Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Harus Fokus ke Kualitas, Bukan Harga Terbaik


Jakarta -Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas Sofyan Djalil menyampaikan sering sekali mendapati proyek-proyek pengadaan infrastruktur, hingga pengadaan barang/jasa pemerintah yang tidak layak kualitasnya. Oleh karenanya diperlukan perbaikan di dalam sistem pengadaan barang/jasa pemerintah yang tidak hanya fokus ke harga terbaik, namun juga menghasilkan kualitas yang layak.

Menurutnya, kualitas yang buruk pada pengadaan barang dan jasa tersebut akibat sistem lelang di Indonesia yang masih berorientasi pada harga terendah dari calon penyedia yang memasukan penawaran. Di samping itu, pengawasan kualitas pengadaan barang/jasa pun belum banyak dilakukan secara ketat.

"Kalau harga tinggi di tender saya rasa tak masalah, asal kualitas bagus. Karena yang pertama itu kualitas, sistem pengadaan ini yang perlu diperbaiki, buat apa efisiensi banyak dengan lelang elektronik tapi mengorbankan kualitas sehingga barang yang telah dibelanjakan cepat rusak dan ketika digunakan kualitasnya tidak bagus" kata Sofyan di acara Rakernas Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LPSE), Graha Sudirman, Jakarta.

Sofyan menambahkan, pengadaan barang dan jasa melalui elektronik tidak menyelesaikan masalah terkait dengan tujuan dan maksud dilelangnya suatu pekerjaan bila kriteria pemenang tender masih ditentukan harga. Sofyan mencontohkan, di kementeriannya pengadaan penyedia internet dilakukan dengan cara memilih harga terbaik. Namun nyatanya kualitas yang diharapkan tidak didapatkan.

"Di lingkungan kementrian saya sendiri, pengadaan internet tidak dapat dihandalkan, sangat jelek kualitas yang didapat, padahal hal itu di Jakarta. Oleh karenanya pejabat kita lebih suka memakai Gmail daripada email kantor, karena kualitasnya tidak bagus. Makanya ketika orang bilang APBN besar tapi tidak berdampak atas kemaslahatan rakyat itu benar" tutur Sofyan.

"Pengadaan secara elektronik harus diarahkan ke kualitas barang. Kita ambil contoh, di negara Inggris tidak pernah mempermasalahkan harga, yang nomor satu adalah kualitasnya. Bagaimana cara mengubah setiap miliar uang yang dibelanjakan agar berjalan secara benar," tambahnya.

Ia menambahkan, penyebab lain yang dapat membuat kualitas pengadaan tidak sesuai dengan harapan adalah pemilihan atau penetapan konsultan perencanaan dan pengawasan yang kurang kompeten pada bidangnya.

"Memang melalui pengadaan secara elektronik bisa lebih efektif dan efisien. Tapi tak bisa elektronik ini atur pengadaan yang sedemikian banyak dijadikan seragam. Yang paling utama di pengawasan dan perencanaan, tapi pemilihan dan penetapan konsultan harus review lagi. Idealnya, biaya konsultan itu 0,5-4%, tidak apa-apa mahal, asalkan kualitas yang didapatkan memuaskan. Itu yang harus diperbaiki lagi," tandasnya.

0 Response to " Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Harus Fokus ke Kualitas, Bukan Harga Terbaik"

Posting Komentar