Pengertian Letter of Intent (LOI) Proyek, Fungsi, Cara Membuat dan Contohnya

Apakah Anda sudah mengenal LoI proyek? Jika belum maka ini saatnya untuk mengenal dunia real estate lebih dalam. LoI proyek adalah pedoman penting yang sangat membantu dalam hal persetujuan pembelian aset atau barang berharga. 

Kenali terlebih dahulu bentuk dokumen yang satu ini sehingga dalam transaksi jual beli properti bisa menunjukkan sebuah minat pembeli yang serius. Untuk transaksi besar seperti tanah dan bangunan maka surat ini sangat penting adanya. Apakah Anda penasaran? Ikuti pembahasan di bawah ini. 




Pengertian LoI (Letter of Intent) Proyek



LoI kepanjangan dari Letter of Intent atau LoI proyek ini merupakan sebuah surat pernyataan yang mampu memberikan keseriusan minat dalam melakukan jual beli properti dan lainnya. Memang untuk sifat dari surat pernyataan ini sangat serius namun tetap tidak mempunyai sebuah ikatan hukum.

Pada surat ini memberikan mengenai pembuka pembelian dan bukan berarti sebuah perjanjian maupun kesepakatan akhir. Oleh sebab itu, tidak bisa dikatakan sebagai kontrak untuk melaksanakan sebuah proyek yang akan dijalankan. 

Jika sudah menentukan surat ini berarti antara pembeli dan penjual harus melaksanakan sebuah tahapan lainnya agar bisa membuat keputusan akhir dalam bertransaksi.

Baca juga: Cara Menyusun Laporan Proyek (Harian, Mingguan, dan Bulanan)


Fungsi LoI Proyek Adalah


Setelah mengetahui pengertian dari Letter of Intent tersebut maka pastinya sudah jelas untuk beberapa fungsi yang dimilikinya. Anda bisa mengetahuinya dengan melihat beberapa list di bawah ini: 

  • Menuntaskan sebuah garis besar dalam sebuah kesepakatan di antara kedua belah pihak yang bertransaksi. 
  • Dapat digunakan untuk menguraikan sebuah pernyataan dasar pada perjanjian untuk merundingkan sebuah poin dan detail. 
  • Dapat memberikan sebuah sinyal bahwa kedua belah pihak akan menegosiasikan sebuah kesepakatan untuk merger maupun joint venture. 


Dari beberapa fungsi di atas pasti sudah mengetahui bahwa surat pernyataan ini akan membuka sebuah perundingan yang lebih dalam lagi.

Tujuan dari Dokumen LoI


Sudah dipastikan bahwa pada dokumen ini juga memiliki tujuan untuk langkah-langkah ke depan. Contohnya saja, dokumen ini dapat menyatakan mengenai kesepakatan yang bisa dilakukan saat pembayarannya sudah pasti dibayarkan. 

Atau juga bisa untuk dokumen ini tidak ditandatangani karena sebuah kesepakatan yang dibatalkan pada waktu tertentu. 

Akan tetapi, masih terdapat beberapa penjelasan mengenai tujuan dari LoI proyek adalah sebagai berikut:

  • Menjelaskan beberapa poin penting yang sudah dinegosiasikan untuk kesempatan tersebut. 
  • Melindungi beberapa pihak yang terlibat pada sebuah kesepakatan dalam transaksi properti.
  • Menguatkan kesepakatan yang dilakukan seperti merger pada kedua perusahaan. 

Dengan melihat dari poin-poin tujuan tersebut maka bisa tujuan dari Letter of Intent ini sudah cukup jelas untuk membuat seluruh pihak yang melakukan sebuah kesepakatan menjadi nyaman. Bahkan bisa juga memberikan pernyataan jika seluruh pihak bernegosiasi serta memberikan jaminan jika gagal.


