Tertarik untuk Menjadi Business Analyst? Yuk Kenali Tugasnya

Bagi perusahaan multinasional, keberadaan business analyst adalah sebuah keharusan di era teknologi informasi seperti sekarang ini. Dalam menjalankan tugasnya, seorang business analyst membutuhkan kemampuan analisa yang lebih mendalam. Dengan begitu, kegiatan bisnis di mana mereka bekerja dapat mencapai targetnya. 

Tugas dari business analyst adalah menganalisis sebuah permasalahan yang dialami oleh klien baik perorangan maupun organisasi/perusahaan untuk kemudian diterjemahkan hasil analisisnya tersebut ke dalam sebuah dokumen dan diserahkan kepada klien.

Seorang business analyst dituntut untuk lebih banyak belajar, terlebih mengenai bisnis proses yang sebelumnya tidak diketahui. Untuk itu jika kamu ingin menjadi business analyst bisa membaca selengkapnya pada artikel di bawah.




Siapa itu Business Analyst?


Business analyst adalah seorang analisis bisnis yang bertanggung jawab untuk menjembatani kesenjangan antara dunia industri dan dunia teknologi informasi dengan menggunakan analitik data. Dengan pengolahan data tersebut, seorang business analyst akan mampu menilai proses, menentukan persyaratan, dan memberikan rekomendasi dan laporan berbasis data kepada board of director, eksekutif atau pemangku kepentingan sebuah perusahaan/organisasi.

Adapun contoh-contoh perusahaan yang membutuhkan jasa business analyst adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, baik lembaga keuangan bank maupun lembaga keuangan non-bank seperti perusahaan asuransi, modal ventura, dan lain sebagainya. Perusahaan telekomunikasi dan layanan perangkat lunak juga membutuhkan profesi business analyst ini untuk mendukung operasi perusahaan dan juga strategi marketingnya.


Tugas dan Tanggung Jawab Business Analyst

Pada umumnya Business Analyst harus memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi. Meskipun tidak semua business analyst adalah lulusan sarjana IT, akan tetapi setidaknya mereka yang akan terjun ke dalam dunia ini harus memiliki skill dan pemahaman umum mengenai cara kerja sistem, produk, dan alat-alat IT. 

Tugas dan tanggung jawab seorang business analyst adalah seputar kegiatan dalam analisis bisnis, seperti menggali permasalahan yang dihadapi oleh klien atau perusahaan. Selain itu, BA akan berkerja untuk melakukan  analisis strategi dan solusi, menganalisa kebutuhan dan desain sistem setelah sistem dikembangkan oleh developer.

Sementara itu, berdasarkan tingkatan bidangnya profesi business analyst ini dapat dibedakan menjadi:

  1. Perencanaan strategis, yaitu business analyst yang dibutuhkan perusahaan untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis perusahaan.
  2. Analisis model bisnis, yaitu business analyst yang dibutuhkan perusahaan untuk menentukan kebijakan perusahaan yang sebaiknya diambil dan pendekatan pasarnya.
  3. Proses desain, yaitu business analyst yang bertugas untuk membakukan alur kerja perusahaan.
  4. Analisis sistem, yaitu business analyst yang dibutuhkan perusahaan untuk menterjemahkan aturan bisnis dan persyaratannya ketika digunakan dalam sistem teknis.

Baca juga: Contoh Business Model Canvas (BCM)


Adapun job desc business analyst adalah:


1. Membuat analisis bisnis

Tanggung jawab utama dari seorang business analyst adalah membuat analisis bisnis dari apa yang sudah dihasilkan perusahaan.

Analisis tersebut meliputi nilai dari sebuah produk yang telah dibuat perusahaan. Seorang BA membuat analisis apakah pengembangan produk tersebut mampu memberikan keuntungan finansial bagi perusahaan ataukah justru malah merugikan bagi perusahaan.


2. Membuat budgeting dan ekspektasi

Selain membuat analisis bisnis, seorang BA juga bekerja terkait anggaran suatu produk mulai dari jumlah pegawai dan alat atau perangkat yang dibutuhkan untuk mengembangkan suatu produk.

Dengan begitu, perusahaan dapat menilai apakah anggaran produk baru tersebut dapat ditanggung oleh perusahaan ataukah tidak.

Selanjutnya, perusahaan dapat memperkirakan dengan biaya pengembangan produk sebesar itu, apakah perusahaan bakal mendapatkan keuntungan yang sebanding ataukah tidak.

3. Monitoring

Produk yang dihasilkan perusahaan tidak melulu sempurna. Perusahaan akan mencoba untuk memperbaikinya. Oleh karenanya, dalam proses kaizen (perbaikan terus-menerus) tersebut dibutuhkan biaya untuk melakukan perbaikan fitur dan juga untuk biaya marketingnya.

Nah, dalam kondisi tersebut, dengan pertimbangan biaya dan lain sebagainya business analyst-lah yang akan melakukan monitoring atau pengawasan guna menentukan apakah diperlukan kaizen atas produk tersebut ataukah tidak. 

4. Mengevaluasi rencana dan program

Business analyst bertugas melakukan pengkajian atas masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan dalam pengembangan produknya.

Pengkajian tersebut harus dilakukan dengan benar dan akurat. Dengan begitu, seorang BA akan menyampaikan rencana strategis, model bisnis, dinama, permasalahan yang mungkin saja muncul dalam proses pengembangan produk.

Penerapan evaluasi dan reevaluasi atas rencana dan program yang sudah dibuat perlu dilakukan terus-menerus untuk memantau perubahan yang terjadi dalam sistem. Oleh karenanya, seorang BA dituntut untuk mampu memahami struktur, kebijakan, dan operasi dari suatu perusahaan. Ketika hal tersebut sudah dipahami, ia akan dengan mudah mampu merekomendasikan solusi yang tepat bagi perusahaan untuk mencapai target di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.


Tips Menjadi Business Analyst Sukses


Ada dua hal agar menjadi seorang business analyst, yaitu:

1. Be Resourceful

Seorang business analyst harus mampu memberikan solusi yang tepat untuk setiap permasalahan-permasalahan yang muncul.

2. Upgrade skill

Seorang business analyst tidak cepat puas atas kemampuannya. Bisa dikatakan dalam profesi ini tidak ada istilah expert, karena pengetahuan dalam dunia analisis bisnis ini akan terus berkembang. Nah, untuk itu jika kamu sebagai business analyst maka sebaiknya cari tahu skill terbaru yang dibutuhkan dan terapkan dalam dunia industri.


Itulah ulasan mengenai business analyst. Seorang BA dituntut untuk bekerja secara terstruktur dengan menangkap permasalahan yang dihadapi client atau perusahaan. Ia pun harus dapat mengerti dalam hal business modeling atau mapping sehingga proses bisnis yang dikerjakan akan tepat.

0 Response to "Tertarik untuk Menjadi Business Analyst? Yuk Kenali Tugasnya"

Posting Komentar