Fusion Splicer - Alat yang Digunakan Untuk Menyambung Serat Optik

Dalam dunia yang semakin terhubung, jaringan fiber optik telah menjadi tulang punggung komunikasi modern. Namun, tahukah Anda bahwa di balik kecepatan dan keandalan jaringan ini terdapat teknologi canggih yang memungkinkan kita untuk terhubung ke internet dengan lancar dan stabil? Salah satu alat yang memainkan peran penting dalam menjaga keandalan jaringan fiber optik adalah Fusion Splicer.


Fusion Splicer adalah perangkat khusus yang digunakan untuk menyambungkan ujung-ujung kabel fiber optik. Ini adalah tahap kunci dalam proses instalasi jaringan fiber optik, terutama ketika jaraknya jauh atau mencakup area yang luas. 




Apa itu Fusion Splicer? Dan Alat Apa Saja Yang Dibutuhkan Untuk Menyambung Serat Optik?


Fusion Splicer adalah alat yang berfungsi untuk menggabungkan dua ujung serat optik dengan cepat dan akurat. Ini bekerja dengan memanfaatkan panas untuk meleburkan kedua ujung serat optik secara bersamaan dalam waktu yang sangat singkat. 

Sistem komputer di dalam Fusion Splicer mengambil peran utama dalam proses penyambungan ini. Dua ujung serat optik akan diatur dengan sangat presisi, sehingga mereka sejajar satu sama lain. Setelah itu, batang elektroda akan meleburkan kedua ujung serat optik secara bersamaan dengan waktu yang sangat singkat. Hasilnya adalah penyambungan serat optik yang kuat dan stabil.




Salah satu aspek penting dalam penyambungan serat optik adalah tingkat redaman yang dihasilkan. Redaman adalah seberapa banyak sinyal cahaya yang hilang dalam proses penyambungan. 

Dengan menggunakan Fusion Splicer, tingkat redaman yang dihasilkan biasanya sangat rendah, berkisar di bawah 0.03 dB. Namun, tingkat ini juga tergantung pada seberapa baik proses pengupasan dan pemotongan kabel optik dilakukan sebelum penyambungan.



Agar Fusion Splicer dapat bekerja secara maksimal, maka tetap diperlukan beberapa alat pendukung untuk proses penyambungan serat optik, yaitu:


1. Fiber Stripper/Miller 




Fiber Stripper adalah alat yang dirancang khusus untuk mengupas lapisan-lapisan yang melapisi kabel serat optik, sehingga hanya inti serat optik yang tersisa. Kabel serat optik memiliki struktur yang kompleks, dan lapisan-lapisan ini harus dihilangkan dengan sangat hati-hati sebelum proses penyambungan dapat dimulai.

Alat ini sangat presisi karena kabel serat optik sangat tipis dan kecil. Kesalahan dalam pengupasan dapat mengakibatkan sinyal yang lemah atau bahkan penyambungan yang tidak berfungsi. Oleh karena itu, Fiber Stripper menjadi alat yang sangat penting dalam menjaga kualitas penyambungan.


Sebagai tambahan informasi, adapun lapisan-lapisan yang melapisi kabel serat optik adalah


  • Outer Jacket (Lapisan Pelindung Luar): Ini adalah lapisan luar kabel yang berfungsi untuk melindungi serat optik dari kerusakan mekanis dan lingkungan eksternal.
  • Buffer (Lapisan Pelindung Kedua): Buffer adalah lapisan pelindung kedua yang membantu melindungi serat optik dari gangguan fisik dan mempertahankan bentuk kabel.
  • Cladding (Lapisan Pemantul): Cladding adalah lapisan yang memantulkan sinyal transmisi yang mungkin bocor kembali ke bagian inti serat optik. Ini adalah salah satu lapisan yang harus dihilangkan selama pengupasan.
  • Core (Inti Serat Kaca): Ini adalah bagian terpenting dari serat optik yang sebenarnya mengirimkan sinyal cahaya. Inti serat kaca harus terjaga dengan sempurna untuk memastikan kualitas penyambungan yang optimal.



