Jenis Pondasi Tiang

Sudah tiga hari sejak kamis (5/3) lingkungan sekitar tempat saya tinggal (Kecamatan Gununganyar Surabaya ) tidak mendapatkan aliran air bersih dari PDAM. Terganggunya distribusi air tersebut disebabkan adanya penanaman pondasi tiang pancang atau paku bumi yang menyebabkan patahnya pipa PDAM PDAM berdiameter 1000 milimeter. Seharusnya sebelum pemasangan, pihak kontraktor melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas PUPR, PDAM, dan mengurus izin IMB. Nah, memangnya pondasi tiang itu apa sih, apa saja jenisnya dan bagaimana cara pemasangannya sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang merugikan warga sekitar.

Dalam pembangunan suatu bangunan konstruksi untuk pertama kali yang dilaksanakan dan dikerjakan di lapangan adalah pekerjaan pondasi (struktur bawah) yang kemudian dilanjutkan pekerjaan struktur atas. Peranan pondasi ini sangat besar fungsinya pada suatu konstruksi.

Pondasi Tiang dan Proses Pemancangannya

Perencanaan pondasi harus dirancang betul-betul agar dapat terlaksana dengan aman, tidak mengalami kejadian seperti di atas, dan mampu mendukung beban sampai batas keamanan tertentu. Termasuk mendukung beban maksimum yang mungkin terjadi ketika struktur atas mulai dibangun. Penggunaan pondasi dalam, dalam hal ini pondasi tiang, sebagai pondasi bangunan apabila tanah memiliki daya dukung yang cukup untuk memikul berat bangunan dan seluruh beban yang bekerja pada lapisan yang sangat dalam dari permukaan tanah pada kedalaman > 8 meter di bawah permukaan tanah. Pemilihan tipe pondasi tiang didasarkan oleh fungsi bangunan atas (upper structure) yang akan dipikul oleh pondasi tersebut, besarnya beban dan beratnya bangunan atas, keadaan tanah dimana bangunan tersebut akan didirikan, dan biaya pondasi dibandingkan dengan bangunan atas.

Jenis Pondasi Tiang

Pondasi tiang dapat dibagi menjadi tiga kategori sebagai berikut:
  1. Tiang perpindahan besar (large displacement pile), yaitu pondasi tiang yang menggunakan tiang pejal atau berlubang dengan ujung tertutup yang ditanamkan ke dalam tanah sehingga terjadi perpindahan volume tanah yang relatif besar. Tiang kayu, tiang beton prategang (pejal atau berlubang), tiang beton pejal, dan tiang baja bulat (tertutup pada ujungnya) adalah yang termasuk dalam tiang perpindahan besar.
  2. Tiang perpindahan kecil (small displacement pile), jenis ini memiliki jenis dan cara kerja yang sama seperti kategori tiang perpindahan besar namun berbeda dalam volume tanah yang dipindahkan.
  3. Tiang tanpa perpindahan (non displacement pile), yaitu pondasi tiang yang ditanam ke dalam tanah dengan mengebor tanah, contohnya pondasi bored pile.
Demikianlah ulasan mengenai pondasi tiang, yang termasuk ke dalam jenis pondasi dalam. Seperti yang diketahui jenis pondasi dalam diantaranya adalah pondasi tiang bor dan pondasi tiang pancang. Kedua pondasi ini memiliki perbedaan pada metode pelaksanaannya, untuk pondasi tiang bor dilakukan dengan pengeboran tanahnya terlebih dahulu. Sedangkan untuk tiang pancang, dilakukan pemancangan atau penekanan tiang kedalam tanah sampai ke lapisan tanah keras.

0 Response to "Jenis Pondasi Tiang"

Post a Comment