Cara Membuat Letter of Intent (LoI)


Pada cara membuat Letter of Intent ternyata hampir sama seperti membuat surat. Akan tetapi, terdapat beberapa tahapan yang harus ada, seperti:


1. Bagian Atas


Pada bagian atas surat kesepakatan ini seperti pada surat umumnya dengan memberikan beberapa hal yang harus dituliskan, yaitu:

  • Kop surat resmi serta alamat di bagian atas surat untuk calon pembeli yang berasal dari instansi maupun perusahaan. 
  • Menulis perihal yang bisa memberikan informasi mengenai perlunya menulis surat tersebut. 
  • Menuliskan beberapa jumlah lampiran yang ada. 
  • Harus ditulis juga tentang kota/kabupaten yang merupakan domisili penjual (pemilik properti) seperti halnya surat resmi. 


Setelah Anda melihat beberapa surat di atas maka sudah bisa membayangkan. Terlebih bagi para administrator yang sering mengeluarkan surat maka akan senang saja membuatnya.


2. Bagian Isi Surat


Untuk bagian isi surat minat ini, harus diisikan secara singkat, padat, dan jelas sehingga kesannya tidak bertele-tele. Anda bisa membuat sebuah surat yang berisikan profil properti tersebut serta minat untuk membelinya sehingga penjual juga bisa yakin akan menjualnya kepada Anda, seperti:

Dengan hormat, 

Seperti yang tertera pada informasi di media sosial untuk penawaran bangunan rumah milik Bapak Setiawan di Kelurahan Lembana Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah dengan luas 1500 m2 ingin kami sampaikan minat membeli dengan harga Rp. 500.000,- per m2.

Itu adalah permintaan yang bisa digunakan secara lengkap dan jelas sehingga penjual dapat mempertimbangkan atau bernegosiasi dalam hal harga penjualan. Lalu, jangan lupa untuk diberikan kalimat penutup, yaitu:

Demikian surat Letter of Intent (LoI) kami sampaikan. Atas perhatian yang telah diberikan Bapak kami ucapkan terima kasih.


3. Bagian Penutup


Bagian penutup surat ini sangat berbeda dengan kalimat di atas karena di bagian kaki surat harus dijelaskan beberapa poin sehingga bisa dengan jelas siapa yang mengirim surat tersebut. Oleh sebab itu, Anda harus melengkapinya dengan beberapa penulisan poin di bawah ini:

  • Tuliskan hormat saya, bisa diletakkan di atas tanda tangan
  • Ikuti dengan penulisan kota dan tanggal bulan tahun pembuatan. 
  • Ketikkan nama atau berikan tanda tangan Anda. 
  • Tambahkan detail jabatan pembeli bagi yang bekerja di sebuah perusahaan. 
  • Berikan di bawahnya kontak dari pembeli yaitu alamat kantor, alamat email, maupun nomor telepon yang jika dituliskan lebih lengkap maka lebih baik.


Setelah mengetahui isian dari surat ini maka Anda sudah bisa membayangkan mengenai kegunaan dari Letter of Intent atau LoI proyek adalah surat persetujuan di awal dalam memberitahukan minat pembeli untuk membeli properti. 


Contoh LoI (Letter of Intent) 


Pastinya Anda menginginkan contoh nyata dalam pembuatan LoI ini yang mana bisa juga dijadikan sebuah contoh saat Anda akan melakukan pembelian tanah atau properti. Oleh sebab itu, Anda bisa melihat pada beberapa contoh di bawah:


1. Letter of Intent Pembelian Bangunan






2. Letter of Intent Bahasa Inggris Penawaran Produk




Pada beberapa contoh surat pernyataan minat di atas sebenarnya lebih fleksibel dan tidak harus kaku seperti poin yang sudah dijelaskan di atas. Akan tetapi, idealnya menggunakan format yang telah disediakan agar lebih ringkas.

Bisa disimpulkan bahwa pernyataan LoI proyek adalah sebuah dokumen yang akan dikirimkan oleh pembeli kepada penjual. Sehingga bisa juga dikatakan sebuah surat pernyataan kesanggupan dalam membayar dan memberikan informasi bahwa pembeli sedang tertarik dengan barang yang dijual.

0 Response to "Pengertian Letter of Intent (LOI) Proyek, Fungsi, Cara Membuat dan Contohnya"

Posting Komentar