2. Fiber Cleaver


Saat kulit dari core fiber optik telah terkelupas dengan benar, langkah selanjutnya adalah memotong serat optik sesuai dengan kebutuhan. 


Kabel serat optik memiliki serat-serat yang sangat tipis, dan proses pemotongan harus dilakukan dengan presisi tinggi. Alat ini memastikan hasil pemotongan yang presisi tanpa merusak bagian inti dan cladding pada serat optik. Dengan Fiber Cleaver, kita dapat memotong serat optik sesuai dengan panjang yang dibutuhkan untuk proses penyambungan, instalasi, atau perbaikan jaringan.


3. Optical Time Domain Reflectometer (OTDR)



OTDR, singkatan dari Optical Time Domain Reflectometer, adalah alat yang berfungsi sebagai mata khusus untuk jaringan serat optik. Ini digunakan untuk mengukur jarak, menilai kondisi fisik serat optik, dan mendeteksi gangguan pada kabel berserat optik dalam jarak tertentu.


Salah satu keunggulan utama OTDR adalah kemampuannya untuk membantu teknisi dalam troubleshooting. Ketika terjadi masalah pada jaringan serat optik, seperti gangguan komunikasi atau kerusakan fisik, OTDR dapat membantu dalam menentukan lokasi dan sifat gangguan tersebut. Ini membuat pekerjaan teknisi menjadi lebih efisien, mempercepat proses identifikasi masalah, dan mengurangi waktu pemulihan jaringan.


OTDR juga berguna untuk mendeteksi kerusakan yang lebih kompleks, seperti kabel yang retak atau bahkan putusnya core yang tidak diketahui lokasi putusnya. Selain itu, alat ini dapat mengidentifikasi terputusnya kabel yang terjadi saat melakukan bending.


5. Optical Light Source

Selain OTDR, perangkat lain yang penting dalam instalasi dan pemeliharaan jaringan serat optik adalah Optical Light Source. Alat ini adalah sumber pancaran sinyal optik yang berupa laser. Optical Light Source berfungsi sebagai "penyinar" jalan untuk sinyal optik yang akan melalui jalur yang akan diuji.


Peran Optical Light Source sangat penting dalam menguji redaman jalur end-to-end dalam jaringan serat optik. Alat ini memancarkan sinyal optik dengan menggunakan sinar laser dengan karakteristik tertentu. Sinyal ini digunakan untuk mengukur kekuatan transmisi optic dalam serat optik dan mengidentifikasi potensi masalah sinyal dalam jaringan.


6. Optical Fiber Identifier

Optical Fiber Identifier (OFI) adalah alat yang memainkan peran penting dalam mengidentifikasi sinyal optik yang melewati serat optik. Ini digunakan untuk mengetahui arah dari sinyal serta mengukur besaran daya yang akan dilewatkan nantinya.


OFI adalah alat yang sangat berguna dalam jaringan serat optik karena dapat membantu teknisi dalam menentukan arah sinyal dan mengidentifikasi frekuensi optik yang dilewatkan melalui kabel. Alat ini memiliki desain yang umumnya cocok untuk kabel dengan inti berukuran 250 μm dan buffer 900 μm.


7. Visual Fault Locator Atau Senter Fiber Optik

Senter Fiber Optik, juga dikenal sebagai laser fiber optik, adalah alat penting yang digunakan untuk menguji core fiber optik. Dalam pengujian ini, laser fiber optik akan mencapai titik tujuan jika core berfungsi dengan baik.


Pentingnya pengujian core ini terletak pada pengamanan kualitas penyambungan. Dengan memastikan bahwa core berfungsi dengan baik sebelum penyambungan, teknisi dapat menghindari situasi di mana penyambungan telah selesai, tetapi core tidak berfungsi dengan baik. Dengan bantuan senter fiber optik, teknisi dapat mengidentifikasi masalah dengan core dan mengambil tindakan yang diperlukan.


8. Bit Error Rate Test

Untuk jaringan time division multiplex (TDM), seperti yang sering digunakan dalam komunikasi dan jaringan telekomunikasi, Bit Error Rate Test (BERT) adalah alat yang penting. Dalam proses pengujian, paket data dikirim yang berisi informasi tentang tx (transmit) dan rx (receive) error. Hasil dari pengujian ini adalah tingkat error rate yang mengukur seberapa besar error yang terjadi dalam koneksi tersebut.


