya dan pelaksanaan proyek. Berikut adalah contoh studi kasus dengan parameter yang diperbarui:


Deskripsi Pekerjaan Marka Jalan:

  • Panjang jalan yang akan diberi marka: 150 m
  • Jenis marka: garis menerus di tengah jalan, garis menerus di sisi kiri dan kanan jalan
  • Terdapat 3 tikungan dengan panjang masing-masing 25 m, dengan lebar marka 0,15 m.


Perhitungan Volume:


  • Volume marka pada tikungan:  25m×0,15m×2 (sisi kanan dan kiri garis tikungan) ×3 (banyaknya jumlah tikungan) = 22,5 m2
  • Volume marka pada garis menerus di sisi kiri dan kanan jalan: 150m×0,15m×2 = 45 m2 
  • Volume marka pada garis menerus di tengah jalan: 150m×0,15 m = 22,5m2


Total Volume Marka Jalan: 22,5 m2 + 45m2 + 22,5m2 = 90m2

 

Perhitungan Kebutuhan Bahan Cat Marka:

Mengingat tebal cat maksimum 2 mm, dimana dengan ketebalan tersebut cat yang dibutuhkan adalah 4-6 kg/m2. Ambil saja yang paling besar yaitu 6kg/m2.

Maka, total bahan cat yang dibutuhkan = 90 m2×6kg/m2

                                                               = 540 Kg

Dengan demikian, total bahan cat yang diperlukan untuk proyek ini adalah sekitar 540 kg.

0 Response to "Cara Menghitung Volume Marka Jalan Dan Studi Kasusnya"

Posting Komentar