BERT membantu teknisi dalam mengevaluasi kualitas koneksi jaringan TDM. Dengan mengetahui tingkat error rate, teknisi dapat mengidentifikasi masalah dalam jaringan dan melakukan perbaikan yang diperlukan untuk memastikan koneksi yang andal dan berkualitas tinggi.


8.  Optical Power Meter (OPM): Uji Kualitas Serat Optik


Setelah serat optik telah diproses dan disambungkan, langkah selanjutnya adalah memeriksa kualitasnya. 

Dengan menggunakan OPM, kita dapat mengukur kekuatan sinyal cahaya yang melewati serat optik. Pengukuran ini penting untuk memastikan bahwa sinyal cahaya memiliki kekuatan yang cukup untuk mencapai tujuannya tanpa gangguan atau penurunan yang signifikan.

OPM membantu dalam mendeteksi masalah potensial dalam jaringan serat optik dan memungkinkan untuk tindakan perbaikan yang cepat jika diperlukan.


Cara Menyambung Kabel Serat Optik


Inilah langkah-langkah penyambungan serat optik dengan menggunakan fusion splicer dan alat-alat pendukung lainnya sehingga memungkinkan dunia online kita tetap terhubung.

Langkah pertama dalam penyambungan serat optik adalah menyiapkan semua bahan dan peralatan yang diperlukan. Alat-alat tersebut tidak lain seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Setelah alat dan bahan sudah tersedia, maka dapat mengikuti langkah-langkah berikut:


1. Sleeve Protection: Lapisan Pelindung Khusus

Masukkan Sleeve Protection ke salah satu ujung serat yang akan disambungkan. Sleeve Protection berfungsi sebagai lapisan penguat di titik penyambungan dan juga berperan sebagai lapisan pelindung pengganti. 


2. Pengupasan Coating Serat Optik


Coating pada serat optik harus dikupas agar serat optiknya terlihat dan siap untuk dilakuan penyambungan. Ini dilakukan dengan menggunakan Fiber Striper. Fiber Striper biasanya memiliki beberapa lubang pengupasan karena serat optik memiliki banyak lapisan pelindung. 


2. Pembersihan Ujung Serat


Setelah mengupas lapisan pelindung, langkah selanjutnya adalah membersihkan kedua ujung serat yang telah dikupas menggunakan tisu dan alkohol 90%. Kebersihan ujung serat ini sangat penting untuk memastikan kualitas penyambungan yang optimal.


3. Pemotongan Ujung Serat

Ujung serat yang telah bersih kemudian dipotong menggunakan Fiber Cleaver. Fiber Cleaver berfungsi untuk meratakan ujung serat, sehingga redaman yang dihasilkan sangat kecil. Ini dilakukan dengan menggunakan mata pisau khusus yang biasanya berbentuk bulat dengan mata pisau yang sangat tajam.


4. Proses Penyambungan dengan Fusion Splicer


Setelah semua persiapan selesai, proses penyambungan sebenarnya dimulai menggunakan Fusion Splicer. Kedua ujung serat yang akan disambungkan harus diletakkan dengan cermat, mendekati ujung batang dioda, dan tidak boleh melebihi ujung batang dioda. 

Posisi kedua ujung kabel diperiksa pada layar LCD Fusion Splicer. Jika posisi keduanya sesuai, penyambungan dapat dilakukan.


5. Perlindungan dengan Sleve Protector


Fusion Splicer biasanya memiliki slot untuk meleburkan Sleeve Protector. Setelah penyambungan selesai, Sleeve Protector dileburkan pada titik penyambungan. Ini adalah langkah krusial untuk melindungi penyambungan dari kotoran dan kerusakan tiba-tiba.


Demikianlah proses penyambungan kabel serat optik yang kompleks namun penting. Tanpa proses ini, koneksi internet kita mungkin tidak akan secepat dan seandal seperti yang kita nikmati saat ini.

0 Response to "Fusion Splicer - Alat yang Digunakan Untuk Menyambung Serat Optik"

Posting Komentar